Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 1 PERTENGKARAN


__ADS_3

" Happy anniversary yang ke-2 tahun sayang" ucapnya sambil membawa cake kecil dengan huruf 2


" Astaga mas aku lupa"


" Iya Sayang nggak apa-apa, sekarang kita berdoa terus kita bareng-bareng tiup lilinnya"


" Iya Mas"


Mereka pun Menutup Mata dan berdoa di dalam hati


" Ya Tuhan semoga tahun ini engkau memberikan kami seorang anak di dalam pernikahan ini" batin Alzena


" Ya Tuhan Semoga engkau melengkapi pernikahan kami dengan seorang anak" batin Farhan


setelah kedua berdoa, Mereka pun meniup lilin bersama,


" Mas Maafin aku ya, jika aku sebagai seorang istri belum bisa memberikan kamu seorang anak, dan maaf jika aku masih kurang baik untuk menjadi istri kamu" ucap Alzena sambil menundukkan kepala


" tidak sayang, kamu sudah menjadi istri yang sempurna buat aku, meskipun pernikahan kita belum dikaruniai seorang anak, aku bersyukur bisa memiliki kamu" ucap Farhan sambil mengangkat dagu alzena


" Terima kasih Mas, karena selama ini kamu tidak pernah menuntut seorang anak dari ku" ucap Alzena sambil memeluk Farhan


" Iya sayang, Karena menurut aku anak adalah anugerah dari Tuhan" ucapnya sambil membalas pelukan Alzena


setelah mereka berpelukan, Alzena dan Farhan melakukan hubungan suami istri hingga pukul 02.00 dini hari


Pukul 06.00 pagi Alzena Pun bangun, dan melihat sang suami masih terlelap dan melingkarkan tangannya di pinggang dirinya


" Mas bangun mas, kita kesiangan loh" ucap alzena sambil membangunkan sang suami


" sebentar lagi Sayang aku masih ngantuk" ucapnya sambil mengeratkan pelukannya


Alzena pun Hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan sang suami, Karena sejujurnya dia pun menikmatinya, dan dirinya nyaman di dalam pelukan sang suami


10 menit berlalu Alzena pun bangkit dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi, selesai mandi Alzena membangunkan sang suami lagi


" Mas bangun yuk aku udah mandi loh, nanti kita dimarahin Mami lagi karena belum bangun" ucap Alzena lembut


" Iya sayang" Farhan pun paksa bangun karena dia juga males diomelin terus menerus oleh sang ibu


setelah Farhan menuju ke kamar mandi Alzena pun turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan, lagi asik-asiknya membuat sarapan, tiba-tiba alzena di kejutkan dengan kedatangan ibu mertua nya

__ADS_1


" tumben pagi-pagi kamu udah di dapur," cetusnya


Alzena yang tadinya sedang memotong bawang pun menoleh ke arah sumber suara, dan betapa terkejutnya saat melihat kedatangan sang mertua, Kalau boleh jujur Alzena kurang nyaman, jika sang mertua menginap di kediaman dirinya dan sang suami


" pagi Mih" ucap Alzena basa-basi


" kamu mau bikin sarapan apa" tanyanya


" Aku mau bikin nasi goreng mih" jawab Alzena


"nasi goreng lagi nasi goreng lagi" cetus nya


" Kamu itu ya kalau nggak masak nasi goreng, bikin bubur, sekali-kali kamu masak sayur sop atau sayur, jangan nasi goreng atau bubur terus, bisa nggak sih jadi Seorang Istri, kalau kamu nggak bisa ngasih Farhan keturunan minimal harus bisa masak lah" ucapnya panjang kali lebar


" Maaf Mi Mas Farhan biasanya kalau sarapan mintanya nasi goreng atau bubur" ucap Alzena


" itu kan Farhan yang minta, Memangnya di sini cuma ada Farhan aja" ucap Mami Sarah


" Iya Mi maaf, Mami mau sarapan apa" tawar Alzena


" udahlah samain aja sama Farhan kalau Mami minta yang lain pasti kamu nggak bakalan bisa" jawab mami Sarah


Farhan yang mendengar keributan dari sang Ibu dan istrinya pun langsung turun ke bawah, begitu pula Papi Fikri


" istri kamu tuh, nikah udah 2 tahun Masa nggak bisa bikin sarapan selain nasi goreng atau bubur, udah ga bisa ngasih Mami cucu nggak bisa masak lagi, mending kamu cerai aja deh sama istri kamu ini"


Alzena yang mendengar perkataan sang mertua pun hanya bisa diam, karena memang betul apa yang diucapkan sang mertua


