Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 3 MENGINAP


__ADS_3

mereka berdua pun menuju Cafe terdekat, setelah memesan minuman dan sedikit cemilan izam pun meminta penjelasan kepada Alzena


" jadi Lu sebenarnya kenapa?"tanya izam


" gue Udah cerai sama suami gue, dia lagi ngurus perceraian kita" jawab Alzena sambil menikmati minuman nya


" lu serius mau cerai? bukannya hari ini hari pernikahan lu yang ke-2 tahun" tanya izam heran


" mau gimana lagi lu tahu sendiri Gue belum bisa ngasih anak buat dia, ditambah mertua gue ngancem keluarga gue dan ngancem dia" jawab Alzena


" ya kalau masalah anak mungkin tahun ini lu baru dikasih, Lagian Kalian kan nikah juga baru 2 tahun bukan 20 tahun"


" gue nggak mau dia hidup susah sama gue, dan gue juga nggak mau keluarga gue susah" ucap alzena jujur


" Lah terus lu mau ke mana? Kenapa nggak pulang ke rumah lu?" tanya izam lagi


" gue juga diusir sama keluarga gue, kan tadi gue bilang mertua gue ngancam orang tua gue kalau mereka nerima gue mereka bakalan mutusin kontrak kerjasama mereka, karena orang tua gue juga punya utang sama mereka jadi orang tua gue Terpaksa ngusir gue" jawab Alzena


" Buset dah Tega amat sih keluarga lu, Terus sekarang lu mau ke mana?"


" Gue nggak tahu Gue bingung semua barang berharga punya gue minta balik sama dia, handphone, ATM, lainnya tadi untung aja gue masih punya cash 200.000"


" kasihan bener sahabatku ini, gimana kalau lu ikut gue aja, tinggal di rumah gue-"


" lu mau ngajak gue mati tinggal bareng lu" potong alzena


" Buset dah gue belum selesai ngomongnya egee, main potong-potong aja, dikira sayuran apa ya" ledek izam


" gue serius IZAM ALFAUZI!" bentak alzena


" ya sorry sorry,"


" Tadi lu mau lanjutin apaan"


" Ya gimana kalau lu tinggal di rumah gue, kebetulan di sana ada adik serta ibu gue"


" kita ini bukan suami istri Izam masa tinggal bareng, lagian di agama kamu juga di larang kan" ucap alzena


" Oh jadi ini ceritanya ngode buat dijadiin istri dari seorang izam Al Fauzi" ledek izam


" dari tadi gue serius Izam lu malah bercanda terus" ucap alzena kesal


" Yaelah jangan serius-serius ntar cepat tua Jadi gimana Lu mau nggak tinggal di rumah gue" ucap izam mencoba mengalihkan pembicaraan


" enggak lah ya kali gue tinggal sama lo" elak alzena


" Lah terus lu mau ke mana lu kan nggak punya sahabat selain gue" ucap izam bangga


" Buset dah jadi cowok pedean bener" ledek alzena

__ADS_1


" daripada lu di jalan dah Kayak orang gak waras mending lu tinggal sama gue, nanti kalau lu udah selesai perceraian dulu Gue nikahin" ucap izam serius


" zam Gua lagi serius Zam,"


" gue juga serius ALZENA AZKAYRA"


Alzena langsung terdiam mendengar ucapan Izam, lalu dia mena tap izam dengan serius, mencoba mencari kebohongan dalam diri Islam, namun ternyata Isa benar-benar serius dengan ucapannya, terlihat dari sorot matanya yang dia berikan kepada Alzena, sorot mata yang tidak pernah Alzena sadari


" Ja...jadi lu serius?" ucap alzena terbata bata


" gue serius Al, gue udah cinta sama lu dari dulu sebelum lu nikah sama Farhan,"


Alzena terdiam dia bingung ingin mengatakan seperti apa


" Buset dah malah nge lamun gue bercanda kok, jangan terlalu serius Al Entar lu cepat tua" ucap izam mencoba mengesampingkan prasaan nya


" Buset dah lu dari tadi bercanda mulu" ucap alzena kesal


" Habisin dulu tuh kentangnya habis itu ikut gue"


" mau ke mana"


" ke hotel"


Alzena yang mendengar kata" Hotel" langsung melototi izam


" bercanda Alzena Udah Buruan habisin, habis itu ikut gue"


setelah membayar makanan mereka pun pergi ke rumah Izam, 25 menit berlalu akhirnya mereka berdua sampai di rumah Izam, rumah Izam memang tidak seluas rumah Alzena dan Farhan, rumah Izam hanya berlantai 1, Arjuna disambut dengan baik oleh Rania Ibu dari Izam


