
Maya benar-benar tidak suka melihat Stevi bahagia seperti itu, hingga tidak lama kemudian Maya melihat tidak jauh dari sana ada seorang pria yang dari tadi memperhatikan Stevi.
"Bukanya itu Hendra, pria yang sejak SMA ngejar-ngejar Stevi dan cinta mati kepada Stevi?" batin Maya.
Seketika Mata menyunggingkan senyumannya dan mempunyai ide gila. Maya mengotak-ngatik ponselnya yang satu lagi dan mengirimkan sesuatu kepada Hendra bersyukur nomor Hendra masih sama dan belum ganti.
Hendra melihat ponselnya yang bergetar dan betapa terkejutnya Hendra saat melihat foto yang dikirimkan oleh seseorang kepadanya.
"Gila, apa ini benar Stevi?" batin Hendra.
Hendra memperhatikan foto itu dengan seksama, dan wajahnya memang benar-benar wajah Stevi.
"Aku gak nyangka kalau Stevi begitu murahan seperti ini," batin Hendra.
Sementara itu Maya menyunggingkan senyumannya. "Mampus kamu Stevi, malam ini kamu tidak akan bisa lepas dari Hendra," batin Maya.
Stevi merasa pegal, dia pun celingukan mencari kursi kosong hingga Stevi pun melihat ada sebuah kursi kosong dan Stevi cepat-cepat menuju kursi itu dan duduk di sana.
"Astaga, pegal sekali kakiku dari tadi berdiri terus," gumam Stevi dengan memijat betisnya.
Hendra dengan tatapan mesumnya menghampiri Stevi dan duduk di samping Stevi membuat Maya tersenyum.
"Hai Stevi, apa kamu masih ingat kepadaku?" tanya Hendra.
Stevi memperhatikan Hendra, lalu Stevi sedikit menyunggingkan senyumannya.
"Kamu Hendra kan?"
"Ternyata kamu masih ingat kepadaku, kamu semakin cantik saja Stevi," seru Hendra dengan mencolek dagu Stevi.
"Maaf jangan pegang-pegang sembarangan, kamu pasti sudah tahu kan kalau sudah menikah?" kesal Stevi.
Stevi yang merasa kesal hendak pergi dari sana, tapi Hendra menarik tangan Stevi sehingga Stevi terduduk di pangkuan Hendra dan itu membuat Maya memanfaatkan situasi mengambil foto mereka dan mengirimkannya kepada Alex.
✉️"Lihatlah Kak, kelakuan istrimu itu."
__ADS_1
Maya kembali tersenyum puas, dia mengharapkan kalau malam ini akan menjadi malam paling bersejarah karena Kak Alex pasti akan memarahi Stevi di depan semua orang.
"Kurang ajar, berani sekali dia bersikap murahan seperti itu di depan semua orang," geram Alex.
Alex dengan emosi mengambil kunci mobilnya dan pergi menuju hotel tempat acara reunian diselenggarakan. Selama dalam perjalanan, Alex merasa sangat emosi entah kenapa Alex tidak suka melihat Stevi disentuh oleh pria lain.
Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Alex sampai di hotel itu. Dengan terburu-buru Alex masuk, dadanya begitu sesak dan ingin sekali rasanya memukul pria itu.
"Lepaskan Hendra!" bentak Stevi.
"Kenapa? jangan sok jual mahal, aku baru tahu kalau kamu ternyata wanita murahan," ledek Hendra dengan senyumannya.
Stevi melepaskan diri dari Hendra dan langsung menampar Hendra membuat semua orang menoleh ke arah mereka berdua.
"Jangan sembarangan kalau ngomong, memangnya kamu punya bukti kalau aku wanita murahan?" bentak Stevi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Hendra mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto yang dikirimkan oleh Maya. Stevi membelalakkan matanya saat melihat foto itu dan Stevi semakin terkejut saat melihat siapa yang mengirimkan foto itu kepada Hendra.
"Maya," batin Stevi.
"Jangan sentuh istriku!" bentak Alex.
Stevi terkejut saat mendengar untuk pertama kalinya Alex mengakui kalau dirinya istrinya.
