
Sebuah pesan WA masuk ke ponselku, disitu hanya ada nomor yang tak kukenali.
085443786***
Hallo..Lara masih inget aku
Lara
Siapa ya?
085443786***
Perkenalkan namaku Damar, orang yang kamu serempet kemarin
Lara
Ohh yaa...gimana? semua biaya perbaikan mobilmu akan saya lunasi
085443786***
Hahaha...gak usah Non,,
Lara
Trus...
085443786***
Bisakah kita berteman
Lara
Boleh...
Perkenalan singkat kami terjalin begitu saja dan sudah seminggu ini semakin dekat, Damar sosok lelaki mandiri dan teman curhat yang baik. Dia bisa memberikan masukan-masukan yang masuk akal.
__ADS_1
Oya Damar adalah penanggung jawab pabrik milik Bapaknya, pabriknya cukup besar bahkan hasil produknya pun ada yang di Ekspor ke negara asia tenggara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.
Malam ini Damar mengajakku jalan-jalan keliling Semarang, awalnya aku enggan menerima tawaran itu, tapi Eyang memaksa dan akhirnya aku nurut.
Jalan bareng Damar cukup menyenangkan dan aku bisa sedikit melupakan masalah yang terjadi antara aku dan Daniel.
Tujuan kita yang pertama adalah Mall Ciputra untuk nonton film terbaru dan makan malam, selanjutnya kita pergi ke Pantai Marina.
Sepanjang tepian pantai banyak muda mudi dan pasangan berkumpul disitu untuk sekedar menikmati suasana angin pantai yang begitu menyejukan dan suara ombak yang membuat suasana makin romantis.
" Lara gimana hubunganmu dengan tunanganmu " Tanya Damar tiba-tiba sambil membantunya duduk di tepian pantai.
" Haah " Lara terlihat kaget dengan pertanyaan Damar, sebenarnya Lara enggan menceritakan masalah pribadinya kepada orang lain apalagi orang itu baru saja ia kenal.
" emmm..maaf Damar, aku belum bisa menceritakan masalah pribadiku ke kamu " Kata Lara tanpa menyakiti Damar
" Its ok Lar...aku janji akan membuatmu bahagia " Damar menatap dan menggenggam tangan Lara yang membuat Lara sontak kikuk dan hanya memberikan senyum tipis ke Damar.
Perjalanan pulang ke rumah Eyang cukup memakan waktu lama karena jalanan cukup macet.
Mobil Damar memasuki gerbang rumah Eyang, dari kejauhan aku dapat melihat sebuah mobil yang sangat ia kenali, dan semakin dekat semakin jelas kalau mobil itu memang mobil Daniel.
" Bugggghhhh " Sebuah pukulan tepat di hidung Damar dan lelaki itu pun tersungkur di tanah
" Apa-apan kamu Daniel " Kataku teriak dan marah melihat Daniel semena-mena, aku berlari membantu Damar berdiri dan memanggil Pak Dirman untuk mengobati Damar..sungguh kasian Damar terlihat shock dan kesakitan.
Aku menatap Daniel dengan tatapan tajam dan menampar pipi kanan Daniel, lalu berlari sambil menangis tak karuan. Daniel terus mengejarku sampai nafas kami terengah-engah, ia berhasil menangkapku dan mengurungku ke dalam pelukannya, aku berontak sekuat tenanga tapi semua sia-sia tenaga Daniel begitu besar. Ia berbisik
" Pleasee maafkan aku Baby,,,pleaseee dengarkan aku " kata-katanya terdengar putus asa.
" Oke Daniel,,ayo kita bicara selayaknya orang dewasa " kataku yang membuat Daniel sedikit lega.
Sebuah taman kota yang sepi sengaja kami pilih untuk berbicara secara dewasa. Kami duduk di bangku taman itu, aku lihat di sekeliling hanya terdapat beberapa muda-mudi yang sedang bermesraan dan itu membuat suasana kita semakin kaku dan kikuk.
" Baby " Daniel mengeluarkan suaranya, yaa suara yang aku rindukan. Jujur selama seminggu tak bertemu dengannya membuat jantungku berdebar tak karuan dan aku akui memang aku merindukan Daniel.
__ADS_1
" Hemm" Jawabku acuh
" Baby..please listen to me " Katanya frustasi.
" Oke " Jawabku asal
" Baby maafkan aku, kejadian itu di luar jangkauanku, Clara melakukannya tiba-tiba dan aku tak bisa menghindar " Katanya menjelaskan.
" Tapi kamu menikmatinyakan " Kataku ketus
" Nooo Baby,,,Please percaya aku,,di hati dan jiwaku cuma ada satu nama yaitu Dilara Mariana Harjono, gak ada yang lain " Daniel mendekatiku dan aku selalu menghindar
" Buktikan " Kataku singkat
" Kamu pengen bukti apa Baby??"
" Terserah " Aku semakin cuek
" Baiklah kalau itu mau kamu" Katanya dengan senyum licik
Daniel tiba-tiba mendekapku kencang, ia berusaha mencium bibirku tapi aku berhasil menghindar.
Daniel menatapku tajam karena ponalakan tadi.
" Please maafkan aku Baby " Katanya lagi dengan wajah memelas
Aku membuang nafas kasar dan kembali menatapnya, Ku akui cintaku padanya begitu besar dan begitu mudah bagiku untuk memaafkannya
" Huuh..baiklah akan aku beri kamu satu kesempatan " Kataku yang membuat Daniel berbinar.
" Makasih Baby " Senyum Daniel mulai menggembang
" Ingat cuma satu kesempatan " Ancamku kemudian
" Iya Baby..tapi please...jadi Lara seperti dulu yaa,,kalau enggak aku gigit " Daniel ngelawak sambil menunjukkan deretan gigi putihnya
__ADS_1
" Abisnya kamu jahattt...jahat...jahat.." Ku pukul dada Daniel tak karuan, sampai aku puas dan Daniel cuma diam dan membiarkannya. ia tau bahwa dengan melakukan ini membuat hatiku puas dan tenang dan ia membawaku kepelukan hangatnya.
Setelah perdamaian tadi kami pulang ke rumah Eyang, Eyang tampak bahagia melihatku sudah bisa tersenyum ceria. Dan malam ini Daniel akan menginap di rumah Eyang juga. Karena besok kita akan menemui Damar untuk meminta maaf atas insiden tadi malam.