
di perjalanan mereka berdua Diam tidak ada yang bersuara, baik izam maupun Alzena, karena Izam menahan rasa sakit di wajahnya sedangkan Alzena menahan rasa sakit di hatinya hingga tak terasa mobil yang dikendarai oleh Izam pun sampai di kediaman rumah mereka, tanpa menunggu lama Alzena langsung pergi ke rumahnya sedangkan Izam masuk ke dalam rumah Ibu Rania tanpa ingin mengejar Alzena,
karena Izam ingin mengobati lukanya lebih dulu takutnya infeksi, Alzena yang menyadari bahwa Izam tidak mengejarnya, semakin kesal, namun dia masih tetap tidak memperdulikannya dia masih cemburu dengan Farhan
" Assalamualaikum" ucap Izam Saat memasuki rumah Ibu Rania
" Waalaikumsalam astaghfirullahaladzim kamu Kenapa Nak" tanya hiburan yang panik karena melihat wajah Izam
" nggak papa Bu tadi jatuh" ucap Izam berbohong
" Jangan pernah membohongi ibu nak nggak mungkin jatuh wajah kamu memar kayak gini" ucap Ibu Rania lalu mendudukkan Izam di kursi, dan pergi untuk mengambil obat, beberapa menit kemudian ibu Rania sudah kembali dan mulai mengobati luka.
" nggak usah Bu biar Izam aja" ucap izzam karena tak ingin merepotkan Ibu Rania
" biar Ibu aja kamu diem" ucap Ibu Rania dan terpaksa Izam pun mengikuti ucapan Ibu Rania
" Kamu kenapa bisa kayak gini si Zam?" tanya ibu Rania saat sudah selesai mengobati luka Izam
" biasa bu namanya juga cowok" ucap Izam
" terus Alzena ke mana Zam?" tanya ibu Rania yang mengkhawatirkan Alzena
" di sebelah Bu tadi kita nggak sengaja ketemu sama mantan suaminya Alzena, dan saat kita ketemu mereka Alzena lihat mantan suaminya bersama wanita lain, Mungkin dia masih cemburu apalagi mereka berdua kan belum secara resmi bercerainya" ucap Izam menjelaskan dan ibu Rania pun mengangguk mengerti
" jangan bilang kamu berantem sama mantan suaminya Alzena?"" tanya ibu Rania. Izam yang ditanya seperti itu pun diam, dan diamnya Izam Ibu Rania mengartikan bahwa yang diucapkan dirinya adalah kebenarannya
__ADS_1
" terus hasil dari tes DNA Bagaimana Zam?" tanya ibu Rania yang mulai penasaran
" Alhamdulillah hasilnya positif Bu, Alzena memanglah Aisyah yang selama ini kita cari anak kandung ibu" ucap Izam
Ibu Rania yang mendengar ucapan izzam pun tak kuasa menahan tangisnya, bersyukur, senang sekaligus sedih, bersyukur karena Tuhan masih mempertemukannya dengan sang anak, dan senang tahu bahwa sang anak masih hidup. sedih dengan apa yang dialami oleh Alzena, tanpa menunggu lama Ibu Rania langsung pergi ke rumah Alzena
" Assalamualaikum Nak Zena ini Ibu" ucap Ibu Rania
" Waalaikumsalam Bu" ucap Alzena lalu membukakan pintu
" kamu nggak apa-apa Nak?" tanya ibu Rania saat melihat mata sembab Alzena, tanpa menunggu lama Alzena pun langsung memeluk Ibu Rania, Ibu Rania pun membalas pelukan Alzena
" sudah tidak apa-apa nak, Ibu tahu kamu pasti lagi sakit hati karena mantan suami kamu, namun ini adalah takdir kamu, kamu harus bisa lapang dada menerimanya, Ibu yakin kamu pasti bisa" ucap Ibu Rania sambil mengelus punggung Alzena
cukup lama mereka berdua berpelukan, hingga akhirnya Alzena pun sadar dengan keadaan Izam,
" di rumah nak" ucap Ibu Rania
" Maafkan Alzena karena kemarin-kemarin Alzena tidak percaya bahwa Alzena adalah anak Ibu Bu" ucap Alzena sambil menunduk
" ya tidak apa-apa nak ibu paham dengan keadaan kamu" ucap Ibu Rania
mereka berdua pun mengobrol canda tawa dan cukup lama hingga Tanpa mereka berdua sadari Nisa mulai cemburu dengan perhatian yang diberikan Ibu Rania kepada Alzena, saat Nisa masih menguping obrolan mereka dikejutkan dengan kedatangan Izam
"kamu ngapain dek" ucap izam pura pura tak tau bahwa nisa sedang cemburu dengan kedekatan mereka
__ADS_1
"hmm, abang kenapa kesini"tanya nisa mengalihkan pembicaraan
"tidak usah mengalihkan pembicaraan dek, ngomong sama abang , abang tau kemu belum siap jika kasih sayang ibu terbagi,namun kamu juga harus mengerti perasaan ibu dan juga alzena,mereka sudah 24 tahun baru bertemu,apalagi kamu tau sendiri ibu slalu nangisin alzena,masih ada abang disini" ucap izam sambil tersenyum, nisa pun langsung memeluk izam di depan pintu rumah alzena
"aku bukan nya belum siap bang, tapi aku terharu ternyata aku masih punya kaka perempuan" ucap nisa sambil terisak
"kalo cuma terharu temuin kaka kamu dek, pasti dia pengen meluk kamu" ucap izam lalu melepaskan pelukan mereka
"muka abang kenapa kok pada memar gini"ucap nisa sambil memegang pipi Izam
"abang ga papa, mending kamu temuin kaka mu sana"ucap Izam sambil mendorong nisa
"ish abang nyebelin banget si, aku ga mau perhatian lagi sama abang!" ucap nisa lalu meninggalkan izam
"kayaknya mulai sekarang kita harus jaga jarak al, gue ga mau cinta ini bertambah besar, jika deket deket sama lo, gue akan berusa buat ngilangin rasa ini" batin izam lalu meninggalkan kediaman alzena
"assalamu'alaikum bu, kak"ucap nisa saat sudah masuk ke rumah
"waalaikumsalam nis-"
"iya bu nisa udah tau"ucap nisa lalu menghampiri alzena
"kak nisa boleh peluk kaka? " tanya nisa
"boleh dong masa adek kaka yang paling cantik di tolak permintaan nya" ucap alzena
__ADS_1
mereka bertiga pun melepas rindu, dan bercanda tawa hingga adzan dzuhur berkumandang