DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM
Episode 25 Alex Vs Thomas


__ADS_3

Stevi yang emosi langsung meninggalkan Alex masuk ke dalam rumah.


"Stevi, tunggu!"


Alex mengejar Stevi ke dalam rumah dan menahan lengan Stevi.


"Stev, tunggu!"


"Apa lagi?"


"Stev, apa kamu tidak bisa memaafkan aku?" seru Alex.


"Aku akan memaafkan kamu Kak, tapi kamu harus mengembalikan apa yang sudah kamu renggut dari diriku, apa kamu bisa?" geram Stevi.


Seketika Alex bungkam, bagaimana bisa dia mengembalikan semuanya. Dia sadar kalau apa yang dia lakukan sudah sangat fatal dan tidak mungkin termaafkan.


"Aku hanya bisa meminta maaf, tapi aku janji akan mempertanggungkan semuanya. Aku janji tidak akan meninggalkan kamu," seru Alex.


"Terus bagaimana dengan Maya? apa kamu sanggup meninggalkan Maya? bukankah rasa cinta Kakak kepada Maya itu begitu sangat besar? aku katakan kepada Kakak untuk yang kesekian kalinya, aku tidak butuh dikasihani mulai sekarang jalani saja hidup masing-masing. Sebenarnya aku ingin sekali bercerai denganmu, tapi aku belum siap bicara kepada Papi aku karena ini terlalu cepat takutnya Papi kaget dan terkena serangan jantung. Jadi, aku harap Kakak bisa bersabar aku akan sedikit demi sedikit menjelaskan kepada Papi kalau memang pada kenyataannya kita tidak cocok dan Kakak nanti bisa langsung menikahi Maya," seru Stevi.


Stevi pun dengan cepat pergi masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Alex hanya bisa terdiam. Tidak tahu kenapa hatinya begitu sangat sakit mendengar kata cerai keluar dari mulut Stevi.


Dulu Alex memang menginginkan cepat-cepat bercerai dengan Stevi, tapi setelah tahu kalau dia orang pertama yang merenggut kesucian Stevi membuat Alex berubah pikiran. Alex tidak mau meninggalkan Stevi, selain rasa bersalah yang begitu sangat besar kepada Stevi, ternyata saat ini Alex juga sudah mulai menyukai Stevi.


"Kita tidak akan pernah bercerai, Stevi. Aku akan berusaha mendapatkan maaf darimu," batin Alex.


Stevi merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, lagi-lagi air mata Stevi mengalir dari mata indahnya itu. Ternyata pura-pura kuat di depan Alex dan Thomas tidaklah mudah, tetap saja dia lemah.


Malam pun tiba...


Alex memutuskan untuk bisa merebut hati Stevi, Alex tidak mau kalau sampai Thomas bisa meluluhkan lagi hati Stevi.


"Bi, Stevi mana?" tanya Alex.


"Sepertinya masih di kamar, Tuan."


"Apa dia sudah makan malam?"

__ADS_1


"Belum Tuan, ini baru saja Bibi mau mengantarkan makanan ke kamar Non Stevi," sahut Bi Wati.


"Oh, sini biar aku saja yang bawakan makanan kepada Stevi."


Alex mengambil nampan makanan dari tangan Wati sampai-sampai Wati melongo karena tidak biasanya Alex bersikap seperti itu.


Tok..tok..tok..


"Masuk!"


Alex masuk ke dalam kamar Stevi, terlihat Stevi sedang mengotak-ngatik laptopnya.


"Kamu kan baru sembuh, jangan bekerja dulu," seru Alex.


Stevi menoleh. "Ngapain Kakak masuk ke kamarku?"


"Aku bawain kamu makan malam, tadi kata Bi Wati kamu belum makan," seru Alex dengan senyumannya.


"Aku bisa turun ke bawah jadi Kakak tidak usah membawakan makanan itu ke kamarku," ketus Stevi.


Alex menyimpan nampan berisi makan malam itu di atas meja, lalu Alex mengambil laptop Stevi dan menyimpannya di atas tempat tidur.


