DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM
Episode 46 Melamar Pekerjaan


__ADS_3

Sore ini Stevi menyempatkan diri untuk pulang dulu ke rumahnya sebelum nanti malam dia harus kembali lagi ke Perancis.


"Jhon, sepertinya aku mau pulang dulu ke rumah," seru Stevi.


"Ya sudah, biar aku antar kamu."


Jhon mengantarkan Stevi ke rumahnya, tidak membutuhkan waktu lama Stevi pun sampai di rumahnya.


"Non Stevi," seru Bi Wati kaget.


"Apakabar, Bi?"


"Alhamdulillah sehat Non, Nyonya Nia mana kenapa tidak kelihatan?"


"Mami tidak ikut Bi, lagipula Stevi juga tidak lama kok soalnya nanti malam Stevi mau berangkat lagi ke Perancis. Oh iya, kenalkan ini Jhon teman aku," sahut Stevi.


"Halo."


Jhon melambaikan tangannya kepada Bi Wati sembari tersenyum dan tentu saja Bi Wati membalasnya dengan anggukan kepala.


"Apa Nona mau makan dulu? biar bibi masakan makanan kesukaan Nona."


"Boleh, Bi."


"Baiklah, kalau begitu bibi masaka dulu."


Bi Wati pun segera pergi menuju dapur..


"Jhon, kamu tunggu saja di sini soalnya aku mau mandi dulu," seru Stevi.


"Oke."


Stevi pun dengan cepat pergi ke lantai dua untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket oleh keringat.


Sementara itu, Jhon terlihat memperhatikan keadaan rumah Stevi. Lalu, Jhon menghampiri Bi Wati yang saat ini sedang memasak dan duduk di kursi meja makan.


"Bi, apa aku boleh bertanya mengenai Stevi?" tanya Jhon.


"Mau tanya apa, Mas? kalau bibi tahu, bibi akan jawab," sahut Bi Wati.


"Apa sebelumnya Stevi punya pacar?" tanya Jhon.


"Bukan pacar lagi Mas, Non Stevi itu sudah sempat menikah cuma pernikahannya tidak bertahan lama hanya beberapa bulan saja," sahut Bi Wati.

__ADS_1


Jhon membelalakkan matanya, dia tidak menyangka kalau ternyata Stevi pernah menikah dan sekarang seorang janda.


"Apa? Stevi menikah dengan siapa?" tanya Jhon.


"Sama Mas Alex."


"Terus, kenapa mereka sampai berpisah?" tanya Jhon penasaran.


"Kalau itu, bibi kurang tahu," sahut Bi Wati.


Jhon mengangguk-angguk, tidak lama kemudian Stevi pun menuruni anak tangga. Stevi sudah berganti baju dan Stevi tampil dengan sangat cantik membuat Jhon selalu memuja Stevi.


Jhon tidak peduli kalau Stevi seorang janda karena Jhon memang sudah terlanjur mencintai Stevi.


Stevi dan Jhon makan malam bersama..


"Stev, bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?" tanya Jhon.


"Kamu mau tanya apa?"


"Apa benar kamu sudah menikah?"


Stevi menghentikan suapannya dan itu membuat Jhon merasa tidak enak.


"Iya, aku memang pernah menikah jadi aku adalah seorang janda," sahut Stevi dingin.


"Kalau boleh tahu, kenapa kamu cerai dengan mantan suami kamu?" tanya Jhon kembali.


Stevi kesal, dia menghentikan makan dan menatap Jhon dengan tatapan tidak suka.


"Jhon, aku paling tidak suka kalau ada orang yang nanya masalah masa lalu aku. Kamu itu sudah terlalu jauh mencampuri urusan pribadi aku," kesal Stevi.


Stevi bangkit dari duduknya dan mengambil tas selempangnya.


"Stev, maafkan aku. Aku tidak bermaksud mencampuri urusan pribadi kamu, aku hanya ingin tahu saja," seru Jhon dengan menahan lengan Stevi.


"Terus kalau kamu sudah tahu dengan masalah pribadiku, mau kamu apa?"


"Tidak apa-apa, aku tetap suka sama kamu, aku tetap cinta sama kamu karena bagi aku status bukanlah menjadi penghalang," seru Jhon.


