
Adiba yang mendengar suara anak perempuan memanggil izam dengan sebutan ayah pun langsung menoleh ke arah izam, dan izam juga menoleh ke arah adiba, izam ingin tahu bagaimana reaksi adiba, beberapa saat mereka berpandangan,
"jadi bang izam udah nikah? terus aku istri ke dua? atau ke empat? " batin adiba
"waalaikumsalam sayang" jawab izam
"ayah kenapa ngga pernah kesini lagi, kami kangen sama ayah"ucap anak perempuan (mora)
"maafin ayah ya, ayah masih ada urusan, nanti kalo ada waktu ayah kesana"ujar izam sesekali dia curi curi pandang kearah adiba
"ayah janji? "ucap mora
"iya sayang ayah janji, kemana yang lain dan kenapa mora bisa sama kaka yang punya HP ini?"tanya izam
"kaka nya yang main kesini ayah, dan yang lain ada di sana"jawab mora sambil mengarahkan kamera nya ke teman teman nya
"assalamu'alaikum ayah"ucap mereka kompak, spontan adiba langsung melirik ke arah izam
" Waalaikumsalam anak-anak ayah, bagaimana kabar anak ayah"tanya izam sambil tersenyum, senyum yang tak pernah ia perlihatkan ke alzena,
" kami baik semua Ayah, Ayah Bagaimana kabarnya, kami sangat rindu dengan ayah"ucap salah satu dari mereka
" Alhamdulillah kalau kalian semua sehat, Ayah juga sehat, nanti kalau ayah ada waktu Ayah pasti akan main ke sana"ujar izam
" siap Ayah kami tunggu kedatangan ayah di sini" jawab Salah satu dari mereka
"kalian jangan nakal ya, harus akur semuanya"pesan izam seperti biasa
"siap"jawab mereka kompak
"ayah boleh ngomong sama kaka nya?" tanya izam
"boleh ayah"jawab mora lalu memberikan HP nya kepada alzena
"kak ayah mau ngomong"ucap mora
"kenapa zam?"tanya alzena
"dari mana kamu tau tempat itu al"tanya izam to the point Dan Dingin, setika alzena dan zayden menelan saliva mereka
"kok diem?"tanya izam dingin hal itu pertama kalinya alzena mendengar dari mulut izam
"maaf tuan saya yang mengajak nona alzena kesini tuan"ucap zayden merebut hp alzena, izam yang mendengar ucapan zayden pun hanya menghembuskan nafas kasar nya
__ADS_1
"pulang sekarang!"ucap izam tegas
"ba-baik tuan"ucap zayden langsung mengakhiri panggilan nya
"nona kita harus pulang sekarang"ucap zayden, tanpa menunggu jawaban alzena zayden langsung menggandeng tangan alzena, alzena pun hanya menurut
zayden mengendarai mobil nya di atas rata rata hal itu membuat alzena takut
"zay lo bisa pelan pelan ngga si, gue lagi hamil!"teriak alzena, dan zayden pun langsung mengerem mendadak
"astaghfirullah ini anak"ucap alzena kesal, karena setiap pergi dengan zayden pasti ia akan terbentur
"maaf nona, saya hanya buru buru"ucap zayden
"pelan pelan lah, gue lagi hamil entar anak gue takut gimana"omel alzena
"maafkan saya nona"ucap zayden, lalu ia melanjutkan perjalanan nya
*
*
*
"ak-aku belum lapar bang"jawab adiba gemetar, ia tau bahwa izam sedang menahan emosi nya,
"yaudah kalo gitu kamu istirahat aja!"ucap izam lalu meninggalkan adiba
'bang izam kenapa si, harus nya kan aku yang marah, kenapa ada anak kecil yang memanggil dia ayah" batin adiba kesak
"gimana keadaan adiba zam?"tanya ibu Rania saat melihat izam keluar dari kamar nya
"panas nya udah mulai turun bu"jawab izam
"sini zam duduk"ucap Ibu Rania, dan izam pun menurut, Ibu Rania mengarahkan kepala izam agar bisa menjadikan paha nya untuk bantalan izam, dan izam pun hanya menurut
"ibu masih ngga nyangka zam, ternyata sekarang kamu sudah menjadi seorang suami"ucap Ibu Rania sambil mengelus kepala izam, izam yang tadinya emosi perlahan sudah membaik bagaikan api yang tersiram air
"izam juga ngga nyangka bu, ternyata jodoh izam akan datang secepat ini, mungkin jika kemarin marin alzena ngga ngidam pempek izam sampai sekarang belum menikah"ucap izam
"tapi mau bagaimana pun kamu menemukan jodoh mu, pasti akan di pertemukan zam, meskipun belum ada rasa cinta diantara kalian, ibu harap kamu bisa memperlakukan adiba sebaik mungkin sebagai istri zam"ucap Ibu Rania
"akan izam usahakan bu, "ucap izam
__ADS_1
"dan Ibu juga berharap kamu bisa segera melupakan prasaan kamu ke alzena zam"ucap Ibu Rania spontan izam langsung duduk mendengar ucapan Ibu Rania
"ibu tau?"tanya izam
"dari awal kamu bawa alzena, memperlakukan nua ibu sudah tau bahwa kamu mencinta alzena zam, tapi bagaimana pun kalian tidak akan bisa menikah zam"ucap Ibu Rania lirih namun masih bisa izam dengar
"tapi kenapa bu? bukan kah di agama kita tidak melarang nya?"ucap izam
"memang di agama kita tidak melarang, Terkecuali saudara sepersusuan"ucap Ibu Rania
"maksudnya bu?"tanya izam
"kamu tau bukan, kalau ibu sudah kehilangan alzena sejak dia lahir otomatis asi ibu juga keluar, karna ibu dan om kamu bingung harus bagaimana agar asinya keluar, ayah kamu menyarankan agar ibu menyusui kamu zam, awalnya ibu menolak, akan tetapi bunda dan ayah kamu memaksa ibu untuk memberikan asi, mulai saat itu kamu dan anak ibu adalah saudara sepersusuan, di dalam agama kita, melarang saudara sepersusuan menikah zam. "ucap ibu Rania dan izam pun hanya mengangguk pasrah. mereka pun melanjutkan obrolan nya hingga alzena dan zayden datang, wajah zayden sudah pucat
"assalamu'alaikum"ucap mereka berdua
"waalaikumsalam"jawab ibu Rania dan juga izam
"kita ngobrol di ruang pribadi saya,dan lu ngga usah ikut" tunjuk izam kepada alzena
"ba-baik tuan"ucap zayden pasrah
"nggak! gue ikut!"pekik alzena
"lu mending makan sana, ngga usah ikut campur urusan gue"ucap izam dingin
"pokok nya kalo gue ngga boleh ikut zayden juga ngga boleh ikut sama lo"ucap alzena sambil memegangi lengan zayden
alzena mau tetep sama izam atau zayden?
VISUAL ZAYDEN ADITAMA HANAFI (23 TAHUN)
VISUAL ILZAMI PUTRA AL FAUZI PRATAMA (24 TAHUN)
VISUAL ADIBA ATHABIYA (26 TAHUN)
__ADS_1
VISUAL ALZENA AZKAYRA AL FAUZI (24 TAHUN)