DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM
Episode 7 Rencana Pernikahan


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Alex sampai di depan kantor Stevi dan bersamaan dengan Maya yang baru saja keluar.


"Kak Alex."


Alex dengan cepat memeluk Maya. "Aku sangat merindukanmu May, kenapa kamu tadi tidak ikut Stevi ke Bandara," seru Alex.


Maya tersenyum sinis, lalu melepaskan pelukan Alex.


"Untuk apa Kak? bahkan kalau aku ikut, kedua orang tua mu tidak akan memperdulikan ku jadi daripada aku sakit hati lebih baik aku tidak ikut," sahut Maya.


Alex tahu kalau saat ini kekasihnya itu sedang merajuk, dia pun menarik tangan Maya dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.


"Jangan cemberut terus, masa kekasih baru pulang dikasih wajah yang cemberut," ledek Alex.


"Terus aku harus bagaimana? harus jingkrak-jingkrak gitu?"


"Ya enggak juga sih. Oh iya, kenapa akhir-akhir ini ponsel kamu gak aktif? bahkan pesan aku hanya kamu baca saja?" tanya Alex.


"Aku sibuk dengan pekerjaan jadi jarang buka ponsel," sahut Maya dingin.


Alex tampak mengerutkan keningnya, Alex merasa kalau kekasihnya itu berubah tidak seperti dulu. Hingga beberapa saat kemudian, Alex pun menghentikan mobilnya di sebuah restoran.


"Ayo turun, pasti kamu belum makan kan?"


Maya tidak banyak bicara, dia pun keluar dari dalam mobil dan berjalan duluan masuk ke dalam restoran. Seperti biasa, Alex akan membawa Maya ke restoran yang ada privat roomnya karena Alex takut ada orang yang mengenalnya dan tahu akan hubungannya dengan Maya.


Saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah privat room, Alex menggenggam kedua tangan Maya.


"May, kamu marah ya sama aku? tidak seperti biasanya kamu bersikap seperti ini? apa jangan-jangan kamu sudah punya pria idaman lain lagi," seru Alex.


Maya menatap Alex dengan tajam. "Seharusnya kamu tahu apa kesalahan kamu sendiri, Kak," kesal Maya.


"Apa? sebenarnya apa yang sudah aku lakukan? kalau aku punya salah, aku minta maaf."


"Kak, apa Kakak sadar kalau hubungan kita itu begitu membosankan?"


"Maksud kamu apa, May?"


"Kakak itu terlalu dingin dan cuek, aku ini wanita yang ingin sekali dimanja Kak seperti wanita pada umumnya contohnya Stevi, Thomas begitu memperlakukan Stevi dengan hangat dan aku ingin juga seperti itu tapi kamu dari dulu tidak bisa melakukannya," kesal Maya.


Alex menghela napasnya. "Oh, jadi itu masalahnya? oke, maafkan aku karena selama ini aku terlalu dingin sama kamu tapi aku janji mulai sekarang aku akan berubah lebih hangat lagi," seru Alex.

__ADS_1


Maya terdiam, entah kenapa Maya merasa tidak bahagia dengan ucapan Alex.


"Jadi, sekarang kamu mau kan maafkan aku?"


Maya menganggukkan kepalanya dan tersenyum yang sedikit dipaksakan membuat Alex ikut tersenyum dan mencium kedua punggung tangan Maya.


Malam pun tiba...


Thomas mengantarkan Stevi pulang dengan menggunakan mobil yang satunya lagi karena sampai saat ini Alex belum juga pulang ke rumah.


"Sayang, kamu kenapa? tidak seperti biasanya kamu pendiam seperti ini?" tanya Thomas.


"Ah, aku tidak apa-apa hanya sedikit lelah saja."


"Ya sudah, nanti pas sudah sampai rumah kamu langsung istirahat ya karena aku tidak mau kalau kamu sampai sakit."


"Iya."


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai. Stevi dengan cepat keluar dari mobil Thomas dan masuk ke dalam rumahnya bahkan Stevi lupa mengucapkan selamat malam kepada Thomas.


"Astaga, dia kenapa? dia sampai lupa tidak pamitan dulu sama aku," gumam Thomas.


Keesokan harinya...


"Pagi Mi, Pi!"


