DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Tiga Puluh Satu


__ADS_3

Setelah pulang dari jogging kami badanku benar-benar terasa pegal-pegal padahal cuma 3 putaran.


Aku merebahkan diri di sofa sedangkan Daniel sedang mengambil air mineral untukku.


" Ini Baby minum dulu " Ia menyodorkan sebotol air mineral untukku


" Hemm..makasih sayang " Kataku langsung menegaknya hingga rasa hausku hilang.


" Baby aku mandi dulu ya..nanti kita akan bertemu dengan seorang desain interior " Katanya sebelum berlalu ke kamar mandi.


" Iyaahh " Kataku masih bermalas-malasan disofa.


****


Aku menuggu Daniel yang sedang ngobrol dengan mandor bangunan, sedangkan aku melihat sekeliling di balkon lantai 2, ku lihat sebuah mobil memasuki halaman rumah kami. Seorang perempuan yang aku tebak seorang desainer interior keluar dari pintu mobil. Penampilannya bisa di katakan cukup sexy, wajahnya juga cukup rupawan.


" Who is she " Gumamku penasaran


Karena rasa penasaranku aku bergegas menuruni tangga dan ingin mencari tau siapa perempuan itu.


Sayup-sayup terdengar suara Daniel sedang berbicara dengan perempuan itu.


" Ohh shiitt its make me jealous "


" Baby " Daniel melihat kedatanganku, ku pasang wajah biasa untuk menyembunyikan rasa crmburuku.

__ADS_1


" Ya sayang " Aku mendekat ke arah Daniel dan mengalungkan tanganku di pinggangnya.


Daniel sedikit terkejut dengan perlakuanku namun selanjutnya ia biasa lagi.


" Baby, kenalkan ini Ellena..Desain Interior rumah kita " Ucap Daniel memperkenalkan kami


" Oh Hallo Miss Ellena, kenalkan aku Dilara " Aku menjabat tangannya dengan tatapan mata menyelidik, Ellena terlihat kikuk.


" Hey Miss Dilara..Nice to meet you " Katanya kikuk.


" Nice to meet you too Miss Ellena " Kataku ikut bergabung dengan mereka


Menurut pandanganku sebagai seorang wanita, Ellena begitu tertarik dengan Daniel, cara berbicaranya begitu manis dan sopan serta sesekali gestur tubuhnya menggoda Daniel, padahal aku ada di antara mereka.


Aku memang tidak bisa berakting dengan baik, Daniel dengan mudah tau bahwa aku begitu cemburu. Ia mendekatiku ketika aku sedang berada di dapur. Ia memelukku dari belakang.


" Baby..i know what on your mind " Katanya di telingaku


" Sok tau..Apa coba? " Kataku mencibir


" Are you jealous right " Cuuuppp...Daniel membalikkan tubuhku dan mencium pipiku cepat.


" Dont worry Baby...all of me only yours...she is just my interior desainer " Katanya lagi menangkup pipiku


" Bohong...kamu terlihat menikmati pemandangan tubuh sexy Ellena " Aku mendorong tubuh Daniel menjauh, tapi ia dengan cepat membawaku kembali ke pelukannya.

__ADS_1


" You're so funny jika cemburu Baby " Senyum menyebalkan Daniel keluar dan langsung ******* bibirku tanpa aba-aba.


Aku yang tak bisa menghindar ciuman Daniel akhirnya menikmatinya, rasanya manis dan bergairah.


Di ujung tangga aku dapat melihat Ellena melihat kami sedang berciuman, ia terlihat marah dan tangannya meremas kertas di tangannya. Aku yang melihat kemarahan Ellena, semakin memperintens ciuman kami hingga Ellena menghilang dari pandangan.


Entah kenapa, akhir-akhir ini rasa cemburuku semakin besar ke Daniel, aku merasa takut kehilangan dan tak rela dengan wajah memuja para perempuan penggagum Daniel.


Dan sejak itu aku menyadari rasa cintaku terhadapnya begitu besar.


Huh...cemburu menguras hati dan perasaan.


" Gimana Miss Ellena, apa rencana anda untuk rumah kami?" Kataku saat kami sudah memulai meeting


" Baik Miss Dilara " Ellena mengeluarkan desain yang sudah dia buat.


Desain yang dibuatnya sangat bagus terlepas dari attitudenya yang sedikit menjengkelkan.


" Gimana Baby, ada yang kurang atau gimana " Daniel meminta pendapatku


" Bagus kok yank..aku suka " Kataku tersenyum ke Daniel.


" Oke Miss Ellena calon istri saya suka, segera kejakan proyek ini " Kata Daniel kemudian


" Terima kasih " Ujar Ellena dengan senyum lagi-lagi menggoda Daniel. Dan membuatku makin geram dan cemburu.

__ADS_1


__ADS_2