Stevi tersenyum sinis. "Keluar dari kamarku, dan satu lagi jangan sampai orang tuaku tahu kalau aku sakit karena aku tidak mau membuat mereka khawatir," ketus Stevi.


Stevi segera mengambil piring itu dan melahapnya tanpa memperdulikan Alex, Alex kembali terdiam dan memilih keluar dari kamar Stevi.


***


Keesokan harinya...


Stevi kembali membuatkan sarapan, Stevi memang membenci Alex tapi memasak adalah kewajiban dia sebagai seorang istri.


Saat ini Stevi sudah melahap nasi goreng buatan dia sendiri sembari mengotak-ngatik ponselnya.


"Wah, harum sekali membuat perutku lapar," seru Alex.


Stevi tidak merespon ucapan Alex, Stevi masih sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Bulan depan kita akan melakukan perjalanan bisnis ke Singapura, apa kamu sudah siap?" tanya Alex.


Stevi melirik sebentar ke arah Alex lalu fokus kembali ke ponselnya.


"Aku sudah memesan hotel untuk kita, jadi kita akan tidur di hotel yang sama," seru Alex kembali.


Tetap saja Stevi tidak menanggapinya membuat Alex menghembuskan napasnya kasar.


"Ingat, jangan berbuat macam-macam di sana apalagi sampai melakukan hal yang menjijikan lagi," ketus Stevi.


"Aku tidak akan melakukannya lagi, kalau kamu tidak mau aku membawa Maya, aku tidak akan membawanya ikut serta," seru Alex.


"Jangan menyiksa diri, nanti Kakak rindu lagi sama Maya," sindir Stevi.


Stevi menyudahi sarapannya dan segera berangkat ke kantor tanpa memperdulikan Alex. Begitu pun Alex yang langsung lemas karena Stevi sudah sangat berubah. Stevi yang lembut, baik, dan ramah sudah tidak ada lagi, yang ada sekarang hanyalah Stevi yang dingin dan cuek.


Alex sampai di kantor bersamaan dengan Thomas yang juga baru sampai.


"Ngapain kamu di sini?" bentak Alex.


"Memangnya kenapa? ini kantor aku juga, jadi aku berhak atas kantor ini," sahut Thomas dengan senyumannya.


"Brengsek, setelah apa yang sudah kamu lakukan sekarang dengan tidak tahu malunya kamu datang ke kantor," geram Alex dengan mencengkram kemeja Thomas.


Thomas menghempaskan tangan Alex. "Jangan serakah, Kakak menganggapku sebagai orang brengsek terus Kakak sendiri apa? Kakak juga sama brengseknya bahkan Kakak lebih brengsek daripada aku karena sudah menikah masih saja terlibat skandal untung Stevi wanita baik mau membelamu," sindir Thomas.


"Jaga ucapanmu! semua orang sudah tahu kalau di video itu bukan aku, jadi kamu jangan macam-macam di sini," geram Alex.


"Mereka bodoh mau saja dibodohi sama Kakak, sudah jelas-jelas itu Kakak dari fostur tubuhnya saja sudah kelihatan dan yang lebih parah lagi ternyata Kakak berhubungan dengan Maya mantan asisten Stevi. Pantas saja Maya tiba-tiba bekerja di sini, ternyata ada main sama Kakak," sindir Thomas.


"Brengsek."


Alex hendak memukul Thomas tapi Maya dengan cepat menahan Alex.


"Sudah Pak, ini kantor dan semua karyawan sedang melihat kalian," seru Maya.


Alex terlihat sangat emosi, dengan amarah yang memuncak Alex pun pergi meninggalkan Thomas begitupun dengan Maya yang ikut menyusul Alex.

__ADS_1


"Manusia tidak tahu malu, Stevi sudah sangat baik kepadanya tapi ternyata malah menikam Stevi dari belakang," batin Thomas.


Thomas memang tahu dengan berita yang dulu sempat viral itu, dan Thomas meminta Niko untuk melihat video itu dan ternyata orang yang ada di dalam video memang Alex dan Maya.


__ADS_2