"Oh jadi kamu suaminya Stevi? apa kamu tidak malu mempunyai istri murahan seperti dia? menikah denganmu tapi tidur dengan banyak pria," hina Hendra.
Alex semakin emosi, dia langsung menghajar Hendra sampai-sampai Hendra tersungkur ke lantai.
"Kamu tidak berhak menghina dia, aku tahu siapa kamu jadi siap-siaplah besok perusahaan kamu akan hancur!" bentak Alex.
Alex menarik tangan Stevi dan membawanya pergi dari tempat reunian itu, sedangkan Maya merasa terkejut karena semuanya tidak sesuai dengan harapannya.
"Sial, kenapa Kak Alex jadi membela Stevi bukanya mempermalukan dia," batin Maya dengan kesalnya.
"Pelan-pelan Kak, sakit," rengek Stevi.
__ADS_1
"Masuk!"
Stevi diseret dan langsung masuk ke dalam mobil Alex, Alex langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Kamu benar-benar tidak tahu malu, Stevi. Apa kamu tidak sadar diri kalau saat ini kamu sudah menjadi istri aku, seharusnya kamu bisa menjaga nama baik aku bukanya malah seperti itu!" bentak Alex.
"Aku tidak pernah mempermalukan siapa pun, justru Kakak yang sering mempermalukan diri Kakak sendiri. Memangnya Kakak pikir aku wanita murahan? aku lihat tadi yang mengirim foto itu adalah Maya, sejahat itu Maya memfitnah aku dengan mengirim foto editan seperti itu!" sentak Stevi dengan deraian air matanya.
Seketika Alex menghentikan mobilnya, Alex mencekik leher Stevi dan Stevi hanya bisa menangis diperlakukan seperti itu.
"Jangan pernah menyalahkan Maya, dia tidak memfitnah kamu tapi kelakuan kamu yang murahan dan rendah."
Stevi tidak bisa menjawab karena Alex mencekiknya, Alex melihat mata Stevi yang sudah berderaian air mata dan sedikit membuat hati Alex tersentuh.
Alex melepaskan cekikannya dan Stevi terbatuk-batuk, Alex kembali melajukan mobilnya hingga tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah.
Alex kembali menyeret Stevi, kali ini Alex membawa Stevi ke kamarnya. Lalu Alex mengangkat tubuh Stevi masuk ke dalam bathtub lalu menyiram Stevi dengan shower.
"Di mana saja pria itu menyentuh kamu, aku tidak mau ada bekas sentuhan pria lain di tubuh kamu karena aku saja yang sebagai suamimu belum pernah menyentuhmu sama sekali!" sentak Alex.
"Hentikan Kak!"
Alex tidak mendengarkan teriakan Stevi, dia terus saja mengguyur tubuh Stevi dengan air membuat hati Stevi semakin sakit. Setelah puas Alex kembali menyeret Stevi, lalu Alex memaksa untuk melepaskan baju Stevi membuat Stevi berontak.
"Apa yang mau Kakak lakukan?" teriak Stevi dengan deraian air matanya.
"Kalau semua pria bisa tidur denganmu, kenapa aku tidak bisa? aku justru lebih berhak karena aku sudah sah menjadi suami kamu!"
Alex yang memang sudah dikuasai dengan emosi tidak mau mengurungkan niatnya, dia justru semakin bringas dan merobek gaun Stevi sehingga saat ini hanya tinggal celana da*am saja.
Stevi menyilangkan kedua tangannya dan berusaha menutup tubuhnya, Alex melepaskan semua bajunya dan mendorong tubuh Stevi ke atas tempat tidur dan dengan sekejap Alex menerkam tubuh Stevi.
"Lepaskan aku Kak, aku mohon. Jangan lakukan itu," seru Stevi dengan deraian air matanya.
"Apa? aku ini suamimu, kenapa aku tidak boleh melakukannya sedangkan kamu bisa melakukannya dengan banyak pria."
__ADS_1
Alex semakin emosi, Alex berusaha memaksa Stevi untuk melayani hasratnya itu. Entah kenapa Alex semakin menginginkan Stevi padahal dia begitu jijik dan menganggap Stevi sebagai wanita murahan.