DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM
Episode 43 Tom And Jerry


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama, kedai Alex dan Thomas langsung diserbu pembeli dan sebagian besar semuanya wanita.


Lana sampai menganga melihatnya. "Busyet, kok semuanya beli ke sana sih?" seru Lana.


"Kak, sepertinya pelanggan kita juga pindah ke sana," seru Mahdi.


"Kue basah! Enak dan lezat, mari-mari ke sini!" teriak Lana.


Thomas tersenyum sinis mendengar teriakan Lana.


"Diam bocah, berisik banget!" teriak Thomas.


"Idih, suka-suka aku dong mulut-mulut aku lagipula kalau yang namanya jualan itu harus begitu teriak-teriak biar ada pembeli. Masa iya, jualan harus bisik-bisik memangnya lagi ikut pengajian di mesjid harus bisik-bisik," sahut Lana.


"Nih bocah suaranya berapa oktaf sih? sampai berdengung telingaku," seru Niko.


Lana terus saja berteriak tapi hanya satu, dua orang yang mampir ke lapaknya.


"Sialan, daganganku jadi sepi ini," gerutu Lana.


"Mereka tampan-tampan Kak, makanya banyak yang beli ke sana," seru Mahdi.


Lana memperhatikan Alex, Alex berjualan dengan serius tanpa bicara sepatah katapun tidak seperti Thomas dan Niko yang banyak bicara dan menyebalkan.


"Ya Allah Mas tampan itu sungguh idaman semua wanita, sudah tampan, cool, tidak banyak bicara, pekerja keras lagi, aku semakin jatuh cinta," batin Lana dengan senyumannya.


Sudah mulai menjelang siang, tapi dagangan Lana masih sangat banyak. Wajah Lana tampak cemberut, dia dan Mahdi duduk sembari menopang dagu mereka masing-masing.


"Bagaimana ini Kak? dagangan kita masih sangat banyak," seru Mahdi.


"Entahlah, kakak juga bingung."


Lana memperhatikan lapak di depannya yang dari tadi pagi sampai sekarang terus saja antri pembeli.


"Mereka sungguh keterlaluan," kesal Lana.


Lana bangkit dari duduknya. "Kakak mau ke mana?" tanya Mahdi.


"Mau ke sana, soalnya ini tidak bisa dibiarkan," sahut Lana.


Lana melangkahkan kakinya menghampiri lapak Alex dan Thomas, lalu memperhatikan jualan mereka.


"Ngapain kamu di situ? kalau mau beli, antri sana jangan menyerobot," ketus Thomas.


"Siapa yang mau beli," sahut Lana.


"Terus mau ngapain kamu berdiri di situ?" tanya Niko.

__ADS_1


"Aku mau demo sama kalian," seru Lana.


"Hah, demo apaan?" tanya Thomas.


"Demo karena kalian sudah mengambil semua pelanggan ku, bisa tidak kalian jangan jualan di sini? kalian buat restoran saja sana, lihatlah daganganku masih banyak," kesal Lana.


Thomas menghampiri Lana dan menunjuk-nunjuk kening Lana.


"Kalau daganganmu masih banyak, itu tandanya daganganmu itu tidak enak gak usah menyalahkan kita. Lagipula kalau kamu merasa tersaingi, lebih baik kamu pindah saja jualannya jangan di sini," ketus Thomas.


Lana menangkis tangan Thomas. "Hai, yang duluan jualan di sini itu aku jadi seharusnya kalian yang pergi dari sini," sahut Lana dengan kesalnya.


"Enak saja, sudah sana jangan teriak-teriak di sini nanti pembeli kita pada kabur," seru Thomas.


Thomas hendak melangkahkan kakinya tapi Lana menarik kaos Thomas.


"Ada apa lagi?" kesal Thomas.


"Mas tampan itu siapa? aku janji akan pergi dari sini tapi aku ingin minta nomor ponselnya mas itu," seru Lana dengan menunjuk ke arah Alex.


"Dia gak punya ponsel, lagipula dia sudah menikah jadi jangan kegatelan kamu sama dia," ketus Thomas.


Thomas pun segera pergi meninggalkan Lana, Lana tampak cemberut dia tidak menyangka kalau mas tampan yang dia puja-puja itu sudah menikah.


