
Thomas dan Stevi masuk ke sebuah restoran yang berada di seberang gedung tempat mereka meeting.
"Biar aku pesankan," seru Thomas.
Thomas dengan cepat memesan pasta karena dia sangat tahu betul kalau Stevi sangat menyukai pasta.
Tidak lama kemudian, pelayan pun datang dengan membawa pesanan keduanya.
"Aku masih ingat kalau kamu suka pasta, jadi aku pesankan pasta," seru Thomas.
Stevi tidak memperdulikan Thomas, dia pun langsung melahap pasta yang sudah dipesankan oleh Thomas.
"Hmm..pastanya enak sekali," gumam Stevi.
Thomas menyunggingkan senyumannya, dia sangat bahagia karena bisa makan bersama lagi dengan Stevi. Keduanya makan tanpa bicara sedikit pun, hingga tidak terasa meeting sudah selesai dan Alex segera keluar lalu mencari keberadaan Stevi.
Stevi masuk ke dalam gedung itu dan berpapasan dengan Alex dan Maya.
"Meetingnya sudah selesai? terus bagaimana dengan keputusannya?" tanya Stevi.
"Aku sudah mewakili perusahaan kamu."
"Syukurlah."
"Apa kamu mau jalan-jalan dulu? soalnya besok kita sudah harus kembali ke Indonesia," seru Alex.
"Tidak, aku capek dan aku mau langsung kembali ke hotel saja," sahut Stevi.
Stevi segera pergi dan disusul oleh Thomas
"Jalan-jalan sama aku aja Kak, aku kan pacar Kakak kenapa Kakak malah ngajak Stevi?" kesal Maya.
"Astaga Maya, aku sudah bilang sama kamu hubungan kita sudah berakhir lebih baik kamu cari pria yang bisa benar-benar mencintai kamu karena saat ini aku sudah tidak bisa melanjutkan hubungan kita," seru Alex.
Alex segera menyusul Stevi dan Thomas, sedangkan Maya tampak geram bahkan saat ini Maya sudah meneteskan air matanya karena merasa sakit diputuskan oleh Alex secara sepihak.
"Kamu akan membayar semua rasa sakit aku, Stevi," batin Maya.
__ADS_1
Sesampainya di hotel, Stevi cepat-cepat mengganti bajunya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Semenjak hamil, Stevi menjadi gampang lelah dan malas melakukan apa pun.
Tidak membutuhkan waktu lama, Stevi pun langsung tertidur. Alex baru sampai di hotel dan melihat Stevi sudah tertidur dengan sangat nyenyak.
"Astaga, gampang sekali tidurnya mungkin dia kelelahan," gumam Alex dengan senyumannya.
***
Malam pun tiba...
Dikarenakan tadi siang Stevi tidur sangat nyenyak, malam ini Stevi merasa tidak mengantuk sama sekali. Dia menyalakan laptopnya dan memutuskan untuk menonton film kesukaannya.
"Cuaca cerah, apa kamu tidak mau jalan-jalan malam?" seru Alex.
"Tidak, aku sudah bosan jalan-jalan di sini dan tidak ada yang menarik," sahut Stevi.
Alex baru saja ingin membalas ucapan Stevi, tapi tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan tertera nama Maya di sana. Alex sangat malas mengangkat telepon dari Maya sehingga Alex pun memutuskan untuk tidak mengangkatnya.
Beberapa detik kemudian, ponsel Alex kembali bergetar dan ada pesan masuk dari nomor Maya. Alex sedikit terkejut, melihat Maya yang saat ini tengah terkapar tidak sadarkan diri di sebuah club' karena mabuk berat.
"Astaga, apa yang sudah dia lakukan?" gumam Alex.
Alex menatap Stevi dan Alex terlihat ragu-ragu untuk bicara kepada Stevi.
"Stev, aku mau----"
"Pergi saja kasihan Maya, lagipula ini di negara orang kalau sampai dia hilang kan gak lucu," seru Stevi santai.
"Ya sudah aku pergi dulu, aku janji tidak akan lama," seru Alex.
"Lama juga tidak apa-apa."
