DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM
Episode 50 Misi Merebut Hati


__ADS_3

Saking sibuknya bekerja, Stevi sampai lupa dengan makanan yang dibawa oleh Alex.


"Perut aku lapar sekali," gumam Stevi.


Stevi bangkit dari duduknya dan melihat bungkusan makanan di atas meja yang tadi dibawakan oleh Alex.


Perlahan Stevi membukanya dan mulai melahapnya. Saking laparnya, Stevi sampai tidak sadar sudah menghabiskannya.


"Alhamdulillah kenyang," gumam Stevi.


Pintu ruangan terbuka. "Stev, apa kamu sudah makan?" tanya Jhon.


"Baru saja selesai."


"Kamu itu kebiasaan, terlalu mementingkan pekerjaan dibandingkan kesehatan sendiri," seru Jhon.


"Tadi aku tanggung, jadi aku selesaikan dulu pekerjaan aku. Bagaimana pertemuanmu dengan investor Jepang itu?"


"Berjalan dengan lancar, dan dia bersedia berinvestasi di perusahaan kita," sahut Jhon.


"Syukurlah."


"Kamu mau pulang bareng?" tanya Jhon.


"Tidak, aku bawa mobil sendiri," sahut Stevi dengan membereskan meja kerjanya.


"Nanti malam, mau jalan-jalan denganku? mumpung besok adalah hari libur," seru Jhon.


"Tidak Jhon, aku capek sekali ingin istirahat saja."


"Oh oke. Ya sudah, kalau begitu aku pulang duluan ya."


"Iya."


Jhon pun keluar dari ruangan Stevi dengan perasaan kecewa, untuk kesekian kalinya Stevi menolak ajakan Jhon.


Setelah selesai, Stevi pun mengambil tas dan juga kunci mobilnya lalu terburu-buru keluar. Sungguh saat ini Stevi ingin sekali cepat-cepat sampai di rumah karena tubuhnya terasa lelah sekali.


Stevi berjalan dengan mengotak-ngatik ponselnya, hingga tanpa disengaja Stevi menabrak Alex. Tubuh Stevi oleng dan hampir saja terjatuh, tapi dengan sigap Alex menangkap tubuh Stevi sehingga Stevi jatuh di pelukan Alex.


Untuk sesaat, kedua pasang mata itu saling menatap satu sama lain. Tidak bisa dipungkiri, kalau didalam kedua pasang mata itu terlihat sekali kerinduan yang sangat luar biasa.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Alex.


Stevi tersadar, dan langsung membenarkan posisi tubuhnya.

__ADS_1


"Terima kasih."


Stevi melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Alex.


"Mami Nia bagaimana kabarnya?" seru Alex.


Stevi menghentikan langkahnya, tapi Stevi tidak mau membalikan tubuhnya.


"Sampaikan salam ku untuk Mami Nia," seru Alex kembali.


Mata Stevi mulai berkaca-kaca, tanpa sepatah katapun dia langsung masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan Alex.


Alex kembali menghembuskan napasnya kasar. "Sepertinya aku butuh waktu lama untuk bisa menaklukan kembali hati Stevi," batin Alex.


Alex pun masuk ke dalam mobilnya dan pulang menuju rumahnya.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Thomas sudah berangkat?" tanya Alex.


"Sudah, dari satu jam yang lalu."


Linda mengambilkan air putih untuk anak sulungnya itu.


"Kamu kenapa? seperti banyak pikiran?" tanya Mama Linda.


"Stevi sudah kembali, Ma."


"Apa? kok kamu tahu?"


"Ternyata perusahaan tempat Alex bekerja itu adalah milik Stevi juga, bahkan Stevi adalah pemegang saham terbesar di perusahaan itu," sahut Alex.


"Ya Allah, tidak disangka kalian bisa bertemu lagi. Mama sangat merindukan Stevi, apa mungkin Stevi mau bertemu dengan mama," seru Mama Linda dengan raut wajah sedihnya.


"Alex yakin kalau Stevi tidak akan menolak untuk bertemu dengan mama tapi Alex tidak yakin bisa membawa Stevi ke sini karena sepertinya Stevi masih sangat marah kepada Alex," sahut Alex.


Linda dan Alex sama-sama menghela napasnya, begitu pun Bobby yang hanya bisa terdiam tanpa bisa bicara apa-apa.


"Papa masih berharap Stevi akan menjadi menantu kita lagi, tapi apa mungkin Stevi mau?" lirih Papa Boby.


"Alex akan berusaha merebut kembali hati Stevi, bagaimana pun caranya," sahut Alex.


Bobby menepuk pundak Alex. "Papa yakin kalau kalian saling mencintai, dan papa akan dukung kamu untuk mendapatkan Stevi lagi," seru Papa Bobby.

__ADS_1


Alex tersenyum, mendengar orang tuanya mendukung dirinya membuat Alex semakin bersemangat. Saat ini Bobby sudah mulai bisa berjalan lagi walaupun masih tertatih dan memakai tongkat.


Sementara itu di lapak jualan Thomas, dia terlihat sedang membereskan semuanya karena seperti biasa kalau hari Senin sampai Jum'at, Thomas akan berjualan di sore hari. Thomas dibantu oleh sang kekasih yang tidak lain dan tidak bukan ialah Lana.


3 tahun bersama membuat cinta tumbuh di hati keduanya.


"Jarang ketemu Kak Alex, aku jadi rindu kepadanya," seru Lana.


"Apa kamu bilang? bisa-bisanya kamu bilang rindu kepada pria lain di hadapanku!" bentak Thomas.


Lana kaget, Lana pun menghampiri Thomas dan merangkul lengan Thomas dengan manjanya.


"Astaga, gitu aja cemburu. Aku hanya rindu melihat wajahnya saja, bukan rindu karena cinta. Bagaimana mungkin aku mengkhianati pacar aku yang tampan ini, lagipula mau jungkir balik sekali pun Kak Alex tidak akan pernah melirik aku," seru Lana.


"Kak Alex itu hanya mencintai Stevi, jadi mau ada cewek telanjang sekalipun di hadapannya, dia tidak akan tergoda," sahut Thomas.


"Hah, sebesar itukah cinta Kak Alex kepada wanita itu?" tanya Lana.


"Iya."


"Hmmm...jadi penasaran seperti apa wajah wanita yang beruntung itu," seru Lana.


"Stevi wanita yang sangat sempurna, semua pria pasti akan jatuh cinta kepadanya," sahut Thomas dengan senyumannya.


Lana melipat kedua tangannya di dada dan mendelikan matanya ke arah Thomas.


"Jangan-jangan kamu juga menyukai wanita itu?" kesal Lana.


"Tidaklah, mana mungkin aku suka kepada wanita yang sudah menjadi milik kakakku," dusta Thomas.


Lana masih terdiam, Thomas tersenyum dan mencium pipi Lana membuat Lana seketika tersenyum malu.


"Apaan sih kamu, main cium-cium segala bagaimana kalau ada orang yang lihat," seru Lana dengan memukul manja Thomas.


"Bukanya kamu suka kalau dilihatin banyak orang," ledek Thomas.


Lana tersenyum malu, dia pun kembali membantu Thomas membereskan dagangannya. Thomas hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kekasihnya itu.


Lana tidak tahu saja kalau Stevi itu adalah mantan kekasih Thomas bahkan hampir menikah.


*


*


*

__ADS_1


Maaf ya, akan slow up soalnya sedang menyiapkan naskah untuk ikutan lomba🙏


__ADS_2