
Enjoyy yaa guyss..jangan lupa baca juga cerita baruku MIRORR...
*********
Malam ini aku kembali ke Jakarta bersama Andrian. Sebenarnya aku sudah menolak ajakannya mengingat Daniel yang kelewat cemburu jika tau aku di antar laki-laki lain selain dia dan supir pribadinya, tapi karena terus dipaksa akhirnya aku mau ikut, Andrian seminggu lagi akan balik ke Ausi jadi apa salahnya memanfaatkan waktu untuk bersama teman.
Hanya butuh 2 jam kami sudah sampai Jakarta. Mobil Andrian memasuki gedung apartemenku.
" Ayoo mampir dulu " Kataku hendak turun dari mobil
" Besok aja ya Lar..Gw ada urusan sebentar " Katanya menolak
" Oke..thanks ya tumpangannya " Ucapku lagi
" Sama-sama..Nanti gw hubungi lagi..Bye Lar " Andrian melajukan mobilnya kembali ke jalanan.
Kubuka pintu akses apartemenku yang 4 hari ini ku tinggal. Berantakan pekikku lirih.
mungkin akan aku rapikan besok karena malam ini badan dan otakku kurang kompromi jadi kuputuskan untuk beristirahat memulihkan tenaga.
__ADS_1
Tengah malam aku terbangun karena merasa ada sesuatu yang membebani tubuhku, ku tengok jam dinding yang menunjukkan pukul 00.15 dini hari. Dan benar saja feelingku disebelahku sudah ada sosok lelakiku yang aku rindukan padahal baru 4 hari LDR.
Daniel menelusup masuk ke selimut tebalku, kepalanya ia sandarkan di gundukan dadaku. Pantas rasanya sulit bergerak, ia tertidur pulas mendekapku seperti anak kecil.
Sebelum aku kembali ke Jakarta sebenarnya aku sudah mengirim pesan padanya kalau malam ini akan pulang, tapi pesanku tak kunjung di balas olehnya. Pikirku dia pasti sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Ku kecup pipi Daniel yang menggemaskan, walaupun kecupan kecil tapi sukses membuat Daniel terbangun dari tidurnya.
" Baby " Suaranya sexy dan serak
" Sayang..I miss you " Bisikku manja
" Muuuaahhhh... " Ku kecup bibir Daniel singkat
" Tadi naik apa pulangnya " Daniel memainkan rambutku yang berantakan
" Emm..kereta sayang " Aku terpaksa berbohong karena kalau jujur Daniel akan sangat marah dan cemburu..Jadi berbohong jalan terbaik..hihii
Pagi hari ku lihat Daniel sudah bersiap untuk bekerja sedangkan aku jadi pengangguran, huuh rasanya bosan!!!
__ADS_1
Kupeluk Daniel dari belakang saat sedang memasang dasinya.
" Aku bosan sayang " Kataku lemas " Aku ingin bekerja lagi " Kupeluk Daniel dengan manja
Dan reaksi Daniel membuatku kesal, dia hanya tersenyum kecil dan mencubit pipiku
" Kalau bosan datanglah ke kantor dan jadi asistenku " Daniel mulai bersuara
" Ogahh ah..aku pengen kerja kaya dulu " Pintaku lagi
" Baby...sebulan lagi kita akan menikah, kamu tak perlu bekerja karena akan menjadi Nyonya Durrant" Kata Daniel menyebalkan
" Oke..oke Baiklah calon suami, emm nanti aku jalan sama Michelle ya " Kataku melepas pelukan ke Daniel
" Oke Baby...nanti ku hubungi " Daniel mencium pipiku gemas.
Setelah insiden pertengkarab itu, aku menunda pernikahanku dengan Daniel. Setidaknya kepercayaanku terhadapnya belum 100 persen sehingga aku membutuhkan sedikit waktu untuk meyakinkan diri bahwa pilihanku terhadap Daniel tepat.
Daniel selalu sesukanya sendiri, terbukti ia memutuskan pernikahan kami akan dilangsungkan sebulan lagi, semua sudah di atur oleh weding organizer ternama, undangan juga sudah siap sebar. Mama dan Papa sempat kaget dengan keputusan kami tapi kemudian mereka merestui walau pernikahan kami akan lebih cepat dari pada perkiraan.
__ADS_1
Baju yang akan aku kenakan merupakan hasil rancangan desainer terkenal. Nanti aku akan fitting kembali sembari jalan-jalan dengan Michelle.