
Boby dan Linda mengajak menantunya itu pulang ke kediaman mereka tanpa Alex karena semenjak ijab kabul, Alex belum kembali juga dan Stevi tahu ke mana Alex pergi.
Tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun sampai.
"Sayang, kamar Alex ada di atas pintu warna coklat kamu masuk saja dan tunggu Alex di sana," seru Mama Linda.
"Iya, Ma."
Mama Linda mengusap kepala Stevi dengan penuh kasih sayang, lalu memeluk menantunya itu.
"Sayang, maafkan Thomas ya. Mama tidak menyangka kalau Thomas akan melakukan hal seperti ini."
Stevi menganggukkan kepalanya lemah, Stevi pun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar Alex.
"Anak kurang ajar, dia yang meminta cepat-cepat untuk menikahi Stevi tapi sekarang malah dia yang menghilang dan membuat Stevi sedih. Awas saja, kalau sampai anak itu pulang Papa tidak akan memaafkan dia," geram Papa Boby.
"Thomas memang sudah sangat keterlaluan, kasihan Stevi," sahut Mama Linda.
Sementara itu, Alex membawa Maya ke apartemen yang Alex belikan untuk Maya.
"Kak, Kakak tahu kan aku sudah lama sahabatan dengan Stevi? jadi aku tahu baik buruknya Stevi seperti apa. Sebelumnya aku minta maaf, bukannya aku menjelek-jelekan Stevi di hadapan Kakak tapi Kakak memang harus tahu siapa Stevi sebenarnya," seru Maya.
"Maksud kamu apa sayang?" tanya Alex bingung.
"Thomas kabur dari pernikahannya mungkin dia sudah tahu siapa Stevi, makanya dia memilih pergi daripada menyesal dikemudian hari."
"Memangnya Stevi orangnya seperti apa?" tanya Alex.
Maya mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto-foto yang sudah sengaja dia edit untuk membuktikan kalau Stevi adalah wanita tidak benar.
Alex sampai membelalakkan matanya melihat foto-foto itu.
"Apa-apaan ini? padahal selama ini aku melihat Stevi sebagai wanita pendiam dan baik-baik tapi aku tidak menyangka kalau kelakuan dia seperti ini," kesal Alex.
"Stevi memang pandai menyembunyikan keburukannya, dia selalu memasang wajah yang sok polos supaya semua orang sayang dan mengasihani dia. Bahkan waktu beberapa Minggu sebelum Kakak pulang ke Indo, dia mengambil ponsel aku supaya Kakak tidak bisa menghubungiku dan akhirnya kita bertengkar karena salah paham," dusta Maya.
__ADS_1
"Apa? tapi dia bilang, dia tidak tahu apa-apa malah dia bilang kalau ponselnya yang rusak," seru Alex.
"Begitulah Stevi, pintar membolak-balikan fakta. Sekarang Kakak sudah tahu kan, bagaimana sifat asli Stevi? jadi, apa Kakak masih mau berdekatan dengan Stevi?" tanya Maya dengan senyumannya.
"Aku benar-benar jijik dengan Stevi, pantas saja Thomas kabur pasti dia sudah tahu wanita seperti apa Stevi," geram Alex.
"Dan aku juga yakin kalau saat ini Stevi sangat bahagia karena bisa menjadi istrimu Kak."
"Iya, tapi aku sama sekali tidak bahagia karena dia sudah menipu kita semua. Lihat saja, aku akan membuat hidup dia menderita selama menikah denganku," geram Alex.
Maya lagi-lagi menyunggingkan senyumannya, Maya kembali berhasil meyakinkan Alex supaya membenci Stevi.
Malam pun tiba...
Seharusnya malam ini adalah malam resepsi pernikahan Stevi dan Thomas tapi Stevi memilih untuk membatalkannya karena Stevi masih merasa tidak enak kepada Maya.
Air mata Stevi kembali menetes. "Kenapa kamu memberikan harapan setinggi langit, kalau pada akhirnya kamu menjatuhkan ku sampai ke dasar bumi, Thomas," gumam Stevi.
Tok..tok..tok..
Stevi segera menghapus air matanya dan dengan cepat membuka pintu kamar Alex.
"Kamu tidak apa-apa kan, sayang?" tanya Mama Linda dengan mengusap wajah Stevi.
"Stevi baik-baik saja kok, Ma. Oh iya, apa Kak Alex sudah pulang?"
