DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM
Episode 24 Perubahan Stevi


__ADS_3

Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Alex cepat-cepat membereskan meja kerjanya karena dia sudah janji akan menemui Stevi lagi ke rumah sakit.


"Kak, nanti antar aku ke mini market dulu ya," seru Maya.


"Maaf May, aku pulang duluan soalnya aku ada urusan penting," sahut Alex.


Belum juga Maya menanyakan sesuatu, Alex sudah pergi meninggalkan Maya.


"Kok ada berubah dengan Kak Alex, apa yang sebenarnya terjadi? sepertinya aku harus mengikutinya," gumam Maya.


Maya segera menyusul Alex dan menghentikan taksi.


"Pak, ikuti mobil itu," seru Maya.


"Baik, Mba."


Maya merasa sangat penasaran, sebenarnya Alex pergi ke mana.


"Lah, ngapain Kak Alex masuk ke rumah sakit?" batin Maya.


Alex dengan cepat masuk ke dalam rumah sakit itu, terlihat Stevi keluar dari dalam lift dan itu membuat Alex kaget.


"Stevi kamu mau ke mana?" tanya Alex.


Stevi tidak memperdulikan Alex, dia terus melangkahkan kakinya dengan langkah gontai. Alex berdiri di hadapan Stevi menghalangi langkah Stevi.


"Minggir."


"Kamu mau ke mana? kamu itu masih sakit."


"Aku sudah sembuh dan aku mau pulang," sahut Stevi dingin.


"Sial, itu kan Stevi kok Kak Alex jadi berubah sih? apa jangan-jangan Stevi sudah menggoda Kak Alex makanya Kak Alex jadi seperti itu? aku tidak bisa biarkan semua ini," geram Maya.


Maya pun dengan emosinya menghampiri Stevi dan Alex.


"Oh, jadi ini urusan pentingnya Kak?" sinis Maya.


"Maya, ngapain kamu di sini? kamu ngikutin aku ya?" kesal Alex.


"Iya, aku merasa curiga sama Kakak makanya aku ikutin Kakak dan ternyata memang benar. Kamu memang wanita munafik Stev, katanya kamu tidak menyukai Kak Alex tapi sekarang apa? apa yang sudah kamu lakukan, sampai-sampai Kak Alex menjadi berubah seperti ini? apa kamu menggodanya dengan menyerahkan tubuh kamu sendiri supaya Kak Alex merasa bersalah?" bentak Maya dengan mendorong tubuh Stevi.

__ADS_1


Stevi yang memang masih lemah langsung tersungkur ke lantai membuat Alex geram.


"Apa yang kamu lakukan, Maya?" bentak Alex.


Alex ingin membantu Stevi bangun tapi Stevi menghempaskan tangan Alex, Stevi berdiri di hadapan Maya dan menatap tajam Maya.


"Iya, aku memang wanita murahan seperti yang kamu umbar-umbar kepada setiap pria. Terus, kalau aku menggoda suamiku sendiri memangnya itu salah? Kak Alex memang kekasih kamu, tapi sekarang dia sudah menikah denganku jadi aku lebih berhak atas diri Kak Alex dibandingkan dirimu. Tapi kamu tenang saja, walaupun aku mempunyai hak penuh atas Kak Alex, aku tidak akan merebutnya dari kamu," seru Stevi dingin.


Stevi melewati Maya dan melanjutkan langkahnya.


"Kamu keterlaluan Kak, kenapa kamu jadi baik kepada Stevi? jangan bilang kamu sudah mulai jatuh cinta kepada Stevi?" bentak Maya.


"Lebih baik sekarang kamu pulang, kamu memang keterlaluan membuat onar di tempat yang salah," geram Alex.


Alex pergi meninggalkan Maya, sedangkan Maya merasa sangat kesal.


"Awas kamu Stev, aku tidak akan membiarkan kamu mendapatkan Kak Alex," batin Maya dengan mengepalkan kedua tangannya.


Stevi berdiri di pinggir jalan menunggu taksi yang lewat, tidak lama kemudian Alex berhenti di depan Stevi dan keluar dari dalam mobilnya.


"Ayo masuk."


"Aku bisa naik taksi."