Stevi melepaskan tangan Jhon. "Aku sudah beberapa kali bilang sama kamu, aku sudah tidak tertarik lagi dengan yang namanya cinta jadi stop kamu mengatakan cinta kepadaku karena aku sudah tidak percaya lagi akan yang namanya cinta," geram Stevi.


Stevi mulai melangkahkan kakinya. "Apa mantan suamimu sudah menyakitimu? sampai-sampai kamu seperti ini?" teriak Jhon.

__ADS_1


Stevi menghentikan langkahnya, kedua tangannya mengepal. Stevi sudah berusaha melupakan Alex, tapi Jhon kembali mengingatkannya lagi akan pria yang saat ini masih betah berdiam di dalam hatinya itu.


"Kamu tidak usah tahu masa laluku," seru Stevi.


Lalu Stevi dengan cepat meninggalkan rumah, Jhon mengejar Stevi namun sayang Stevi sudah terlanjur masuk ke dalam taksi.


"Sialan, kenapa aku sebodoh itu? pasti saat ini Stevi akan sangat membenciku," batin Jhon dengan kesalnya.


Stevi segera menuju bandara, walaupun keberangkatannya satu jam lagi tapi Stevi lebih baik menunggu di bandara daripada harus bersama pria kepo seperti Jhon.


"Ya Allah, kenapa rasa itu tidak pernah bisa hilang? seharusnya aku membenci Kak Alex tapi kenapa justru sebaliknya, aku sama sekali tidak bisa melupakannya," batin Stevi.


Sementara itu di rumah Alex, saat ini Alex sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan tatapannya lurus ke arah langit-langit kamarnya.


"Sudah satu tahun tapi kamu belum kembali juga Stevi, mau sampai kapan kamu pergi? sudah cukup kamu menghukum ragaku, jangan kamu tambahkan lagi dengan menghukum perasaanku, sungguh saat ini aku merasa sangat tersiksa," batin Alex.


Alex bangun, dia ingat kalau dia belum mengatakan keputusannya kepada Thomas. Alex keluar dari dalam kamarnya, terlihat Thomas sedang menonton tv bersama kedua orang tuanya.


"Kalian belum tidur?" tanya Alex.


"Masih siang Kak, belum ngantuk," sahut Thomas.


"Thom, apa kamu sanggup jika jualan sendiri?"


"Lah, memangnya kakak mau ke mana?" tanya Thomas.


"Tadi aku melihat ada perusahaan asing yang baru saja mengadakan peresmian dan aku juga lihat kalau mereka sedang mencari karyawan besar-besaran jadi aku mau melamar pekerjaan di sana, mudah-mudahan saja aku keterima," sahut Alex.


"Memangnya perusahaan itu akan menerima kakak? kalau mereka tahu siapa kakak bagaimana? pasti mereka tidak akan menerima kakak bekerja di sana," seru Thomas.


"Kamu tenang saja, sepertinya itu perusahaan asing dan dari namanya itu perusahaan milik orang Perancis jadi mereka tidak akan tahu berita mengenai aku, apalagi itu kan sudah lama sudah satu tahun yang lalu pasti beritanya juga sudah menghilang," sahut Alex.


"Kalau aku sih setuju-setuju saja, tapi aku takut kakak dipermalukan saja gitu," seru Thomas.


"Kamu tenang saja, itu tidak akan terjadi. Ma, Pa, boleh kan, Alex melamar pekerjaan ke sana?" seru Alex.


"Mama dan Papa hanya bisa mendo'akan kalian berdua, masalah kalian mau kerja di mana pun juga, Mama tidak akan melarangnya yang penting halal dan kalian nyaman dengan pekerjaan itu," sahut Mama Linda.


"Papa setuju kalau kamu melamar pekerjaan ke sana, soalnya passion kamu memang di situ," sambung Papa Bobby.


"Mama dan Papa do'akan saja ya, semoga besok Alex bisa diterima bekerja di sana," seru Alex.


"Amin, kita semua selalu mendo'akan kalian," seru Mama Linda dengan mengusap kepala Alex dan Thomas secara bergantian.

__ADS_1


Alex dan Thomas tersenyum, bagaimanakah kelanjutan cerita Alex dan Thomas apakah mereka akan kembali bertemu dengan Stevi? Lalu bagaimana reaksi Stevi saat nanti tahu kalau Alex bekerja di perusahaannya sebagai bawahannya?


__ADS_2