
Kondisi Daniel perlahan mulai membaik, sehingga aku berani meninggalkan dia sendirian di RS. Aku berniat pulang untuk mandi dan membelikan makanan untuknya.
Kebetulan Papa dan Mama Durrant sedang perjalanan ke luar negeri, sehingga aku yang harus menjaga Daniel disana.
Setelah membeli beberapa makanan, aku bergegas pergi ke RS. Memasuki pintu kamar Daniel ku lihat seorang wanita sedang berciuman dengannya. Airmataku seketika jatuh melihat pemandangan mengerikan itu.
" Danielll....Clara...apa yang kalian lakukan " Kataku membanting kantong belanjaanku.
Daniel nampak kaget melihat kehadiranku dan mendorong Clara.
Aku membuang cincin tunanganku di depan Daniel dan pergi meninggalkan mereka.
" Baby...jangan salah paham " Daniel mencoba mengejarku tapi tenaganya belum pulih.
Dan senyum licik terukir licik di wajah Clara.
" Basstard and Bitch you are " Aku mengumpat sambil mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi. Dan air mata terus saja mengalir begitu deras.
*****
Sesampainya di apartemen aku memasukan beberapa baju ke koper, setidaknya aku butuh ketenangan untuk melupakan hal menjijikan tadi.
Kupesan tiket pesawat melalui online, dan memesan taxi.
2 Jam kemudian
Mataku bergerilya mencari Pak Dirman supir eyangku yang berada di Semarang.
__ADS_1
Yah sekarang aku berada di Bandara Ahmad Yani Semarang.
" Non Lara " Pak Dirman nampak sumringah berhasil menemukanku.
" Pak Dirman...." Aku ikut tersenyum melihatnya " Sehat Pak " tanyaku
" Alhamdulilah Non Bapak sehat, Ya Allah Non Pak Dirman kangen banget sama Non " Katanya membawakan koperku
" Lara juga kangen Pak...gimana Eyang sehat " Tanyaku melangkah ke pintu mobil
" Alhamdulilah Non sehat, Eyang kangen sama Non" Pak Dirman bersiap melajukan mobilnya.
" Alhamdulilah " kataku lagi.
Mobil kami melaju ke rumah eyang yang berada di Bandungan. Eyang Tirta adalah Adik dari Eyangku, sayangnya Eyangku sudah meninggal dan tersisa Eyang Tirta.
Eyang Tirta memiliki beberapa usaha seperti toko kelontong dan restoran yang semua di kelola oleh Paman Rudi anak terakhir Eyang.
Ada beberapa pohon mangga yang sudah siap panen dengan buah yang matang dan besar-besar.
Eyang Tirta telah menyambutku di depan pintu utama,,walaupun usianya sudah senja tapi Eyang selalu terlihat cantik dengan baju kebayanya.
" Cucuku...Kesayangan Eyang...Eyang kangen kowe nduk " Eyang memelukku dan mengecup pipiku kanan dan kiri
" Eyang...Lara juga kangen Yang.." ku balas memeluk Eyang
" Rene-rene...capek ndak nduk...Istirahat dulu yo nduk..bis itu makan,,Eyang dah siapkan makanan kesukaanmu " Eyang menggandeng tanganku memasuki rumah
__ADS_1
" Bi Nartiiii..."panggil Eyang ke salah satu asistennya.
" Nggih Eyang " Bi Narti keluar dari dapur
" Ya Allah Non Lara...Makin ayu wae yoo Yang " Bi Narti juga memelukku dan aku menyambutnya senang
" yoo ayu too...wong putuku " Eyang menimpali seraya bercanda.
Dan kami semua tertawa bersama
Bi Narti adalah istri dari Pak Dirman, mereka sudah bekerja belasan tahun sama Eyang dani sudah seperti keluarga sendiri.
Setelah percakapan singkat tadi aku bergegas masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan istirahat sejenak.
Ku buka ponsel milikku, terdapat puluhan miscall dan chat dari Daniel yang aku abaikan sedari tadi.
Tok..tok..tok..
" Nyuwun sewu Non,, di tunggu Eyang makan" Panggilan Bi Narti membuyarkan lamunanku
" Iyaaa Bi,,sebentar" Aku bergegas menyisir rambutku yang berantakan
Suasana makan malam begitu hangat dan menyenangkan kami berempat makan bersama, walaupun Pak Dirman dan Bi Narti asisten rumah tangga tapi Eyang tak pernah membedakan mereka.
Malam ini di temani sinar bulan aku dan Eyang duduk dan ngeteh di
gazebo taman belakang di iringi tembang jawa yang mengalun dan mendayu, menambah suasana malam yang semakin syahdu.
__ADS_1
" Eyang tau nduk kowe lagi sedih, Ibumu sudah cerita semuanya, Kalau luka itu begitu menyakitkan lupakanlah, Dan kalau hubungan kalian masih bisa diperbaiki,pulanglah segera raih cintamu nduk." Kata Eyang kepadaku
" Tapi rasanya masih sakit Yang" Aku memeluk Eyang dan menangis sejadinya