DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM
Episode 23 Mulai Menyesal


__ADS_3

Stevi terus melajukan mobilnya dengan deraian air matanya.


"Kenapa kamu kembali Thomas? apa kamu mau menambah penderitaan aku?" gumam Stevi.


"Please Stev, kamu jangan melajukan mobilmu secepat itu aku takut kamu kenapa-napa," gumam Alex panik.


Hingga selang beberapa saat kemudian, Stevi pun menghentikan mobilnya di sebuah danau buatan yang sering Stevi jadikan sebagai tempat merenung dan menenangkan diri.


Stevi keluar dari dalam mobilnya dan melangkahkan kakinya dengan gontai lalu berdiri di pinggir danau itu dengan deraian air matanya, sedangkan Alex secara diam-diam mengikuti Stevi dan mengintip dari balik pohon.


"Ya Allah kenapa semua orang membenciku? apa salah dan dosaku, sampai-sampai mereka menginjak-nginjak harga diriku separah ini? kenapa mereka semua menyakitiku padahal selama ini aku tidak pernah menyakiti siapa-siapa," seru Stevi dengan deraian air matanya.


Alex sampai tercengang mendengar ucapan Stevi, hatinya begitu sakit melihat Stevi seperti itu karena selama ini dia sudah membuat Stevi menderita bahkan sudah menganggap Stevi sebagai wanita murahan.


"Ya Allah, aku ingin bahagia kenapa engkau mempertemukan aku dengan orang-orang seperti mereka? hati aku sakit ya Allah," seru Stevi dengan memukul-mukul dadanya sendiri.


Stevi ambruk di atas rerumputan itu, dia menangis sejadi-jadinya membuat Alex semakin menyesal karena sudah menyakiti wanita yang sangat baik itu.


"Maafkan aku Stev, maaf," batin Alex.


Tubuh Stevi bergetar hebat merasakan rasa sakit yang teramat sangat, Alex yang melihat Stevi seperti itu ingin sekali memeluknya tapi Alex sadar sekarang Stevi sudah sangat membencinya.


Cukup lama Stevi menangis, meluapkan rasa sakitnya. Tenaga Stevi terkuras selain emosi yang meluap-luap, Stevi juga belum makan apa-apa dari tadi pagi.


Stevi menghapus air matanya, perlahan dia mencoba bangkit tapi kepalanya merasa sangat pusing. Stevi oleng tapi dengan reflek Alex datang dan menahan tubuh Stevi, Stevi mendongakkan kepalanya seketika emosi Stevi kembali muncul.


Stevi membenarkan posisinya. "Ngapain Kakak ada di sini?" tanya Stevi dingin.


"Tadi aku ikutin kamu karena aku takut kamu kenapa-napa," sahut Alex.


"Jangan sok perhatian, aku tidak butuh perhatian dari Kakak. Kalau sampai aku kenapa-napa, memangnya apa yang akan Kakak lakukan?"


"Stevi, bagaimana pun kamu adalah istriku dan aku minta mengenai kejadian semalam," seru Alex.

__ADS_1


Stevi tersenyum sinis. "Setelah Kakak menghancurkan semuanya sekarang Kakak dengan mudahnya meminta maaf. Kakak bersikap begini karena Kakak merasa bersalah kan? tenang saja, aku tidak apa-apa jadi Kakak tidak usah merasa bersalah anggap saja tidak terjadi apa-apa," seru Stevi.


Stevi kembali melanjutkan langkahnya, kepala Stevi semakin pusing hingga di saat Stevi hendak membuka pintu mobil, Stevi pun jatuh tak sadarkan diri.


"Astaga, Stevi."


Alex dengan cepat mengangkat tubuh Stevi dan memasukannya ke dalam mobilnya, sedangkan mobil Stevi biar anak buah Alex yang mengambilnya.


Alex dengan cepat membawa Stevi ke rumah sakit, dan tidak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai di rumah sakit. Stevi langsung mendapatkan penanganan, setelah itu Stevi pun dipindahkan ke ruangan rawat.


"Stevi, maafkan aku. Apa yang harus aku lakukan supaya kamu mau memaafkanku?" gumam Alex.


Sungguh Alex merasa sangat menyesal sudah memperlakukan wanita sebaik Stevi dengan sangat buruk.