Alex dengan cepat mengambil jaketnya dan pergi ke sebuah bar untuk menjemput Maya. Stevi menyunggingkan sedikit senyumannya. "Baru saja tadi dia bilang sudah mulai jatuh cinta kepadaku, dan ingin memutuskan hubungannya dengan Maya tapi nyatanya ucapannya tidak bisa dipercaya, dasar pria pembohong," geram Stevi.
Alex menghentikan taksi dan mulai pergi ke sebuah bar. Setelah menempuh perjalanan selama empat puluh menitan, Alex pun sampai di bar itu.
Alex langsung masuk dan celingukan mencari keberadaan Maya, dan Alex melihat Maya sudah tidak berdaya di atas sofa akibat mabuk berat.
__ADS_1
Alex segera menghampiri Maya. "Maya, bangun kamu. Bikin malu saja, di negara orang malah buat masalah," seru Alex.
Maya mulai membuka matanya sembari memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Kak Alex, akhirnya kamu datang juga," lirih Maya.
"Ayo bangun dan kita kembali ke hotel, bikin masalah saja," kesal Alex.
Alex membantu Maya bangun tapi Maya malah memeluk Alex, Alex berusaha melepaskan Maya tapi Maya terus saja memeluk Maya. Tanpa mereka sadari, pria yang dari kemarin ngikuti mereka mengambil foto Alex dan Maya.
"Kak, aku sangat mencintaimu aku tidak mau putus denganmu," seru Maya.
"Sudahlah May, jangan seperti ini. Ayo kita kembali ke hotel," ajak Alex.
Maya mendorong Alex sehingga Alex terduduk di sofa, lalu Maya duduk di pangkuan Alex.
"Maya minggir, ayo kita pulang!"
"Kenapa Kakak berubah begitu cepat? apa wanita itu sudah menggoda Kakak supaya Kakak tidak mau lagi kepadaku?" seru Maya dengan setengah sadar itu.
"Stevi tidak pernah menggodaku, justru aku sendiri yang tergoda oleh Stevi," sahut Alex.
Maya sangat marah mendengar ucapan Alex, Maya pun tanpa diduga mencium bibir Alex membuat Alex membelalakkan matanya. Pria yang mengikuti mereka terus saja mengambil foto Alex dan Maya lalu mengirimkannya ke seseorang.
Setelah mendapatkan foto Alex dan Maya, pria itu pergi meninggalkan bar.
Alex mendorong tubuh Maya dengan kasar. "Kamu benar-benar keterlaluan Maya, ayo pulang!"
Alex menyeret Maya untuk keluar dari bar itu dan membawanya pulang ke hotel. Alex merasa sangat geram kepada Maya, entah kenapa Alex merasa sangat bersalah padahal dulu dia dengan santainya bermesraan dengan Maya.
Saat ini Alex memang sudah mulai jatuh cinta kepada Stevi, sehingga dia merasa tidak enak jika berdekatan lagi dengan Maya. Ada perasaan takut di hati Alex dan Alex tidak mau sampai Stevi kembali meragukan cintanya.
"Untung tidak ada yang lihat saat barusan Maya menciumku, kalau Stevi sampai tahu dia pasti akan menganggapku sebagai pembohong," gumam Alex.
Beberapa saat kemudian, taksi yang ditumpangi Alex dan Maya sampai di hotel bersamaan dengan Thomas yang baru sampai juga setelah jalan-jalan bersama temannya yang menetap di Singapura.
"Astaga, kalian dari man? dasar pria brengsek, kemarin baru saja mengatakan kalau kamu mencintai Stevi tapi sekarang malah pergi berdua mana di Maya mabuk lagi," ledek Thomas.
__ADS_1
"Jangan berpikiran yang macam-macam, Maya pergi sendiri ke bar dan pihak bar yang menghubungi aku kalau Maya mabuk berat makanya aku susul dia untuk membawanya pulang. Bagaimana pun ini negara orang dan aku tidak mungkin membiarkan dia sendirian di sini karena dia juga tanggung jawabku sebagai atasannya," sahut Alex.
Thomas tersenyum sinis, dia berjalan santai meninggalkan Alex dan Maya. Sedangkan Alex menggendong tubuh Maya karena Maya sudah tidak sadar sama sekali.