DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM
Episode 48 Kepulangan Stevi


__ADS_3

Dua tahun kemudian...


Seorang wanita cantik sedang duduk di samping sebuah makan yang penuh dengan bunga itu. Wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Stevi.


Tiga tahun sudah Stevi menetap di Perancis dan saat ini Stevi tumbuh menjadi wanita dewasa yang sangat menawan. Satu tahun lalu, maminya meninggal akibat penyakit kanker darah yang dideritanya.


Ternyata selama ini maminya menyembunyikan penyakit yang dideritanya dari Stevi karena ia takut Stevi sedih tapi pada akhirnya Stevi memang hancur saat maminya pergi menyusul papinya untuk selamanya.


"Mi, maafkan Stevi sepertinya Stevi akan kembali ke Indonesia. Hidup di sini pun Stevi tidak punya siapa-siapa, jadi izinkan Stevi untuk kembali ke rumah kita. Stevi janji akan sering mengunjungi mami ke sini jadi mami jangan khawatir," seru Stevi.


Air mata Stevi kembali mengalir dari balik kaca mata hitam yang dipakainya. Waktu satu tahun sudah cukup untuk Stevi memikirkan semuanya, dan sekarang Stevi sudah menerima kenyataan kalau maminya sudah pergi.


"Stevi akan menjadi wanita yang kuat seperti apa yang diinginkan oleh Mami. Stevi pergi dulu ya Mi, jangan pikirkan Stevi karena Stevi akan hidup dengan baik. Stevi sangat menyayangi Mami."


Stevi pun mencium nisan Maminya, lalu Stevi bangkit dan perlahan meninggalkan Maminya itu. Di belakang, Jhon sudah menunggu.


"Apa kamu sudah siap kembali ke Indonesia?" tanya Jhon.


"Iya."


Stevi masuk ke dalam taksi bersama Jhon menuju bandara. Semenjak Maminya meninggal, Stevi berubah menjadi sosok yang dingin, cuek, dan tidak pernah tersenyum sama sekali.


Kebahagiaan Stevi perlahan sudah menghilang dalam kehidupan Stevi dan dia sudah tidak peduli lagi dengan masa depannya karena untuk saat ini yang ada dalam pikirannya hanyalah bekerja, bekerja, dan bekerja.


Stevi dan Jhon sampai di bandara, dan mereka segera memasuki pesawat untuk kembali ke Indonesia.


Sedangkan Alex, dia bekerja selama dua tahun di perusahaan itu membuat Alex diangkat menjadi asisten pribadi Jhon karena Jhon sangat bangga dengan pekerjaan Alex yang bagus.


Sampai saat ini Jhon tidak tahu kalau Alex adalah mantan bos di sebuah perusahaan maka dari itu, Alex tahu dan paham akan bisnis.


Menjelang sore, Stevi dan Jhon sampai di Indonesia. Stevi langsung pulang ke rumahnya begitupun dengan Jhon yang kembali ke apartemennya.


"Akhirnya aku kembali lagi ke sini," gumam Stevi dengan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Stevi tidak menyangka kalau akhirnya dia akan hidup sendiri ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.


Hidup Stevi seakan hampa tidak ada artinya apa-apa lagi. Penguat hidupnya selama ini sudah tidak ada dan sekarang mau tidak mau Stevi harus berdiri sendiri.

__ADS_1


***


Keesokan harinya...


"Ma, Pa, bagaimana penampilan Alex?" tanya Alex.


"Seperti biasa, putra Mama terlihat sangat tampan," sahut Mama Linda.


"Kata Pak Jhon, hari ini akan ada tamu penting jadi Alex harus berpenampilan rapi," seru Alex.


"Percuma tampan juga kalau gak ada pasangan," ledek Thomas.


"Memangnya kenapa kalau gak punya pasangan? masalah buat kamu?" ketus Alex.


"Yang dikatakan adikmu benar Lex, memangnya kamu tidak ada niat buat cari pasangan? umur kamu semakin hari semakin bertambah," seru Papa Bobby.


"Tidak Pa, Alex masih belum bisa melupakan Stevi," sahut Alex.


"Nak, ini sudah tiga tahun berlalu mungkin saja Stevi sudah menikah lagi," seru Mama Linda.