"Pagi, sayang."


"Bagaimana tidurnya, nyenyak?" tanya Mami Nia.


"Nyenyak dong Mi."


"Oh iya sayang, Papi sudah ngobrol dengan Pak Boby mengenai pernikahan kamu dan Thomas, dan kami sepakat pernikahan kalian akan dilaksanakan awal bulan depan," seru Papi Heri.


"Hah, apa itu gak terlalu mendadak Pi?"


"Tidak, siapa bilang mendadak? persiapan pernikahan untuk kalian tinggal bayar orang saja, tidak ada yang sulit untuk Papi."


"Lagipula, Mami dan Mamanya Thomas sama-sama sudah ngebet ingin segera punya cucu," seru Mami Nia.


"Mi, Thomas kan punya Kakak masa iya kita mau melangkahi Kak Alex?" seru Stevi.

__ADS_1


"Alex itu belum punya pasangan, kalau kalian menunggu Alex menikah bisa-bisa tahun gajah kalian baru bisa menikah," sahut Mami Nia.


Stevi tidak bisa berkata apa-apa lagi, hingga tidak lama kemudian suara klakson mobil terdengar dan itu adalah tidak lain dan tidak bukan klakson mobil Thomas.


"Mi, Pi, sepertinya itu Thomas. Stevi berangkat dulu ya."


"Iya sayang, hati-hati sampaikan salam Mami untuk Thomas."


"Iya."


Stevi segera keluar dan masuk ke dalam mobil Thomas, Thomas mulai melajukan mobilnya.


"Sayang, apa kamu sudah tahu kalau pernikahan kita akan dilaksanakan awal bulan depan?" tanya Stevi.


"Tahu, itu kan kemauan aku sendiri," sahut Thomas santai.


"Ih menyebalkan sekali, kenapa kamu tidak diskusi dulu sama aku," kesal Stevi.


"Buat apa? aku ingin cepat-cepat menikah denganmu jadi buat apa lama-lama pacaran hanya membuang-buang waktu saja lebih baik pacarannya kita puas-puasin setelah menikah lebih indah," sahut Thomas dengan senyumannya.


"Iya, tapi kan gak secepat ini juga kali."


"Sudah, pokoknya kamu tinggal duduk manis saja semuanya biar kedua orang tua kita yang urus."


Stevi hanya terdiam, setelah dipikir-pikir memang seharusnya pernikahan mereka dipercepat supaya Stevi tidak memikirkan Alex terus.


Sesampainya di depan kantor, Stevi langsung masuk ke dalam ruangannya. Baru saja Stevi duduk, pintu ruangan kembali terbuka dan itu tidak lain adalah Maya dengan wajahnya yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Loh, kamu kenapa May? kok wajah kamu cemberut seperti itu, bukanya sekarang Kak Alex sudah pulang seharusnya kamu bahagia dong," seru Stevi.


"Aku memang bahagia Kak Alex pulang, tapi entah kenapa aku mulai bosan dengan sikap dia yang selalu dingin dan cuek seperti itu. Seandainya Kak Alex mempunyai sifat yang hangat seperti Thomas, mungkin aku akan sangat bahagia."


"Jangan bicara seperti itu, seharusnya kamu bersyukur karena bisa dicintai Kak Alex. Di Luaran sana banyak sekali wanita yang menginginkan di posisi kamu, lagipula Kak Alex walaupun dingin dan cuek tapi dia sangat mencintaimu."


"Tapi tetap saja Stev, aku juga ingin seperti kamu yang dimanja oleh Thomas."


"Aku yakin, nanti juga Kak Alex akan berubah. Oh iya May, awal bulan depan aku dan Thomas akan menikah jadi kalau nanti aku banyak gak masuk kantor tolong kamu yang handle ya," seru Stevi dengan senyumannya.


"Hah, cepat banget. Ih, aku semakin iri saja sama kamu Stev, Thomas memang pria sejati gak kaya Kak Alex yang hanya bisa menyembunyikan hubungannya denganku," kesal Maya.


Lagi-lagi Stevi hanya menyunggingkan senyumannya, Stevi tidak mengerti dengan pola pikir Maya. Dia sudah mendapatkan pria idaman tapi tetap saja dia seperti belum puas.

__ADS_1


__ADS_2