DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Duapuluh Satu


__ADS_3

Setelah makan malam tadi Daniel terlihat berbeda, sorot kemarahan jelas berada disana.


" Wei...kenapa cemberut aja sih..marah" kataku mencubit pipinya


" Hemmm" katanya lagi


" Waah...wah minta di cium yahh " aku memonyongkan bibir Daniel dan berhasil membuatnya tersenyum


" Nah gitu dong sayang,,,ayoo cerita ada apa? "


" Baby...who is Bebe " ucapnya datar


" Ohhh itu Bryan sayang, teman SMAku " Aku menjelaskan


" Dont be liar baby " I know all of your chat with him" Daniel menahan cemburu


" Hihiii....oke sayang aku jelaskan,,, emang Bryan cinta monyetku dulu, tapi itu dulu sayang...sekarang ada kamu " Ku peluk tangan kekar Daniel


" Really...Jangan pernah tinggalin aku baby " Daniel menyusup rambutku


" Tentu sayang...I Love You..." Ku kecup bibir Daniel lembut.


*****


Tengah malam ku terbangun dari tidur nyenyakku, mataku melirik sebuah jam di atas nakas masih menunjukkan pukul 01.00 rasanya tubuh ini sangat lelah tapi susah di ajak kompromi.


Untuk membangkitkan rasa kantukku kembali, ku ambil ponsel dan membaca beberapa artikel di sebuah portal berita online, tapi semua sia-sia.


Sebuah pesan ku kirim ke Daniel,


"Yank..dah tidur "


Aku tunggu beberapa saat, sapa tau Daniel belum tidur karena biasanya ia selalu bergadang dengan pekerjaannya yang tak pernah habis.


Sebuah dering ponsel segera ku sambar, dan benar saja baru 5 menit aku kirimkan pesan, Daniel sudah meneleponku.


" Hemm " suaraku terdengar serak


" Kenapa beb, " tangannya lembut

__ADS_1


" Gak bisa bobo " kataku lagi


" Aku temenin yah" kata Daniel dengan sura parau


Kami asyik mengobrol hingga mataku terpejam secara sukarela dan hanya bunyi nafas teratur yang terdengar.


" Morning baby " sapaan Daniel di depan lobi apartemenku berhasil membuat senyum sumringah di bibirku.


" Pagi sayang, tumben si udah jemput, biasanya sibuk terus " sindirku sambil masuk ke mobil audi Daniel


" Hehe..maaf ya baby, ini demi bulan madu kita. Biar semua beres saat kita bulan madu nanti " katanya menjelaskan


" Oke baiklah, tuan CEO sibuk " kataku masih pura-pura cemberut


" Eemmmuuahh" Daniel tiba-tiba mencuri kecupan kecil di bibirku yang sontak membuat cemberutku berubah jadi rengekan.


" Daniellll...curangg!!!!"


" Ahaha makanya jangan cembetut aja."


Hari ini fitting terakhir baju pernikahanku di sebuah butik ternama di Jakarta, kebetulan juga Daniel meluangkan waktu untuk menemaniku.


" Thank you " kataku lembut


Aku mencoba 3 gaun yang akan ku pakai pada hari pernikahanku nanti, untuk akad kebaya, resepsi gaun modern dan jamuan malam gaun modern yang cukup sexy.


Mataku mencari sosok Daniel, entah kemana Daniel pergi sepertinya ada urusan mendadak.


" Gimana bajunya beb? " Daniel datang dengan wajah sedikit pucat


" Telat...udah selesai, ayo pulang" kataku agak sewot


" Im sorry beby, tadi tiba-tiba perutku sakit " katanya lagi sambil menyalakan mobilnya


" Its okay...aku gak pengen berantem..fine lupakan " kataku mengalihkan pandangan ke luar jalanan yang rame


Perjalanan kami cukup hening, mungkin Daniel juga mengerti suasana hatiku yang agak sebal dengannya.


" Oke..thanks " kataku pergi meninggalkan Daniel di parkiran

__ADS_1


Entah mengapa Daniel tak menyusulku, malah pergi begitu saja..ah bodo amat. Kataku dalam hati.


*****


Suara dering telpon memanggilku ketika aku sedang asyik memasak mie instan.


" Ah...mama " gumamku


Segera ku sambar ponselku dan menerima panggilan mama.


" Hallo mah..pa kabar? Lara kangen tau " kataku nyerocos


" Lara dimana kamu nak " mama terdengar panik


" Di apartemen lah mah " kataku cuek


" Ya Allah lara,, calon suami di RS malah kamu enak-enakan di apartemen "


" Maksud mama apa si ?"


" Sayangg.. Daniel masuk rumah sakit "


" Apaaa mah? Daniel !!! Dimana mah?"


" Udah cepetan kamu kesini, di RS Pelita "


"Oke..mah "


Ternyata Daniel mengalami diare akut sampai kekurangan cairan. Dari cerita Mama, Daniel berencana memberikan surprise di hari pernikahan kami, makanya mama jauh-jauh dari Bandung ke Jakarta.


Ku lihat Daniel masih terbaring lemah di ranjangnya, ku usap dahinya yang sedikit berkeringat.


" Maafkan aku sayang, aku egois" bisikku di telinganya


Perlahan Daniel membuka matanya.


" Im ok baby," katanya dengan suara lemah


" I love you " ku cium bibirnya pelan.

__ADS_1


__ADS_2