
mereka berdua terkejut bukan main, melihat izam berjalan bersama Shaila, meskipun usia shaila sudah 14 tahun, tapi mereka berdua tidak pernah mengenalkannya kepada izam, tapi bagaimana izam tau tentang shaila bahkan seperti sudah mengenal lama'batin bunda shanum
"mamah, papah"teriak shaila sambil berlari dan langsung memeluk tubuh bunda shanum, bunda shanum pun langsung berdiri dan memeluk putri semata wayang nya
"kok adek, bisa sampai ke sini sayang?"tanya bunda shanum lembut
"iya mah, om itu yang jemput adek, katanya disuruh sama kaka"ucap shaila sambil menunjuk zayden dan juga izam
"memangnya adek kenal sama kaka?"tanya bunda shanum
"kenal mah, meskipun mamah ngga pernah ngenalin kaka ke adek, tapi kaka selalu nemuin adek kalo adek bilang kangen iya kan kak"jawab shaila dan di angguki oleh izam
"tapi adek kan masih sakit sayang-"
"mamah sama papah ngga usah khawatir, kaka itu cerdas, kaka ngga mungkin ngebiarin aku nyusul mamah, tanpa ada yang nemenin, lagian salah mama, dan papa sendiri ngga pernah ngajakin adek kesini"ucap shaila kesel
"nanti cerita lagi bun, mending kita sarapan dulu, kasian shaila sama zayden mereka juga belum sarapan"ucap izam dan di angguki oleh bunda shanum
"tidak usah repot repot nyonya, saya bisa makan diluar"ucap zayden tidak enak
"udah nurut aja zay, jarang jarang kita makan bareng, anggap aja kaya keluarga sendiri" ucap izam tidak ingin di tolak
zayden pun terpaksa menurut, sekarang di meja makan serasa lebih lengkap mereka pun sarapan bareng, setelah selesai sarapan bunda shanum langsung mengajak shaila ke ruang keluarga, untuk mendapatkan penjelasan dari kebingungan semua ini dan di ikuti oleh papa irsyad, sedangkan izam dan juga zayden mereka memilih mengobrol di gazebo .
"sekarang jelasin sama mamah dek, sejak kapan adek kenal sama kaka, dan kenapa adek ngga pernah cerita sama bunda hmm?" tanya bunda shanum
__ADS_1
"seharusnya adek yang perlu penjelasan sama mamah dan juga papah, kenapa kalian ngga pernah cerita sama adek kalo adek punya kaka disini"jawab shaila kesel
"kalau kamu sudah dewasa kamu pasti tau nak"ucap bunda shanum
"adek bisa jelasin ke papa, kenapa adek bisa kenal sama kaka?"tanya papa irsyad yang sendari tadi hanya diam
"papah sama mamah ini aneh sekali, masa tidak tau soal anak nya sendiri"ucap shaila sebel
"shaila!"ucap papa irsyad tegas, sedikit meninggikan suaranya dan itu shaila terdiam, walaupun jarak gazebo dan ruang keluarga sedikit agak jauh, namun izam tau, bahwa papa tiri nya itu sedang membentak sang adik, karna suara nya langsung terdengar, dan juga karena sebelum sebelum nya rumah itu sepi sunyi
"saya tau shaila itu anak kalian, tapi tolong jangan terlalu keras pada nya, dan saya juga tau bahwa saya tidak ada hak untuk ikut campur dalam rumah tangga kalian, saya mohon maaf jika saya sudah membawa shaila tanpa izin dari kalian, jika kalian ingin melampiaskan rasa kesal kalian silahkan lampiaskan kepada saya, karna saya yang memaksa shaila untuk datang, satu lagi di rumah ini tidak ada yang berhak untuk berteriak atau meninggikan suaranya karna dari dulu ayah saya tidak pernah sekali pun meninggikan suaranya"ucap izam panjang lebar dan itu baru pertama kalinya di dengar oleh papa irsyad dan juga bunda shanum
izam pun langsung duduk di sofa single, dan menyimak pembicaraan mereka, sedangkan zayden sudah izam suruh untuk beristirahat
"silahkan jika ada yang ingin di tanyakan, tanyakan kepada saya, shaila perlu istirahat dan kondisi nya juga belum stabil, shaila mending kamu istirahat dulu ya dek, supaya cepat pulih nanti kaka ajak jalan jalan"ucap izam lembut
"iya kamu istirahat dulu, masalah mamah biar kaka yang jelasin"ucap izam lalu menghantar kan shaila ke kamar nya, saat bunda shanum ingin menegur izam langsung di cegah oleh papa irsyad, karena ini adalah pertama kali nya izam mau berbicara dengan nya
"tapi pah kita perlu penjelasan dari shaila"protes bunda shanum
"apa mamah ngga sadar, ini adalah pertama kalinya izam mau berbicara dengan kita di sini, apalagi tadi izam ngebelain shaila, itu artinya izam bisa menerima kehadiran nya mah, papah minta maaf sudah meninggikan suara papah"ucap papa irsyad, bunda shanum pun protes lagi karna menurut apa yang di ucap kan oleh papa irsyad ada benar nya, tak lama izam pun kembali kesana dan duduk di kursi sebelum nya
"apa yang ingin kalian ketahui dan tanyakan, saya akan menjawab pertanyaan dari kalian" ucap izam dengan wajah datar nya
"papah minta maaf karna sudah membuat kamu tidak nyaman zam"ucap papa irsyad
__ADS_1
"ya tidak apa, silahkan"ucap izam masih dengan pendiriannya yang tidak memanggilnya papah secara langsung
"sekarang kapan kamu tau soal shaila zam?"tanya bunda shanum
"sejak masuk sma"jawab izam singkat
"terus sejak kapan kamu bertemu dengan nya zam?"tanya bunda shanum
"2 hari setelah saya tau bahwa ada shaila di antara kalian"jawab izam
bunda shanum sempat terdiam sebentar, sebelum berfikir ke masa lalu
"untuk kedatangan shaila kesini kalian tidak perlu khawatir, karna saya tidak mungkin membiarkan shaila pergi ke Indonesia sendirian, shaila di jemput, dan di kawal oleh zayden, ada dokter, dan suster yang mendampingi shaila, jika kalian ingin bertemu dengan nya, nanti saya suruh mereka untuk kesini, dan menjelaskan kesehatan shaila, karna sekarang mereka sedang beristirahat"ucap izam panjang lebar
"apa kamu mengikuti jejak ayah mu zam?"tanya bunda shanum, khawatir
"iya, bahkan ayah sudah mengajari saya sejak umur 4 tahun"jawab izam singkat
bunda shanum menghela nafas nya berat, ini yang dia takut kan, dan dia khawatirkan, bunda shanum khawatir jika izam mengikuti jejak ayah nya, sebagai perentas
" apa kamu selama ini mengawasi Bunda nak?" tanya bunda shanum lembut
" tentu saja" jawab Izam singkat dan jelas
" Bunda tidak melarang kamu untuk mengikuti jejak Ayah kamu Zam, bunda cuma bisa berpesan, hati-hatilah nak dalam mengambil sebuah keputusan, jalan yang kamu pilih ini bukan lah jalan yang mudah" pesan bunda shanum
__ADS_1
"iya bun, saya mengerti, Terimakasih atas nasihat nya"ucap izam
"bunda pulang karna bunda ingin menjodohkan kamu zam"ucap bunda shanum mengejutkan izam dan juga papa irsyad