DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM
Episode 26 Permintaan Mertua


__ADS_3

Ruangan Thomas tepat berada di samping ruangan Alex, Alex begitu sangat emosi. Maya mengambilkan air minum untuk Alex. "Kak, ini minum dulu," seru Maya.


Alex meneguk air itu sampai tandas, napasnya tampak memburu menandakan kalau Alex sangat marah kepada Thomas.


"Tenang Kak, jangan emosi," seru Maya.


"Kamu jangan ikut campur, ini urusanku dan adik sialan itu!" bentak Alex.


Maya kembali mengeluarkan jurusnya untuk menarik simpati Alex, mata Maya mulai berkaca-kaca.


"Kenapa Kakak berubah? akhir-akhir ini Kakak jadi sangat emosian dan sering membentak aku, padahal sebelumnya Kakak begitu lembut kepadaku," seru Maya dengan deraian air matanya.


Alex melihat Maya yang menangis justru semakin emosi. "Sudahlah May, kamu tidak usah lebay. Aku sedang pusing ini, jangan menambah masalah lagi!" bentak Alex.


"Kakak jahat."


Maya pun dengan cepat keluar dari ruangan Alex, Alex tidak mengejar Maya. Saat ini Alex sudah tidak peduli lagi dengan Maya, awalnya Alex akan luluh melihat air mata Maya tapi entah kenapa saat ini rasa itu tidak muncul justru Alex semakin kesal kepada Maya yang menurutnya terlalu lebay dan manja.


Maya masuk ke dalam ruangannya, dia menghapus air matanya dengan kasar.


"Kurang ajar, ini semua gara-gara Stevi dan aku harus membuat perhitungan dengan Stevi," geram Maya dengan mengepalkan tangannya.


Sementara itu, setiap hari pekerjaan Stevi semakin banyak semenjak Maya pergi, tidak ada yang membantu Stevi.


"Astaga, sungguh sangat melelahkan sepertinya aku harus mencari asisten baru," gumam Stevi.


Tiba-tiba ponsel Stevi berbunyi, dan terlihat ada nama Mama mertuanya di sana. Stevi dengan cepat mengangkat telepon dari Mama mertuanya itu.


📞"Halo Ma, ada apa?" tanya Stevi.


📞"Sayang, kamu pulang kerja jam berapa?"


📞"Sepertinya malam deh Ma, Stevi harus lembur karena Stevi banyak pekerjaan."


📞"Kamu jangan lembur, pulang sore saja karena Mama dan Papa rindu sama kamu ingin makan malam bersama. Bisa kan, kamu pulang sore dan pulang ke rumah Mama? Mama ingin kamu menginap di sini satu malam saja," rengek Mama Linda.


📞"Aduh, bagaimana ya Ma?"


📞"Ayolah sayang, please."


Stevi terdiam sejenak, dia bingung harus jawab apa. Di satu sisi, dia tidak mau mengecewakan Mama mertuanya yang sangat baik itu tapi di sisi lain, dia sama sekali tidak mau bertemu dengan Thomas.


📞"Sayang, bagaimana?" tanya Mama Linda.


📞"Baiklah Ma, nanti Stevi menginap di sana."


📞"Alhamdulillah, ya sudah Mama tunggu."

__ADS_1


Linda pun memutuskan sambungan teleponnya, Stevi mengusap wajahnya. Sungguh situasi ini membuatnya tidak nyaman, harus bertemu dengan orang-orang yang sangat dia benci.


***


Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 sore, Thomas cepat-cepat keluar dari ruangannya karena dia berniat ingin segera pulang dan kembali menemui Stevi.


Bruuukkk...


Thomas menabrak Maya yang sama-sama baru keluar dari ruangan masing-masing.


"Aw," seru Maya.


"Astaga, bisa tidak kalau jalan itu lihat-lihat? gak tahu apa kalau aku sedang buru-buru," kesal Thomas.


Thomas pun dengan kesal segera pergi meninggalkan Maya, Maya masih terduduk di lantai bahkan Thomas tidak menolong Maya terlebih dahulu.


"Dasar cowok tidak peka, bukanya tolongin dulu malah pergi begitu saja," kesal Maya.


Pintu ruangan Alex terbuka, Maya pura-pura kesakitan berharap Alex akan menolongnya karena Alex paling tidak bisa melihat Maya terluka.


"Kak, tolongin aku," rengek Maya dengan wajah yang dibuat kesakitan.