Stevi sedikit menyunggingkan senyumannya. "Istri? Istri macam apa yang kamu maksud? memangnya selama ini Kakak sudah menganggap ku sebagai seorang istri?" sahut Stevi judes.


"Stev, please kamu boleh marahin aku, kamu boleh maki-maki aku, kamu boleh pukul aku sesuka hati kamu, tapi tolong jangan di sini kita pulang lanjutin di rumah saja," seru Alex.


"Kakak gak antar pulang pacar Kakak? nanti dia marah, sudah sana jangan urusin aku. Aku wanita mandiri dan tidak perlu dikasihani, berbeda dengan Maya yang kerjaannya bergantung kepada orang lain jadi kalau dia tidak dekat dengan orang kaya, dia akan gila," seru Stevi.


"Maksud kamu apa?" tanya Alex bingung.


Sebuah taksi lewat dan Stevi dengan cepat menghentikan taksi itu, Stevi masuk ke dalam taksi dan pergi meninggalkan Alex. Alex hanya bisa melongo, sungguh susah sekali membujuk Stevi.


Alex pun dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan menyusul Stevi, sedangkan Maya semakin geram melihat Alex seperti itu.


***


Beberapa saat kemudian, Stevi pun sampai di rumah Alex. Betapa terkejutnya Stevi saat melihat Thomas sudah ada di sana menunggu kedatangan Stevi.


"Stev, kamu kenapa? kok wajah kamu pucat?" tanya Thomas khawatir.

__ADS_1


"Ngapain kamu di sini? aku mau istirahat," seru Stevi.


Stevi melangkahkan kakinya meninggalkan Thomas tapi Thomas tidak mau menyerah, dia akan terus meminta maaf kepada Stevi sampai Stevi mau memaafkannya.


"Aku tahu kamu tidak bahagia menikah dengan Kak Alex, jangan dipaksakan aku tidak mau melihat kamu tambah menderita," seru Thomas.


Seketika Stevi menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya dengan wajah yang memerah menahan amarah.


"Memangnya kamu pikir, siapa yang sudah membuat aku menderita berkepanjangan seperti ini? apa peduli kamu?" seru Stevi dingin.


"Aku akui aku memang salah dan berdosa kepada kamu karena sudah mempercayai foto itu, dan sekarang aku sangat menyesal dan ingin kembali kepada kamu karena aku masih sangat mencintai kamu, Stev," seru Thomas dengan raut wajah sedihnya.


"Jangan harap kamu bisa kembali lagi kepada Stevi!"


Thomas dan Stevi menoleh, terlihat Alex berdiri dengan wajah yang tidak bersahabat. Alex menghampiri Thomas dan langsung mencengkram baju Thomas.


"Ngapain kamu kembali lagi? dasar tidak tahu malu!" sentak Alex.


Thomas menghempaskan tangan Kakaknya itu, dan menatap tajam ke arah Alex.


"Memangnya kenapa? aku ingin meminta maaf dan mengambil kembali Stevi," sahut Thomas.


"Kurang ajar, jangan harap kamu bisa merebut Stevi dariku!"


Bughh...


Alex memukul Thomas sehingga Thomas tersungkur ke lantai, dan itu membuat Stevi terkejut.


"Kakak apa-apaan sih? Thomas, lebih baik sekarang kamu pergi dari sini," seru Stevi.


"Stev, dia itu tidak mencintai kamu, dia hanya akan membuatmu semakin menderita," seru Thomas.


"Brengsek."


Alex hendak menyerang Thomas lagi tapi dengan cepat Stevi menahannya.


"Aku bilang, kamu pergi dari sini!" sentak Stevi.


Thomas bangkit dan menatap tajam ke arah Alex. "Ingat Kak, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Stevi karena aku sangat mencintai Stevi," seru Thomas.


Dengan perasaan yang sangat marah, Thomas pun pergi dari rumah Alex. Begitupun dengan Alex yang tampak emosi, tidak tahu kenapa hati Alex panas saat mendengar Thomas ingin merebut Stevi darinya.

__ADS_1


Ada perasaan tidak rela bahkan Alex lupa kalau saat ini ada Maya yang statusnya masih kekasihnya.


__ADS_2