Alex terdiam, dia akan terus menunggu Stevi sampai kapanpun sampai dia tahu kalau Stevi sudah menikah lagi, baru dia akan berhenti mengharapkan Stevi.


Saat ini Alex sudah mempunyai mobil sendiri karena Jhon memberikan mobil untuk Alex sebagai hadiah karena Alex sudah bekerja dengan bagus.


"Kenapa jantungku tiba-tiba berdebar seperti ini, apa yang akan terjadi hari ini? mudah-mudahan tidak ada kabar buruk," gumam Alex dengan mengendarai mobilnya.


Beberapa saat kemudian, Alex pun sampai di kantor. Ternyata semua karyawan sudah menunggu di depan pintu untuk menyambut kedatangan tamu penting yang entah siapa.


Jhon datang dan Alex langsung menghampiri Jhon sembari membungkukkan badannya.


"Selamat pagi, Pak!"


"Pagi, bagaimana apa semuanya sudah siap?" tanya Jhon.


"Sudah Pak. Oh iya, maaf kalau boleh tahu memangnya siapa tamu itu?" tanya Alex.


"Dia pemilik perusahaan ini juga, jadi perusahaan ini aku dan dia yang mendirikan bahkan saham dia lebih besar daripada punyaku," sahut Jhon.

__ADS_1


Alex terlihat manggut-manggut, hingga tidak lama kemudian sebuah mobil sport keluaran terbaru berhenti di depan kantor. Semua karyawan menundukkan kepalanya, kecuali Alex yang tampak penasaran dengan orang yang berada di dalam mobil itu.


Jhon dengan cepat melangkahkan kakinya menghampiri mobil itu dan membukakan pintu mobilnya. Stevi pun keluar dari dalam mobilnya membuat Alex seketika membelalakkan matanya.


"Stevi," batin Alex.


"Selamat datang di perusahaan kita, Stev," seru Jhon.


"Terima kasih, Jhon."


Stevi pun mulai melangkahkan kakinya, pandangan Stevi seketika tertuju kepada pria tampan yang saat ini sedang menatapnya.


"Kak Alex, ngapain dia ada di sini?" batin Stevi.


Stevi bersikap seakan-akan dia baik-baik saja, padahal jantungnya sudah berdegup tidak karuan. Stevi berjalan melewati Alex tanpa menoleh ke arah Alex sedikit pun dan berdiri di depan semua karyawannya.


"Semuanya, perkenalkan ini Stevi pemilik perusahaan sekaligus pemegang saham terbesar di perusahaan ini. Mungkin salah satu dari kalian ada yang sudah mengenalnya karena Stevi juga merupakan pemilik perusahaan besar di sini yaitu PT.AMORA GRUOP yang sampai saat ini masih memegang perusahaan terbaik di negara ini," seru Jhon.


"Selamat datang, Bu!"


Semua karyawan membungkukkan badan ke arah Stevi secara serempak termasuk Alex. Dari awal masuk, Alex terus saja menatap Stevi tapi berbeda dengan Stevi yang memilih pura-pura tidak melihatnya.


"Aku yakin kalau kamu akan kembali lagi ke sini, Stevi. Kali ini aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hati kamu kembali," batin Alex dengan senyumannya.


"Astaga, kenapa Kak Alex terus saja melihat ke arahku?" batin Stevi dengan kesalnya.


Setelah perkenalan, Jhon pun mengantar Stevi ke dalam ruangannya termasuk Alex yang mengikuti keduanya dari belakang.


"Stevi, apa kamu baik-baik saja?" tanya Jhon.


"Iya, memangnya kenapa?" sahut Stevi dingin.


"Tidak, takutnya kamu kurang enak badan karena kamu kan baru sampai di sini tadi malam," seru Jhon.


Stevi memilih diam dan tidak mau memperpanjang pembicaraannya dengan Jhon, sedangkan Alex yang dari tadi mengikuti Stevi dan Jhon tampak mengerutkan keningnya.


"Stevi berubah, sikap dia tidak seperti dulu lagi. Sekarang dia menjadi dingin dan cuek," batin Alex.

__ADS_1


__ADS_2