
Sebluah tangan kekar melingkar posesif di perutku, yah semalam Daniel memelukku sepanjang malam seperti anak kecil.
" Baby jangan bergerak " Katanya saat merasakan tubuhku bergeser.
" Daniel banguunnn..kamu harus kerja " Aku mengguncang tubuhnya
" Baby..im CEO..aku bebas kapan saja mau ke kantor " Katanya sombong
" Idiihh..Sombongg amat si " Aku menggelitik perut Daniel yang sontak membuatnya geli.
" Hahaha...oke Baby..please stop it " katanya memohon.
" Makanya cepat bangun " Kataku galak
" Oke Baby..muuaahhhh " Daniel mencuri cium dariku dan melangkah ke kamar mandi.
dan aku dibuatnya senyum-senyum sendiri.
Selagi Danie siap-siap aku membuatkan sarapan ala kadarnya. Omelete dan salad ku rasa cukup untuk mengawali hari Daniel.
" Apa kegiatanmu Baby hari ini" Tanya Daniel di sela sarapannya
" I dont know Yang,,,Kau yang buat aku menganggur " Kataku kesal
" Hahaha...oke-oke maafkan calon suamimu ini "
" Emm mungkin aku akan ke butik nanti siang " Kataku bersemangat
" Baiklah Baby...nikmati waktumu..aku akan sibuk nanti " Daniel meraih tanganku dan menciumnya.
" hemmm "
****
Aku bersiap-siap akan ke butik hingga sebuah dering telepon menginterupsiku.
Mama Durrant Calling
__ADS_1
Mama Durrant menelponku dan segera aku angkat.
" Hallo Mah," Kataku renyah
" Dilara sayang..nanti main ke rumah yah..Mama kangen" Kata Mama lembut
" Oohh baiklah Mah, nanti Lara ke rumah " Jawabku ramah
" Oke sayang..sampai jumpa nanti " Mama menutup teleponnya
" Oke Mah..bye "
Setelah memilih beberapa baju di butik, aku mampir ke toko kue untuk membelikan Mama Durrant beberapa cup cakes dan cemilan kesukaan Mama.
Perjalanan ke rumah Mama hanya butuh 30 menit. Rumah besar yang sangat asri begitu menyejukkan mata. Mama Durrant memang pecinta tanaman, hampir setiap hari ia akan di sibukkan dengan tanaman kesayangannya.
Seorang satpam dengan ramah membukakan gerbang untukku, dan mobilku melesat ke parkir rumah besar Mama Durrant.
Sapaan hangat seorang perempuan cantik langsung menyambutku,
" Lara...Mama kangenn " Mama memelukku erat
" Ayo sini..Mama lagi masak kesukaanmu loh " Mama mengajakku ke dapur
Di dapur sedang memasak Rawon khas Jawa Timur dan Ayam betutu khas Bali dan juga sop buah segar.
Aku membantu Mama meracik sop buah tadi dengan telaten karena kemampuan masakku masih minim.
" Mama happy banget loh, Daniel akhirnya menemukan cintanya setelah sekian lama Daniel terpuruk " Mama seperti keceplosan mengatakan rahasia Daniel
" Memangnya kenapa Mah " Aku mendadak penasaran
" Sebenernya Mama gak mau cerita ini, tapi karena sebentar lagi kamu akan jadi istri Daniel semua akan Mama ceritakan " Kata Mama lagi, dan aku semakin penasaran.
" Lar..sebelum kamu hadir di hidup dan cinta Daniel, Daniel itu sempat terpuruk karena kehilangan cinta pertamanya. Anetta Danuarja namanya seorang model yang cukup terkenal dan anak seorang konglongmerat. Daniel dan Anet telah merencanakan pernikahan mereka hingga suatu hari Anet ketahuan selingkuh dan kecelakaan dengan selingkuhannya. Dan sejak itu Daniel terpuruk. Dan sejak kejadian itu Daniel hampir tak pernah menunjukkan senyumnya, hari-harinya menoton."
Mama memberi jeda dan aku terus diam mendengar cerita Mama.
__ADS_1
" Suatu pagi Mama lihat senyum ceria Daniel dan itu membuat Mama bahagia, ternyata yang bisa membuat Daniel tersenyum adalah karena kehadiran seorang gadis bernama Dilara Mariana Harjono yang setelah Mama selidiki ternyata putri dari sahabat Mama dulu sewaktu kuliah." Mama mengakhiri ceritanya.
"Mama minta tolong jaga Daniel ya nak...buat dia bahagia " pesan Mama lagi
" Baik Mah..Lara akan berusaha " Kataku mangiyakan pesan Mama.
Kami menghabiskan waktu makan siang hanya berdua dan setelah itu aku ijin ke Mama untuk istirahat sejenak di kamar Daniel sebelum Daniel pindah ke apartement.
Kamar itu ada di lantai 2,,dindingnya berwarna gold dengan nuansa maskulin.
Di lemari masih banyak tersimpan baju-baju Daniel dan pandanganku terfokus pada sebuah kotak yang ada di sisi bawah lemari.
Kotak itu berwarna coklat,terbuat dari kayu, seukuran kardus sepatu dan agak sedikit berat. Aku membuka kotak itu dengan penasaran, disana terdapat foto-foto masalalu Daniel saat sekolah di Luar Negeri.
Terdapat satu foto yang membuat mataku menyelidik, foto Daniel dengan seorang gadis cantik berlatar kincir air. Senyum kebahagiaan terpancar disana, ku balik foto tersebut disana terdapat sebuah tulisan.
Amsterdam, 23 Januari 2015
Anet Love Daniel
Ku baca tulisan tangan itu agak merinding, hingga sebuah telepon menyadarkanku.
Daniel Calling
Daniel : Baby kamu dimana?
Aku : Di kamarmu.
Daniel : Jangan bercanda sayang, sekarang aku di apartement.
Aku : Maksudku rumah Mama, bukannya tadi pagi bilang kau akan sibuk?
Daniel : Aku akan menyusul Baby, pekerjaanku di tunda jadi aku bisa pulang cepat.
Aku : Dasarrr..Bossy
Daniel : Tunggu aku Baby
__ADS_1
Aku : Yaya..Baiklah..bye
Daniel : Bye...