
" Ywdh Kak..Meera kuliah dulu ya " Kata Meera yang bergegas keluar dari mobil milik Danilo.
" Hemmm.." Kata Nillo yang ikut turun dari mobil untuk membukakan pintu mobil miliknya.
" Dadah Kakak..." kata Meera sambil Melambaikan tangan.
Sedangkan teman-teman kampus Meera sangat terpesona melihat kedatangan Danilo yang tampan dan atletis. Bahkan ada yanv terang-terangan minta dikenalkan dengan Nillo melalui Meera.
*****
Raras masih menunggu di lobby gedung milik Durrant Corp. Gedungnya sangat luas dan mewah, banyak orang lalu lalang dengan setelan kerja dan itu membuatnya iri. Sedangkan Raras masih menunggi resepsionis bersiap, ia akan berniat meminta ganti rugi atas kerusakan barang miliknya kepada nama yang ada di kartu nama yang sedang Raras pegang.
Danillo namanya dengan jabatan Manager Pemasaran.
Yah selama ini walaupun Nillo anak pemilik Durrant Corp tapi ia mau memulai karirnya sebagai manager dulu sebelum menggantikan Daddynya. Hitung-hitung menambah pengalaman.
" Permisi mbak, Apakah saya bisa bertemu dengan Bapak Danillo " kata Raras yang memberanikan diri bertanya kepada resepsionis.
" Maaf mbak apakah sudah ada janji?" tanya resepsionis itu dengan ramah dan sopan.
" Hemm..belum mbak " Kata Raras bingung
" Maaf mbak jika belum ada perjanjian sebelumnya maka kami tidak bisa melayani mbak. Silahkan hubungi dulu Pak Danillonya " Katanya lagi
__ADS_1
" Oh gitu ya..ywdh terima kasih " Kata Raras dengan lemas karena ia gagal meminta ganti rugi.
" Awas aja kalau lari dari tanggung jawab!!" Gerutunya kesal hingga kedua matanya menangkap sosok yang sedang ia cari.
*****
Raras sekarang berada di ruangan kerja Danillo yang cukup besar, terdapat sofa dan juga meja kerja disana. Penampilan Danillo dengan style kerjanya menambah ketampanannya, dan itu juga dirasakan Raras. Karena sepanjang koridor Raras berjalan mengikuti Danillo banyak pasang mata wanita yang mencuri pandang wajahnya.
" Ehemm " Suara deheman Danillo menghentikan mata Raras yang jelalatan melihat sekeliling.
" Iya gimana pak?" Tanya Raras spontan
" Emm..jadi berapa yang harus saya ganti rugi?" Katanya kemudian.
" Untuk kerusakan koper dan baju-bajuku cukup 2 juta saja pak" Jawab Raras to the point
" Apa terlalu banyak aku minta ganti rugi ya " Kata Raras dalan hati.
" Iyaa..aku rasa sudah cukup " Jawab Raras.
" Baiklah sebutkan nomer rekeningmu sekarang" Kata Nillo membuka ponsel miliknya yang hendak mentransfer Raras. Raras membuka ponselnya yang didalamnya menyimpan nomor rekening bank pribadinya.
" Raras Ajeng Anindita" Gumamnya yang dapat di dengar Raras.
__ADS_1
" Iya itu namaku " Kata Raras dengan senyum basa basi
" Oke sudah saya transfer, silahkan dicek " Ujar Danillo.
Ada notifikasi kalau uangnya sudah masuk direkening Raras.
" Baik Pak..terima kasih "
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu tertuju di ruangan Danillo.
" Masuk" Jawabnya dengan suara tegas
" Maaf Pak mengganggu..Bapak sudah di tunggu rapat..5 menit lagi akan dimulai" Kata seorang perempuan dengan penampilan rapi dan dapat Raras tebak jika ia adalah sekretaris Danillo.
" Oke..saya akan segera kesana" Katanya lugas
" Baik Pak Danillo sekali lagi terima kasih untuk ganti ruginya, saya mohon pamit dulu " Kata Raras hendak pergi.
" Oke...maaf juga kemarin saya ceroboh " Kata Danillo.
" Gpp lain kali hati-hati saja..saya permisi dulu " Kata Raras meninggalkan ruangan Danillo.
__ADS_1
Danillo memandang kepergian Raras dengan sebuah perasaan yang sulit diartikan. Raras seakan mengingatkannya kepada seseorang. Yah seseorang yang begitu ia rindukan dulu.
Sebenarnya selama diruangan Danillo Raras gugup dan grogi karena berhadapan dengan mahluk tuhan yang sexy seperti Danillo. Hahaha..