"Astaga, kamu sudah besar kan, bisa berdiri sendiri? aku sedang buru-buru ini," seru Alex.


Lagi-lagi Alex pergi meninggalkan Maya dan Maya semakin kesal kepada Alex.


Alex cepat-cepat melajukan mobilnya menuju kantor Stevi, Alex tidak mau kalah oleh Thomas. Dia juga akan terus berusaha meminta maaf kepada Stevi.


Sementara Stevi baru saja sampai di rumah kedua orang tua Alex dan Thomas.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Ya Allah Stevi, Mama rindu sekali sama kamu Nak," seru Mama Linda sembari memeluk menantu kesayangannya itu.


"Stevi juga rindu sama Mama, Mama sama Papa apakabar? kalian baik-baik saja, kan?" tanya Stevi.


"Kamu jangan khawatir, Mama dan Papa baik-baik saja kok. Justru yang Papa khawatirkan itu kamu, apa kamu bahagia? apa Alex selalu bersikap kasar kepadamu?" tanya Papa Bobby.


"Tidak Pa, Kak Alex tidak pernah kasar kepada Stevi," dusta Stevi dengan senyumannya.


"Sayang, kok Mama lihat kamu agak kurusan ya."


"Mungkin kecapean Ma, soalnya akhir-akhir ini pekerjaan Stevi banyak banget," sahut Stevi.


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat saja di kamar Alex, Mama mau masak dulu buat makan malam nanti."


"Stevi bantuin ya, Ma."

__ADS_1


"Jangan Nak, kamu pasti capek."


"Tidak kok, Stevi tidak capek."


"Ya sudah, terserah kamu saja."


Akhirnya Stevi membantu Linda memasak, tidak lama kemudian Thomas pun pulang. Dia sampai tidak fokus dengan mobil Stevi yang ada di sana, karena pikiran dia saat ini ingin cepat-cepat mandi dan pergi ke rumah Alex untuk menemui Stevi.


Thomas berjalan cepat hingga baru saja dia naik dua tangga, indera pendengarannya menangkap suara wanita yang akhir-akhir ini sedang dia rindukan.


Thomas mengurungkan niatnya untuk naik ke lantai dua, dia pun perlahan melangkah menuju dapur. Thomas mengintip dari balik pintu dapur, dan betapa terkejutnya Thomas saat melihat Mamanya sedang memasak bersama Stevi.


"Stevi," batin Thomas.


Thomas memperhatikan Stevi yang tampak bahagia menemani Mamanya memasak, Stevi tertawa dan itu sangat Thomas rindukan.


"Aku sangat merindukanmu, Stevi. Maafkan aku," batin Thomas.


Setelah cukup lama memperhatikan Stevi, Thomas pun memutuskan untuk mandi. Thomas sangat bahagia karena ada Stevi di rumah itu, awalnya Thomas ingin menemui Stevi tapi tidak disangka-sangka, Stevi justru ada di rumahnya.


Thomas semakin bersemangat apalagi saat ini Alex tidak ada, jadi dia nanti bisa bicara bebas dengan Stevi.


Berbeda dengan Thomas yang saat ini sedang bahagia, Alex justru baru saja sampai di kantor Stevi. Alex segera menghampiri resepsionis untuk menanyakan keberadaan ruangan Stevi.


"Maaf Mba, ruangan istri saya di sebelah mana ya?" tanya Alex.


"Oh, Bu Stevi sudah pulang Pak."


"Hah, pulang? kapan?" tanya Alex.


"Kira-kira setengah jam yang lalu."


"Ah baiklah, terima kasih."


Alex kembali masuk ke dalam mobilnya. "Pasti Stevi sudah pulang ke rumah," gumam Alex.


Alex pun dengan cepat melajukan mobilnya, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Alex sampai di rumah.


"Bi, apa Stevi sudah pulang?" tanya Alex.


"Belum Tuan, Non Stevi belum pulang."


"Lah, dia ke mana? aku susul ke kantornya, katanya dia sudah pulang tapi di rumah tidak ada," seru Alex.


"Mungkin pulang ke rumah orang tuanya, Tuan."


"Ah iya, bisa jadi. Ya sudah kalau begitu aku mandi dulu."

__ADS_1


Alex menuju lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya, dia berencana mau mandi dan setelah mandi baru dia akan menyusul Stevi ke rumah mertuanya. Alex mengira kalau Stevi pulang ke rumah orang tuanya, padahal Stevi saat ini berada di rumahnya sendiri.


__ADS_2