"Belum, Mama juga tidak tahu dia pergi ke mana soalnya ponselnya sama sekali tidak aktif."
"Ya sudah gak apa-apa Ma, mungkin Kak Alex sedang menenangkan diri karena tiba-tiba menggantikan Thomas untuk menikah dengan Stevi."
"Kamu memang wanita yang baik Stev, Mama dan Papa tidak salah sudah memilih kamu sebagai menantu kami. Hanya saja anak-anak Mama yang kurang ajar dan tidak tahu diri karena tidak bisa bersyukur bisa mendapatkan wanita seperti kamu."
Stevi hanya sedikit menyunggingkan senyumannya, Linda pun mengajak menantunya itu untuk turun dan makan malam bersama.
Baru saja Stevi duduk, Alex pun pulang..
__ADS_1
"Alex, ayo makan malam bersama kasihan Stevi gak ada temannya," seru Mama Linda.
"Alex sudah makan malam di luar Ma, sekarang Alex capek mau istirahat," sahut Alex dingin.
"Alex, kamu dari mana? kenapa kamu meninggalkan Stevi tadi?" tanya Papa Boby.
"Memangnya kenapa? Alex sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini, bahkan Alex hanya menjadi pengantin pengganti untuk Thomas jadi Alex tidak mau terikat dengan pernikahan ini."
"Alex, jaga ucapanmu! bagaimana pun sekarang kamu dan Stevi sudah menikah, suka ataupun tidak suka Stevi sudah menjadi istri kamu jadi Stevi sekarang menjadi tanggung jawab kamu!" tegas Papa Boby.
Alex sangat malas berdebat, tanpa bicara sepatah katapun Alex memilih untuk pergi. Stevi kembali meneteskan air matanya, Alex yang kemarin masih bersikap baik kepadanya sekarang tiba-tiba menjadi dingin dan perkataannya sangat melukai hatinya.
"Maafkan Alex, Papa akan nasehati dia," seru Papa Boby.
Stevi sungguh tidak nafsu makan, setelah selesai makan malam bersama dia pun memutuskan untuk kembali ke kamar Alex. Dengan ragu-ragu, Stevi membuka pintu kamar Alex dan terlihat Alex sedang memainkan ponselnya di atas tempat tidur.
Stevi berdiri di ambang pintu, dia sama sekali tidak berani menatap Alex apalagi menghampiri Alex.
"Kamu tidak usah menjadi wanita yang sok polos, aku sudah tahu kelakuanmu di luaran sana tukang gonta-ganti pria jadi pantas saja kalau Thomas kabur meninggalkanmu karena memang kamu tidak pantas menjadi menantu dari keluarga Brasco dan aku sangat menyesal sudah menggantikan Thomas untuk menikah denganmu," seru Alex dengan penuh emosi.
"Maksud Kakak apa? aku sama sekali tidak mengerti?"
"Sudahlah, aku tidak akan tertipu dengan wajah polos dan sok baik kamu. Lebih baik sekarang kamu persiapkan diri kamu karena aku bersumpah akan membuat hidup kamu tidak bahagia karena akibat pernikahan bodoh ini, Maya yang harus menanggung kesedihannya."
"Kalau begitu, Kakak boleh ceraikan aku sekarang juga," seru Stevi dengan deraian air mata.
Alex melempar ponselnya dengan emosi, lalu menghampiri Stevi dan mencengkram wajah Stevi dengan sangat keras membuat Stevi meringis kesakitan.
"Tidak semudah itu aku bisa melepaskan mu, aku ingin kamu bisa meyakinkan kepada kedua orang tuaku kalau Maya adalah wanita yang pantas untuk mendampingiku bukan kamu."
"Lagipula, aku bisa jadikan kamu sebagai alat supaya aku bisa bertemu dengan Maya," sambungnya lagi.
Alex menghempaskan tubuh Stevi sehingga Stevi tersungkur ke lantai.
"Dan satu lagi, jangan berani-berani kamu tidur di atas tempat tidurku kamu boleh tidur di mana pun yang kamu suka asal jangan di dekatku!"
__ADS_1
Alex merebahkan tubuhnya dan menutup tubuhnya dengan selimut, sementara itu Stevi kembali menangis meratapi nasibnya sungguh saat ini hatinya hancur berkeping-keping oleh dua pria sekaligus yang merupakan adik kakak itu.