" Assalamualaikum Bu" ucap Izam sambil mencium tangan Rania, diikuti oleh Alzena


" Waalaikumsalam nak, ini siapa Nak?" tanya ibu


" teman Izam Bu" jawab izam


" suruh temen kamu masuk Nak" perintah nya


" yuk Al masuk" ajak izam kepada alzena


" Sorry kalau rumah gue nggak seluas rumah lo" ucap izam


" Iya nggak apa-apa zam"


" Bu Izam mau ngomong" ucap Izam saat sudah berada di ruang tamu


" kamu mau ngomong apa Zam" tanya sang ibu


" kalau Alzena tinggal di sini boleh nggak Bu" ucap izam hati hati

__ADS_1


Rania yang mendengar pertanyaan Sang putra pun bingung' Mengapa Izam mengajak teman perempuannya untuk menginap dengan diri nya?'


" sebenarnya ini calon istri izam bu" ucap izam mengejutkan Alzena dan sang ibu


" Izam Al Fauzi Lu ngomong apaan sih"bisik alzena kepada Izam


" udah Lu mending diem deh"


" zam Bukannya ibu nggak memberi izin, Kalian kan belum nikah tidak baik jika tinggal serumah" nasehat sang ibu


" Iya Bu Izam ngerti, tapi daripada Izam ngekosin Alzena mending dia tinggal sama kita Bu, Izam juga nggak mau jauh-jauh dari Alzena, Izam takut Alzena kenapa-napa, Lagian kalau Alzena tinggal sama kita, kita juga bisa ngawasin dia Bu" ucap izam panjang lebar


" Memangnya orang tua Alzena ke mana nak?" tanya sang ibu


Izam pun menceritakan permasalahan Alzena kepada sang ibu, sang Ibu terkejut mendengar penjelasan dari Sang putra, dia juga merasa prihatin terhadap Alzena


" nanti setelah surat cerainya keluar izam bakalan menikahinya bu? ibu meridhoi keputusan izam kan Bu?" tanya izam


" jika memang ini yang terbaik menurut kamu zam, ibu akan meridhoi pernikahan kalian nanti, tapi kamu juga harus meminta restu kepada bunda kamu zam" ucap sang ibu


izam pun tersenyum mendengar ucapan sang ibu, namun tidak dengan Alzena, dia masih terkejut dengan apa yang izam ucapkan


" Ya sudah Ibu mengizinkan Al zena tinggal bersama kita zam, tapi Ibu harap kamu tidak macam-macam zam" Ibu Izam terpaksa menyetujui permintaan Sang putra Karena hati nuraninya pun ikut tersentuh dengan kenyataan yang harus Alzena terima


" Ya udah kalau gitu Bu Izam pamit nganterin Alzena ke kamar ya Bu" ucap izam


Ibu Izam pun hanya mengangguk, lalu Izza mengantarkan Alzena ke kamar tamu, kamar tamu tersebut berdekatan dengan kamar Izam


" nah ini sekarang jadi kamar lu"


" zam tadi Maksud lu apaan sih ngomong kalo gue calon istri lu sama ibu lu" tanya alzena kesal


" Nggak ada maksud apa-apa udah lu istirahat aja sekarang Pasti lu masih terpuruk dengan kenyataan ini kan, nggak usah dipikirin ucapan gue kepada Ibu gue mendingan lu Fokus sama kesehatan lu dari tadi muka lu pucat tahu nggak udah kayak mayat hidup aja lu" ledek izam


" Tega amat lu jadi sahabat anggap gue mayat hidup"


" udah sana Istirahat kalau ada apa-apa hubungin gue"


" Iya Izam Thanks ya udah bantuin kalau gue udah bisa cari kosan gue bakalan pindah secepatnya"


" udah kayak sama siapa aja lu udah sana Istirahat"


" Ya udah sana lu keluar lah masa gue istirahat lu di sini"


" ya sorry gue suka lupa waktu kalau sama Lu"


" gombal aja lu udah sana keluar katanya lu suruh gue istirahat"


" Jangan lupa mimpiin gue ya" ucapnya lalu pergi meninggalkan Alzena

__ADS_1


" ampun deh punya temen kerjaannya bercanda mulu, tapi syukur deh gue punya temen kayak Izam" batin Alzena


lalu Alzena berbaring dan memikirkan nasibnya dan kedepannya, jujur Alzena belum siap jika harus bercerai dengan Farhan


__ADS_2