
"mau kemana" ucap pria itu
spontan mereka membalikkan badan melihat ke arah sumber suara, suara yang mereka rindukan, akhirnya terdengar lagi, betapa terkejutnya mereka berdua melihat izam, berdiri tegak di hadapan mereka berdua, namun ada beberapa perban juga di badan pria itu
"zam ini lo kan"tanya alzena dengan mulut bergetar, sedangkan nisa langsung berhamburan di pelukan izam
"abang nisa kangen banget sama abang"ucap nisa sambil melepas pelukan nya
" abang ngga jadi mati kan, karna ngga tega ninggalin nisa"ucap nisa, namun izam hanya tersenyum, di saat nisa agak menjauh dari izam kini ganti an alzena yang memeluk izam erat,
"maafin gue zam"ucap alzena sambil menangis di pelukan izam, izam pun membalas pelukan nya
"se-sak al" ucap izam menahan sesak di dada nya
"lo mah tega banget ngebohongin gue, "omel alzena saat melepas pelukan nya, di belakang izam ternyata ada bunda shanum, ibu rania, papa irsyad, shaila, agus, Alvin,dan juga zayden asisten pribadi izam pastinya
FLASHBACK
(kemarin sore saat alzena dan nisa masuk ke dalam, agus dan juga zayden kan ngobrol)
" lo serius zay" tanya agus
"iya saya serius pak, ini itu ada yang aneh, setau saya tuan izam itu slalu waspada, dengan keadaan sekitar, dan setelah saya selidiki saat tuan izam pamit dari sini ada mobil dan beberapa motor yang mengikuti mobil tuan izam, kalau bapa tidak percaya silahkan di lihat rekaman ini"ujar zayden memberikan ponsel nya,
memang benar apa yang di ucapkan oleh zayden, setelah izam pergi dari kediaman ibu rania ada beberapa motor dan mobil yang mengikuti nya di belakang, namun izam tidak panik sama sekali, saat di belokan ada sebuah mobil truk yang melaju dengan sangat kencang, alhasil terjadinya tabrakan, dan mobil yang mengikuti izam segera menghampiri kecelakaan tersebut,
karna saat di perjalanan izam merasa aneh dengan mobil nya, karna dia takut terjadi hal yang tidak di ingin kan, dia pun langsung menelfon beberapa anak buah nya untuk segera menyusul, dan saat izam ingin mengerem, dia baru sadar bahwa rem mobil nya telah di rusak, itu lah sebabnya dia menelfon anak buah nya untuk mengikuti nya, tujuan izam sebenernya ingin menenangkan diri, namun malah terkena musibah
lalu mereka cepat cepat membawa izam ke rumah sakit, dan salah satu anak buah izam, lansung memindahkan salah satu yang bersama sang supir truk yang paling parah, ke dalam mobil izam, sehingga yang menolong mereka nanti mengira bahwa teman sang supir adalah izam, sebelumnya izam sudah mengabari mereka jika terjadi sesuatu dengan nya, segera lakukan tindakan, karna izam yakin sebelumnya mobil nya baik baik saja namun saat keluar dari kediaman ibu rania malah merasa aneh...
__ADS_1
mereka tidak membawa izam ke rumah sakit internasional, karna sesuai dengan intruksi izam sebelumnya agar yang merencanakan pembunuh untuk izam tidak mengetahui keadaan yang sebenernya...
Izam kecelakaan pukul 10:43. mengapa pihak rumah sakit baru menghubungi alzena pukul 12 karna jalanan yang izam pilih lumayan cukup sepi pada saat itu, dan juga jarak rumah sakit lumayan jauh
beberapa saat kemudian izam pun akhirnya sadar, dan dokter mengatakan tidak ada luka dalam, hanya luka luar saja, dan izam di suruh untuk istirahat terlebih dahulu, meski dia mendapatkan beberapa jahitan di tangan dan kaki nya, sedangkan supir truk dan 2 teman nya, sang supir mengalami patah tulang di bagian kaki, sebelah supir mengalami luka yang cukup parah sehingga mengharuskan nya untuk oprasi,
sedangkan yang di pindahkan oleh salah satu anak buah izam meninggal, karna di saat sang supir ingin menghindari kecelakaan tersebut dia malah loncat agar selamat namun takdir malah berkata lain, saat izam sadar izam langsung menyuruh Alvin untuk menghapus rekaman saat terjadi kecelakaan, karna dia yakin bahwa sang pelaku, telah merasa menang karna telah membunuh diri nya.
