DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Tujuhbelas


__ADS_3

Makan malam telah usai, sekarang kami sedang menikmati penampilan dari beberapa penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu lawas.


" Lara senang bertemu denganmu " Clara memelukku, " sepertinya kita harus jalan berdua kapan-kapan " katanya lagi


" Emm.. sepertinya seru juga, call me if you have free time " kataku membalas pelukannya hangat


" Oke, well i have to go, bye Lara..nice to meet you " Clara melambaikan tangan


" Bye Clara..nice to meet you too dear"


Clara pergi diantar Daniel dan sebelum pergi Daniel sempat membisikkan sesuatu padaku


" Tunggu aku baby, i love you "


" Malu tau..masih ada Clara disini " kataku memukul tangan Daniel


" Muuahh " Daniel mencium puncak rambutku sebelum pergi mengantar Clara ke lobi.


Dan aku di buat senyum-senyum sendiri dengan tingkah laku Daniel.


******


Perjalanan pulang ke apartemen cukup singkat karena sudah tidak terlalu macet dan dengan bujuk rayu Daniel akhirnya aku pulang ke apartemennya. Untung disana sudah ada beberapa baju yang bisa aku pakai.


Selesai mandi rasanya badanku sangat segar, pegal-pegal yang sedari tadi kurasakan seketika menghilang. Ku ambil sepasang baju tidur berbahan satin siapa lagi yang membelinya kalau bukan Daniel, pria itu selalu penuh kejutan dan membuatku tergila-gila.


Ku rebahkan tubuhku di sofa ruang TV sambil menunggu Daniel yang sedang mandi juga.

__ADS_1


" Baby ambilkan handuk " teriak Daniel dari kamar mandi


" Iya..iyaa..sebentar " kataku berjalan menyerahkan handuk untuk Daniel


" Inih " Daniel membuka pintu kamar mandi lebar-lebar hingga dia terlihat sangat sexy tanpa sehelai benangpun. Otot-otot tubuhnya sangat kekar karena ia memang rajin berolahraga.


" Ahhhh " teriakku melihat pemandangan indah di depanku


"cepetan pakai handuk,, mataku sudah tidak suci lagi " kataku mencibir


Dengan senyum nakal Daniel mengambil handuk yang aku berikan tapi dia juga menyergapku ke dalam pelukannya.


" Danielll..basaahh bajuku..ihhh " ku pukul dada bidang Daniel agak keras


" Sebentar baby 1 menit " katanya lembut


" Sebentar sayang, itu pasti pizza pesenanku dah datang " ku lepas pelukan Daniel dan menuju ke depan


" Cepat ganti baju " kataku sebelum melangkah pergi dan dibalas dengan anggukan dan senyuman indah Daniel.


Ku habiskan beberapa potong Pizza meat lover pesananku tadi dengan posisiku di peluk Daniel dari belakang.


" Baby.."


" Hemm "


" Tentang Axel, pengacaraku sudah mengajukan tuntutan untuknya " kata Daniel di sela memainkan rambut panjangku

__ADS_1


" Baiklah,, terserah kamu aja yank "


" Selama ada aku di samping kamu, bersandarlah di dadaku terus " Daniel mencium puncak kepalaku


" Okee.i love you"


" Cup " ku cium singkat bibir Daniel


" More baby " desah lirih Daniel


" Emuuuahhh " Kukecup pipi kanan dan kiri Daniel kemudian beralih ke bibir sexynya.


" Emm manis Baby " Katanya membuatku salah tingkah


" Gulali kali ah " Kataku menetralkan diri. "Gimana kalau nonton film aja yank " Kataku lagi


" Boleh..mau film apa?" Kata Daniel masih bergelayut manja seperti anak kecil


" Sayang sukanya apa " Tanyaku


" Action, romance, thriller " Jawabnya semangat


" Oke..oke gimana kalau horor " Kataku sambil cekikikan karena tak menghiraukan pendapat Daniel


" Terserah Baby aja..aku nurut " Katanya pasrah


" Oke Sayangku " Kucubit pipi Daniel gemas karena ekspresinya memang menggemaskan.

__ADS_1


__ADS_2