Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 40 MENIKAH?


__ADS_3

"aku tidak mau, dia adalah pacar ku bahkan kita sudah sering kali menghabiskan malam yang panas" ucap gadis itu membuat izam terkejut bukan main


"apa kamu bilang Adiba!!"teriak pria paruh baya


"iya ayah, ini adalah pacar ku, kita sudah melakukan itu setiap kali bertemu"ucap adiba sambil melingkar kan tangan nya di pinggang izam, izam yang masih terkejut dan kesehatan nya belum stabil tidak menyadari gerakan umar(ayah adiba) beliau langsung menonjok izam sampai terjatuh


"berani sekali kamu merusak anak ku!!"teriak umar, Alvin yang baru saja kembali dari kamar mandi terkejut melihat tuan nya di pukuli tak berdaya, dia pun langsung berlari menghampiri izam


"astaga tuan"ucap Alvin langsung membantu izam duduk, dan memberi nya minum sedangkan adiba menutup mulut nya tidak percaya dengan apa yang di lakukan sang ayah


"maaf tuan, ini ada apa ya?"tanya Alvin berusaha sabar tidak menggunakan emosi


"kau siapa!?tidak usah ikut campur urusan ku, lebih baik kau pergi dari sini anak muda!!"teriak umar


"maaf tuan ini jelas urusan saya, karna beliau adalah bos saya"ucap Alvin dengan tatapan tajam dan dingin sedangkan izam hanya diam, di tempat karna dia percaya bahwa Alvin bisa mengatasi nya


"saya hanya butuh tanggung jawab tuan mu!"ucap umar


"memangnya apa yang sudah tuan saya lakukan?!"tanya Alvin sengit


"dia telah merenggut keperawanan anak saya, saya yang tadinya ingin menjodohkan dengan kerabat saya jadi batal karna tuan mu yang brengsek itu!"ucap umar tak kalah sengit


"jaga ucapan Anda!, tuan saya tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti yang Anda katakan!"ucap Alvin


"jika tidak percaya tanyakan saja kepada anak saya!"ucap umar


"maaf nona benar dengan apa yang di ucapkan beliau?"tanya Alvin dingin

__ADS_1


"iy.. iya"jawab adiba


"kenapa kalian diam disini bawa anak muda itu ke markas"ucap umar kepada anak buah nya yang tadi mengejar adiba


"berani kalian sentuh tuan saya mati kalian semua!!!"bentak Alvin saat anak buah umar akan membawa izam, namun anak buah umar tidak menghiraukan ucapkan Alvin dan tetap membawa izam, dengan penuh emosi Alvin langsung menghajar mereka semua,


di tengah tengah perkelahian tersebut, adiba ingin membawa izam pergi namun di tolak oleh izam


"kau!! tidak usah membantu saya, gara gara kau waktu saya jadi terkurang--"belum sempat izam menyelesaikan ucapan nya, seketika Izam langsung pingsan, dan itu membuat Alvin dan adiba panik, Alvin pun langsung memukuli orang suruhan umar membabi buta, sedangkan umar langsung membawa izam dan adiba kerumah nya, hal itu membuat Alvin semakin emosi


di tempat berbeda bunda shanum di buat khawatir dengan keadaan izam, karna dari tadi pagi prasaan wanita paruh baya itu tidak enak


"izam pamit nya kemana sj ran"tanya bunda shanum sambil bolak balik seperti setrikaan


"tadi aku udah nanya mba, tapi izam cuma bilang ada urusan"jawab ibu rania sambil menunduk, dia juga menghawatirkan izam, sama seperti bunda shanum. zayden yang tidak sengaja mendengar obrolan mereka pun langsung menghubungi Alvin, namun nihil, tidak ada jawaban, dia pun langsung menghubungi beberapa anak buahnya untuk segera menyusul izam dan juga Alvin, zayden juga tak kalah khawatir nya.


setelah melawan anak buah umar Alvin langsung melacak keberadaan izam, dan syukur nya rumah umar tak jauh dari resto pempek tersebut, bergegas Alvin langsung menyusul izam, karna pria itu juga khawatir dengan keadaan izam, apalagi keadaan terakhir yang ia tau.


