DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Tiga Puluh


__ADS_3

Seperti biasa di akhir pekan Daniel sudah bangun pagi untuk jogging keliling taman, sejak tadi pagi ia terus memaksaku untuk ikut jogging walau sebenarnya aku malas dan jujur mengantuk.


Entah apa yang merasukinya hingga mengajakku jogging, padahal biasanya dia akan jogging sendirian tanpa mengajakku.


" Come on Baby " Daniel menungguku ketika aku berlari seperti siput


" Ngantukk Yang" Kataku kesal


" Haha.." Dia tertawa puas


" Ywdh kamu tunggu situ aja " Daniel menunjuk sebuah bangku kosong " Aku lanjutin 2 putaran lagi " Ucapnya berlari mengelilingi taman.


" Oke Boss " Kataku girang menepi dan mencari beberapa penjual makanan dipinggir jalan.


Aku memesan sepiring batagor dan es jeruk ke mamang yang jualan di pinggir jalan.


5 menit menunggu akhirnya pesananku datang.


" Ini neng pesanannya " Mamang penjual megantarkan pesananku


" Makasih Mang " Kataku girang dan mulai melahap batagorku dan memberikan uang Rp. 50.000


" Aduh Neng, Mamang belum ada kembalian. Baru saja mangkal " Katanya kebingungan


" Kembaliannya buat Mamang aja " Kataku tak tega


" Beneran Neng, Aduh hatur nuhun Neng Geulis " Katanya girang

__ADS_1


" Iya Mang, sama-sama" Kataku kemudian dan mulai melahap batagorku.


Baru satu suapan di mulutku Daniel datang untuk menjahiliku, ia sengaja merebut makananku.


" Sayang " Teriakku kesal


" Hehe " Daniel hanya nyengir dan langsung menyendok batagor ditangannya.


" Huuuahhh...pedes banget si" Haha Daniel kepedesan dan menghabiskan es jerukku tampa sisa.


" Makanya jangan main comot punyaku..rasain tuh " Kataku cekikikan


" Huuuuhh " Daniel masih kepedesan


" Inih minum lagi Yang " Aku sodorkan air mineral yang barusan kubeli.


Daniel meminumnya dan merasa rasa pedasnya berkurang.


" Kita mau kemana si Yang " Tanyaku yang sedari tadi merasa jalan yang kami lalui tidak biasa


" Nanti juga tau " Daniel sok cool


Daripada protes aku mengikuti saja Daniel membawaku.


Mobil Daniel memasuki sebuah perumahan mewah, kemudian terparkir di salah satu rumah yang belum rampung pembangunannya.


" Ini rumah siapa " Tanyaku penasaran

__ADS_1


" Rumah kita Baby " Ucap Daniel enteng


" Waah serius sayangg...its a big surprise" Kataku memeluk Daniel


" Ayo kita liat Baby " Daniel membuka seat beltku dan kami memasuki rumah besar dengan 2 lantai itu.


Aku di buat kagum dengan desain rumah kami nanti, bagian depan memiliki taman yang cukup besar dan akan di tanami pepohonan agar rindang, ruang tamu juga sabgat luas. Di bagian belakang terdapat kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, overall semuanya tampak mewah.


" Ayo kita ke kamar utama Baby "Ajak Daniel sembari menggandeng tanganku


" Wow...ini sangat mewah sayang " Kataku senang


" Are you happy " Tanya Daniel


" Of Course...im really really happy " Kataku memeluk Daniel lagi


" Huuh " Daniel menghela nafas lega dan tiba-tiba ia melepas pelukan kami seraya berlutut, Daniel mengeluarkan kotak beludru dari kantong celananya.


" Dilara Mariana Harjono..Will you marry me " Ucap Daniel yang membuat aku terpana


" Yes..I do " Kataku senang,, Daniel membuka kotak beludru itu yang berisi cincin berlian, Daniel menyematkan cincin itu di jariku dan cincin pemberian Daniel dulu sudah aku buang gara-gara kesalahpahaman dengannya dulu.


Daniel tersenyum bahagia, ia mencium keningku lembut dan beralih ke bibirku.


Aku berkeliling rumah yang belum 100 persen jadi, masih ada beberapa hal yang masih dalam tahap pengerjaan seperi ķolam renang dan taman.


" Terima kasih sayang sudah menyiapkan semua untukku " Aku bergelayut manja dipundak bidang Daniel saat kami duduk ditepi kolam renang yang belum jadi.

__ADS_1


" Apapun untukmu yang terbaik Baby " Daniel mengacak rambutku.


" Hehe..." Aku makin tenggelam di pundak kekar Daniel.


__ADS_2