"Masa iya sih, dia sudah menikah?" batin Lana.


Lana pun memilih kembali ke lapaknya dan duduk bersama Mahdi dengan menopang dagu mereka.


"Alhamdulillah laris manis," seru Thomas.


"Sumpah capek banget belum melayani pembeli yang minta foto," keluh Niko.


"Tidak apa-apalah, lagian kita juga yang untung jadi kita bisa dapat bayaran dua kali lipat karena plus sama difoto," sahut Thomas dengan senyumannya.


Sementara itu, Alex menyunggingkan senyumannya kala melihat Thomas dan Niko yang sedang asyik menghitung uang. Alex memperhatikan layar ponselnya, di sana terpampang foto Stevi.


"Stevi, cepatlah kembali aku sangat merindukanmu," batin Alex.


Dari kejauhan Lana merasa sangat panas melihat Thomas menghitung uang yang lumayan banyak itu, Lana pun kembali bangkit dan menghampiri Thomas dan Niko.


"Senang banget ya, dagangannya laku," sindir Lana.


"Iyalah," sahut Thomas dengan masih sibuk menghitung uang.


"Ngomong-ngomong, boleh tidak kalau aku nempel jualan di sini?" seru Lana.


Thomas dan Niko langsung menoleh ke arah Lana. "Buat apa?" tanya Thomas.

__ADS_1


"Kalau kalian yang jual, dagangan aku bakalan laku. Itung-itung bantu aku lah," sahut Lana dengan mengedip-ngedipkan kedua matanya.


"No!" sentak Thomas.


"Astaga, galak amat," ketus Lana.


"Memangnya kamu jualan apa sih?" tanya Niko.


"Jualan kue basah, kalau dagangan aku gak laku kasihan adik-adik aku gak bakalan makan," seru Lana dengan wajah sedihnya.


Alex yang dari tadi fokus ke ponselnya, langsung menoleh ke arah Lana.


"Memang kamu punya adik berapa?" tanya Niko.


"Dua puluh."


"Busyet, banyak banget. Itu semuanya manusia kan?" seru Thomas.


"Hus, Thomas!" sentak Alex.


"Ya iyalah manusia, memangnya kamu pikir anak curut," kesal Lana.


"Ya habisnya banyak banget, memangnya ibu kamu gak capek apa turun mesin sampai segitunya?" seru Thomas heran.


"Maksudnya adik panti, aku tinggal di panti asuhan. Aku anak yang paling besar di panti itu jadi mau tidak mau aku harus bekerja untuk membantu bunda mengurus adik-adik," seru Lana.


Alex, Thomas, dan Niko terdiam ternyata Lana adalah anak panti.


"Jadi kamu tinggal di panti asuhan?" tanya Alex.


"Iya, Mas tampan."


"Ya sudah, ini bawa saja untuk anak-anak panti maaf kita tidak bisa memberi uang banyak," seru Alex dengan menyerahkan dua lembar uang pecahan seratus ribu.


"Ah, tidak usah Mas. Aku tidak perlu dikasihani, aku hanya ingin dagangan aku laku dan habis, itu saja," sahut Lana.


"Baiklah, bawa dagangan kamu ke sini," ketus Thomas.


"Oke," sahut Lana dengan bahagianya.


Lana pun dengan bahagia berlari ke lapaknya dan membawa semua dagangannya.


"Ini daganganku," seru Lana.


"Baiklah, kita coba ya," seru Niko.


Niko berjalan ke pinggir jalan. "Ayo beli kue basah ini dijamin rasanya enak dan akan ketagihan. Bagi yang mau beli kue ini, kami kasih bonus bisa foto bersama salah satu dari kami!" teriak Niko.

__ADS_1


Para pengunjung tempat itu langsung tertarik, apalagi para wanita. Tidak membutuhkan waktu lama, semuanya langsung menyerbu kue basah milik Lana sampai-sampai Lana kewalahan dan dibantu oleh Alex.


Sementara itu seperti janjinya, Thomas dan Niko juga ikut sibuk melayani para pembeli yang minta difoto bareng kecuali Alex, dia sama sekali tidak mau difoto.


__ADS_2