"ayah aku mohon jangan pukuli dia lagi yah, dia sudah tidak berdaya"teriak adiba karna sendari tadi umar memukuli izam, di saat pria itu sedang tak sadarkan diri


"ini tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan kepada kamu adiba, dan kamu sebagai wanita tidak bisa menjaga diri, jika kamu masih melindungi pria ini jangan salah ayah, jika ayah juga memukuli kamu adiba"teriak umar dan itu tidak membuat adiba gentar, dia tetap memeluk izam, alhasil dia pun terkena cambuk


"ayah sudah meringati kamu, tapi ku sendiri yang melindungi pria ini, ayah tidak mau tau setelah pria ini sadar kalian harus menikah dan meninggalkan rumah ini, kamu sudah membuat keluarga kita malu adiba!"bentak umar lalu pergi meninggalkan izam dan juga adiba


"ma... maaf kan aku, karna diriku kamu jadi seperti ini"ucap adiba lirih sambil memegang luka luka di tubuh izam, adiba terkejut saat merasakan panas di badan pria yang ia sendiri tak mengenal nya, adiba pun langsung kedapur untuk mengambil air, dan beberapa obat untuk membersihkan luka yang izam alami,


setelah mengobati izam, adiba juga mengobati luka nya, cukup lama izam tak sadar kan diri, hingga akhirnya dia pun sadar

__ADS_1


"argghhh" ucap izam saat merasakan sakit di tubuh nya, adiba yang mendengar suara izam pun langsung menghampiri izam


"mari saya bantu"ucap adiba, izam pun hanya pasrah karna sejujurnya dia pun merasakan sakit, dan memerlukan bantuan orang lain


"maaf kan saya, karna saya kamu jadi seperti ini"ucap adiba, namun izam tak menanggapi ucapan nya, dia hanya menikmati rasa sakit di dalam tubuh nya


setelah membantu izam duduk adiba langsung memberikan air untuk izam, dan menyuapi pria itu meskipun hanya 1 sendok yang berhasil masuk kedalam mulut izam, tak lama umar pun datang, namun pria paruh baya itu tidak datang sendiri, melainkan bersama seorang ustadz


"pria itu sudah sadar kan adiba"tanya umar, namun adiba tak menjawab dia khawatir jika sang ayah tetap menikah kan nya


"sudah ustadz kita langsung nikahkan mereka, saya tidak mau jika nanti nya anak saya keburu hamin"ucap umur dan di angguki oleh ustadz tersebut


"maaf tuan, ini ada apa?, dan mengapa Anda mengatakan hamil, jika anak anda hamil, pria itu lah yang seharusnya menikah dengan anak anda bukan saya" ucap izam tak Terima jika dia menikah dengan adiba, 'enak banget ni cewek, kenal juga ngga malah disuruh menikahi anak nya'batin izam


"kau lah yang telah menghamili anak ku, jadi kau juga yang harus bertanggung jawab"bentak umar


"maaf tuan tapi saya tidak melakukan hal itu"ucap izam mencoba membela diri


"di dunia ini tidak ada yang namanya maling mengakui meskipun sudah jelas jelas bersalah, sudah ustadz kita nikahkan mereka, jika kamu menolak pernikahan ini, saya akan mencambuk dirimu lagi"ancam umar


dengan keadaan sakit dan lemas izam tak ada tenaga untuk menolak, karna untuk berbicara saya pria itu sudah lemas, dengan terpaksa dia menerima pernikahan itu.


"di dompet saya hanya ada 200.000, hanya ini yang bisa untuk di jadikan mahar"ucap izam


"baik lah setidaknya kalian menikah terlebih dulu"ucap umar yang seolah tak mempersalahkan soal mahar karna bagi nya ia tidak menanggung malu,


"SAH"

__ADS_1


Seketika air mata adiba menetes dia tak menyangka bahwa dia akan menikah dengan pria yang beru di kenal nya, begitu pula izam, niat hati ingin membelikan alzena pempek malah dapat istri


__ADS_2