Farhan yang mendengar ucapan sang Ibu langsung menoleh ke sang istri, dia Sejujurnya juga mengharapkan sang anak dari pernikahannya, akan tetapi mau bagaimana lagi, Tuhan belum mempercayainya batin nya


" Mi aku tahu Mami pengen segera punya cucu, tapi Mami juga nggak bisa terus-terusan nyalahin alzena mi, Mami seharusnya ngedukung Alzena, dan tidak mengungkit soal cucu," Bela Farhan


" Mau sampai kapan sih kamu Han, ngebelain istri kamu ini terus, Kamu nggak lihat adik kamu aja udah mempunyai anak dengan istrinya, Padahal mereka baru menikah 1 tahun, lah kamu udah nikah 2 tahun belum memberi Mami dan juga Papi anak" ucap Mami Sarah


" mi stop mi, Farhan capek Mami selalu membandingkan Farhan dan juga Fahmi, apa Mami nggak pernah mikirin perasaan Farhan" ucap Farhan


" Memangnya kamu mikirin perasaan mami, kamu Bela aja istri kamu yang nggak bisa ngasih kamu keturunan ini" bentaknya


" Ada apa Si mi pagi-pagi udah ribut aja" ucap Papi Fikri


" tuh anak kamu belain aja terus istrinya" ucap Mami Sarah, lalu pergi ke kamarnya

__ADS_1


" udah sayang kamu nggak usah mikirin ucapan Mami ya" ucap Farhan sambil memeluk sang istri


" Farhan nanti Papi mau bicara sama kamu" ucap Papi Fikri


Farhan pun menghiraukan ucapan sang Papi dia mengeratkan pelukannya dengan sang istri


" Mas Maafin aku ya, gara-gara aku kamu harus ribut sama mami terus" ucap Alzena di sela tangisannya


" kamu nggak salah Sayang ini emang udah takdir dari Tuhan untuk kita, mungkin kita belum pantas menjadi orang tua" ucap Farhan menenangkan Alzena


setelah dirasa tenang, Alzena pun lanjut memasak nasi goreng dan dibantu oleh sang suami


setelah selesai sarapan Farhan pun menemui sang Papi di ruang keluarga, ternyata di sana sudah ada Papi Fikri, Mami Sarah, Fahmi serta istri dan anaknya


seperti biasa Papi Fikri dan Mami Sarah tidak sarapan bersama Alzena dan juga Farhan


" Ada apa Pi Tumben kumpul semua di sini" ucap Farhan sambil bergabung dengan yang lainnya, disusul dengan Alzena, meskipun Alzena tidak diajak oleh sang mertua akan tetapi sang suami yang mengajaknya


" Papi mau ngomong serius sama kamu Farhan" Ucap Papi Fikri


" Ya sudah langsung ke intinya saja" ucap Farhan penasaran


" Papi mau kamu menikah lagi Farhan, ini keputusan Papi dan juga Mami kamu"


Farhan, Alzena dan juga Fahmi terkejut dengan ucapan Papi Fikri begitupun dengan Gina istri Fahmi


" papi Ini ngomong apaan sih, Farhan kan sudah menikah"


" Iya Papi tahu kamu sudah menikah, tapi istri kamu nggak bisa ngasih Papi keturunan, Siapa yang mau menjadi penerus keluarga ini Farhan!!"


" papi jangan egois dong Anak papi kan bukan cuman Farhan, masih ada Fahmi yang bisa menjadi penerus keluarga ini, Lagian belum tentu Alzena tidak bisa memberikan Farhan anak, Mungkin memang belum Waktunya Tuhan memberikan kita anak" ucap Farhan


" Mau sampai kapan kalian menunggu, mau sampai kita mati, baru kalian memberi kan kami cucu!" ucap Mami Sarah


"udah lah mi pi kenapa kita harus bahas anak terus, kalian kan sudah mempunyai cucu, dari fahmi"ucap farhan


"tapi mami sama papi juga pengen punya cucu dari darah daging kami sendiri farhan!!!"bentak mami sarah


"lagian fahmi juga bukan anak kandung mami"tambah nya


Papi Fikri, Farhan, Alzena, Fahmi dan juga Gina terkejut mendengar ucapan mami sarah, meskipun Papi Fikri dan juga Farhan sudah mengetahui hal tersebut, yang membuat mereka berdua terkejut adalah Mengapa mami sarah mengucapkan di depan Fahmi sendiri

__ADS_1


" maksud Mami Fahmi bukan anak kandung kalian" tanya Fahmi


mereka yang mendengar pertanyaan Fahmi pun terdiam, mereka bertiga bingung ingin menjelaskan Seperti apa kepada Fahmi


__ADS_2