Tidak lama kemudian Stevi mulai sadar dan memegang kepalanya yang masih terasa sakit.


"Aku di mana?" lirih Stevi.


Stevi mencoba bangun dan dengan sigap Alex membantu Stevi tapi sayang Stevi sama sekali tidak mau dibantu oleh Alex.


"Aku bilang jangan sok perhatian, Kakak ngerti gak sih?" bentak Stevi.


"Stev, apa yang harus aku lakukan supaya kamu mau memaafkanku? aku benar-benar merasa sangat bersalah kepadamu, aku sudah memperlakukanmu dengan sangat buruk dan aku juga sudah mengira kalau kamu wanita tidak baik, aku mohon maafkan aku."


"Pergi dari sini."


"Stev, aku mohon aku tidak akan tenang kalau kamu belum memaafkan aku."


"Aku bilang, pergi dari sini!" teriak Stevi.


"Oke aku pergi, tapi nanti sore aku akan datang lagi ke sini. Kamu harus makan karena kata dokter perut kamu kosong makanya kamu merasa pusing."


Stevi merebahkan tubuhnya dan memiringkan tubuhnya membelakangi Alex, Stevi benar-benar sudah muak dengan Alex. Stevi berpikir kalau Alex meminta maaf hanya karena merasa bersalah saja bukan dengan tulus meminta maaf kepadanya.

__ADS_1


Alex pun meninggalkan Stevi, dia melangkahkan kakinya dengan perasaan yang sangat sedih karena lagi-lagi Stevi belum bisa memaafkannya.


Alex mengepalkan tangannya, dia merasa sangat marah kepada adiknya yang tiba-tiba muncul lagi.


"Ngapain dia kembali lagi?" batin Alex.


Alex kembali ke kantor dengan raut wajah yang tidak bersahabat, Alex duduk di kursi kebesarannya sembari memijat keningnya.


"Kakak kenapa?" tanya Maya yang langsung masuk ke ruangan Alex.


"Tidak apa-apa."


"Kakak dari mana saja, kok jam segini baru kembali ke kantor? jangan bilang Kakak selingkuh di belakang aku, karena tidak seperti biasanya Kakak pergi keluar tidak mengajak aku," kesal Maya.


Alex sangat geram, kepala dia sangat pusing memikirkan Stevi yang belum bisa memaafkannya dan sekarang sesampainya di kantor, Maya malah menuduhnya yang tidak-tidak membuat kepala Alex semakin pusing.


"Kamu bisa diam tidak? kepala aku pusing banget ini, tapi kamu malah menuduhku yang macam-macam. Lebih baik sekarang kamu pergi dari ruangan aku karena aku lagi ingin sendiri dan tidak mau diganggu!" bentak Alex.


Maya terkejut dengan bentakan Alex, Maya baru pertama kali ini melihat Alex semarah itu bahkan Alex sudah mulai membentaknya.


"Kok Kakak membentak aku? kalau Kakak tidak melakukannya, Kakak tidak perlu membentak aku segala," kesal Maya dengan deraian air matanya.


Alex semakin pusing melihat Maya menangis, Maya pun langsung meninggalkan ruangan Alex.


"Aaarrrgggghhhh...kenapa semuanya menjadi seperti ini?" geram Alex dengan menjambak rambutnya sendiri.


Sementara itu Thomas memutuskan untuk pulang ke rumahnya, Thomas belum masuk kantor. Kantor yang sekarang Alex pimpin merupakan milik berdua jadi nanti Alex dan Thomas akan bekerja di kantor yang sama.


Thomas terlihat sangat acak-acakan, dia begitu frustasi melihat wajah Stevi yang sangat membencinya membuat Thomas merasa sangat sakit.


"Bagaimana caranya supaya kamu mau memaafkan aku, Stevi? aku rela melakukan apa pun supaya kamu mau memaafkanku, bahkan aku juga akan berusaha merebut kamu kembali dari Kak Alex," gumam Thomas.


Ternyata Alex dan Thomas sama-sama ingin mendapatkan maaf dari Stevi, tapi sayangnya tidak semudah itu Stevi mau memaafkan Kakak beradik itu. Hati Stevi sudah terlanjur sakit akibat ulah dua pria tampan yang menyakiti dia secara bertubi-tubi.

__ADS_1


__ADS_2