DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Duapuluh Lima


__ADS_3

Pukul 03.00 aku terbangun dari tidur nyenyakku karena terganggu dengan kehadiran Daniel,, Yah Daniel sembarangan datang ke kamarku dengan mengendap-endap.


Dia memelukku dari belakang di ranjang.


" Sayang nanti Eyang dengar " Kataku berbalik badan, Daniel malah sengaja memejamkan mata " Sayaangg keluar sana, gak enak sama Eyang" Aku mendorong tubuh Daniel sampai jatuh dari ranjang


" Buuuggghhhh..." " Awww sakit Baby " Daniel mengusap-usap lengannya yang sebenarnya tidak sakit.


" Ooh...Sayang maafkan aku,,abisnya kamu bandel si " Kataku agak bersalah


" Cuuppp" Ku kecup bibir lembut Daniel dan senyum jahil langsung terbit dari bibir sexynya.


" More Baby " Rengek Daniel seperti anak kecil


" Udah sana " Aku mengantar Daniel sampai ambang pintu.


Jam 6 pagi dirumah Eyang sudah sibuk dengan segala aktifitasnya. Ku tengok Bi Narti sedang membuat sarapan untuk kami dan Pak Dirman sedang mencuci mobil di halaman belakang.


Eyang di pagi hari akan berolahraga ringan di teras sambil mendengarkan lagu jawa favoritnya. Aku duduk malas melihat Eyang yang sedang melakukan gerakan senam Lansia.


" Lho nduk..Mas mu mana ? " Tanya Eyang sambil tetap melakukan gerakan senam


" Masih tidur Yang" Ucapku singkat

__ADS_1


" Mbok yo di gugah to nduk ayu,,suruh sarapan dulu " Perintah Eyang


" Baik Yang " Aku melangkah ke kamar tamu, kamar yang digunakan Daniel.


" Tok..tok " Ku ketuk pintu kamar Daniel tapi tak ada jawaban, ku buka pintu kamar Daniel dan masuk kedalamnya.


Daniel masih tertidur pulas dengan pakaian celan boxer dan kaos hitam dia terlihat sangat sexy dan tampan.


Aku mendekat ke tepi ranjang untuk membangunkannya tapi aku kasian juga memaksanya bangun takut Daniel masih lelah dan mengantuk.


Ku pandangi wajah tampan Daniel dan mengelus pipinya lembut.


" Ganteng banget si sayangku " Gemas aku cubit pipinya


"Awww.." Daniel menggeliat dan membuka mata elangnya, begitu melihatku didepannya dia langsung menyegrapku dan memberikan ciuman bertubi-tubi.


****


Setelah Daniel mandi dan berganti pakaian santai, kami segera menuju meja makan.


Bi Narti memasak nasi uduk dengan lauk telor dan ayam.


Daniel hanya memakan sedikit karena kepedasan sambal buatan Bi Narti...hahaha

__ADS_1


sedangkan aku dengan lahap memakan masi uduk sepiring sampai habis.


" Baby..Why so hot " Katanya kepedasan


" I like it, sayang " Ini minum " Aku menyodorkan air putih untuknya.


" Kok Mas Daniel makannya sedikit " Tanya Eyang yang sedang menyantap bubur ayam


" Iya Eyang,,nanti nambah " Ucap Daniel basa-basi sambil menahan mulutnya yang panas.


" Eyang nanti Lara mau siap-siap pulang Jakarta ya Yang " Ucapku berpamitan


" Baiklah nduk...ati-ati kowe lan Mas Daniel" Pesan Eyangku


" Oke Yang " Kataku riang dengan menunjukkan jempol tangan kananku


Sebelum terbang ke Jakarta, aku dan Daniel menyempatkan ke rumah Damar untuk meminta maaf atas kesalahpahaman kemarin.


" Baby kenapa si harus minta maaf segala" Daniel merengek tak suka


" Salah kamu sendiri sayang main pukul orang sembarangan, untung gpp" Ku tengok Daniel yang sedang mengemudikan mobilnya.


" Yaa kemarin aku cemburu Baby, melihat kamu jalan sama lelaki gak jelas itu " Daniel membela diri

__ADS_1


" Hust udahlah sayang...jangan membantah, aku pengen kita selesaikan masalah ini dan pulang ke Jakarta.


" As you wish Baby " Daniel akhirnya menuruti keinginanku untuk minta maaf ke Damar, ya karena kenyataannya memang Damar tak bersalah.


__ADS_2