kesalahan keluarga Alfauzi adalah mereka tidak memastikan lagi, karna saat bunda shanum mendengar kabar dari sang dokter bahwa izam telah tiada langsung pingsan, begitu pula dengan ibu rania, dan zayden langsung membopong ibu rania begitu pula dengan papa irsyad, sedangkan alzena, nisa dan agus tidak kepikiran kesana, karna mobil dan ponsel izam sudah membuktikan nya,
Setelah izam menyuruh Alvin untuk menghapus rekaman CCTV saat kejadian izam malah mendapat kabar bahwa ada yang berusaha untuk mengembalikan rekaman tersebut, izam takut jika orang yang coba membunuh nya sedang berusaha mengembalikan CCTV tersebut, meski badan pada sakit semua izam terpaksa menghapus rekaman itu dengan tangan nya sendiri, meskipun rekaman itu masih bisa di pulih kan hanya orang orang tertentu yang bisa memulihkannya
malam harinya izam langsung pulang menuju kediaman Alfauzi, dan pastinya di kawal oleh Alvin dan yang lain nya, meski sang dokter melarang nya untuk di bawa pulang, namun izam tak memperdulikan nya, dia kekeh ingin pulang, dan ya seperti nya kalian bisa tebak sendiri
FLASHBACK OFF
"kok lo tega banget si sama gue, ngga tau apa gue nangisin lo semaleman"ucap alzena sambil meneteskan air mata nya, dia tidak menyangka bahwa izam masih hidup
"gimana mau mastiin coba orang orang udah pada pingsan, lagian temen temen lo juga ngga ngecek lagi"ucap alzena tak ingin di salah kan juga
"gimana ceritanya abang bisa selamat dari kecelakaan itu?, terus yang kita kubur itu siapa bang?" tanya nisa penasaran, zayden yang sudah di beri tahu tentang kejadian yang sebenarnya oleh Alvin pun menceritakan apa yang dia dengar dari Alvin
"kita jadi mau ke rumah, fahmi ngga al"tanya izam pelan
"lo istirahat aja di rumah, gue kesana sama nisa aja"tolak alzena jika izam ingin ikut dengan nya
"ngga gue ngga mau, dan gue ngga ikhlas kalo lu ketemu sama mantan suami lu lagi tanpa gue"ucap izam
"lah emang nya kenapa? kan fahmi adik nya dia"ucap alzena sengaja menggoda izam
__ADS_1
" jangan usil al, gue tau sebenernya lu itu cinta kan sama gue, tapi lu takut ibu sama bunda ngga nge restuin hubungan kita kan?"tanya izam menggoda alzena balik
"lo... lo ngomong apa sih"ucap alzena gugup, dan malu, dia yakin bahwa pipi nya sudah merah merona, bagai kepiting rebus,, melihat pipi alzena yang merah merona membuat izam tersenyum, karna berhasil menggoda alzena
"ehem, masih ada anak di bawah umur zam"tegur agus yang melihat izam berhasil menggoda alzena, izam pun langsung tersadar bahwa masih ada shaila adik kecil nya
"shaila kenalin ini sepupu kamu juga"ucap izam kepada shaila, dan shaila melambaikan tangan nya kepada alzena dan juga nisa
"nisa udah kenal bang"ucap nisa mendekati shaila
"ya kan alzena pasti belum kenal"ucap izam, yang sudah tau bahwa sang bunda telah mengenalkan shaila kepada seluruh anggota keluarga nya termasuk ibu rania dan juga shaila
*
*
*
karna izam kekeh ingin ikut dengan alzena, alzena pun terpaksa mengizinkannya, meskipun izam sudah di larang oleh bunda shanum dan juga ibu rania, tapi yang nama izam, jika sudah A maka akan tetap A, dan pastinya mereka pergi di kawal oleh beberapa pasukan bayangan yang sudah izam perintahkan, karna izam takut jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan lagi, dalam penglihatan alzena mereka hanya pergi bertiga, izam alzena dan juga Alvin sebagai supir dadakan, zayden dan juga agus, mereka masih menjaga para perempuan di kediaman ibu rania, dan dalang dari rencana pembunuh yang mengenai izam belum di temukan, namun izam sudah menyuruh Alvin untuk menyelidiki nya, dan Alvin juga sudah meminta bantuan kepada teman teman nya
"vin gimana soal pencarian dalang dari pembunuhan yang hampir menimpa saya"tanya izam di tengah perjalanan mereka
"siang ini saya pasti kan kita akan mendapatkan kabar yang kita inginkan tuan" jawab Alvin sopan
"bagus, kita sudah membiarkan dia bebas 2 hari, dan saya mau di hari ke tiga di sudah masuk kedalam-"belum sempat izam melanjutkan kata kata, saat melihat alzena dia langsung berhenti
"ke dalam apa zam?"tanya alzena penasaran
"ke dalam penjara, "jawab izam asal
__ADS_1
"