
di lain tempat Farhan sedang tidak enak badan, dari tadi pagi dia terus-terusan mual dan muntah, Mami Sarah khawatir dengan keadaan Sang putra karena tidak biasanya Sang putra mual dan muntah di pagi hari seperti sekarang ini
" Farhan kita ke rumah sakit aja ya, Mami khawatir sama kamu nak" ucap Mami Sarah
" aku nggak mau mih, aku mau tidur aja" ucap Farhan lalu menarik selimutnya kembali
karena sang anak tidak mau dibujuk untuk ke rumah sakit mami Sarah pun akhirnya pasrah dia tak tahu harus bagaimana lagi,
" Gimana Mih Farhan mau dibawa ke rumah sakit atau tidak" tanya Papi Fikri saat melihat Mami Sarah keluar dari kamar Farhan
" nggak tahu Pih dia nggak mau dibawa ke rumah sakit malah milih tidur lagi" ucap Mami Sarah
" kalau dia sakit siapa yang bakalan handle perusahaan mih, papi nggak sanggup kalau harus papi urus sendirian" ucap Papi Fikri
" kamu jangan mikirin perusahaan dong Mas, pikirin kesehatan anak kita yang penting" ucap Mami Sarah sedikit Ketus bisa-bisanya sama suami hanya memikirkan perusahaannya tanpa memikirkan kesehatan sang anak
"ya mau bagaimana lagi dia sendiri yang tidak mau di ajak ke rumah sakit,kamu sebagai ibu nya harus nya bisa bujuk anak mu lah" ucap papi fikri mulai meninggi
"oh jadi gitu ya, di saat anak berhasil mempertahankan perusahaan kamu ngaku ngaku itu anak kamu, giliran dia sakit kaya sekarang kamu bilang dia anak ku, farhan itu anak kita mas, anak kita!!" ucap mami sarah tak kalah tinggi nya
"sudah lah kamu urus dia, saya mau ke kantor!" ucap papi fikri lalu pergi meninggalkan mami sarah dan juga farhan, fahmi yang melihat pertengkaran antara kedua orang tua angkat nya pun tersenyum penuh kelicikan
"ternyata tidak susah untuk membuat keluarga kalian hancur" batin fahmi
papi fikri bukan lah pergi ke kantor melainkan pergi ke apartemen nya selingkuhan nya
ting tong
ting tong
ting tong
"iya sebentar" ucap sang wanita
"loh pak, ngapain di sini ini masih pagi pak!" ucap sang wanita
"sudah lah mel, dari pada kamu ikut ikutan istri saya ngomel ngomel tidak jelas lebih baik kamu melayani saya" ucap fikri
ya dia adalah melisa, pacar farhan dan juga selingkuh an fikri, mereka berdua pun melakukan, hubungan terlarang
di sisi lain izam sudah muter muter mencari penjual bakso coklat tidak ketemu ketemu, hingga akhirnya dia pun berinisiatif untuk membuat bakso sendiri
"al dari tadi kita udah muter muter ga ketemu penjual bakso loh al" ucap izam
"hmm terus gimana dong zam gue pengen banget makan bakso coklat"ucap alzena sambil berkaca kaca, jika alzena sudah berkaca kaca izam pun tak bisa menolak permintaan alzena, karna dia sudah berjanji bahwa dia tidak akan membiarkan air mata alzena jatuh
"gimana kalo kita bikin sendiri aja al? "tanya izam
"tapi gue ga bisa masak zam"ucap alzena sambil menunduk
__ADS_1
"kita masak bareng aja gimana? " usul izam
"boleh, yuk cari bahan nya"ucap alzena antusias
melihat alzena semangat, izam pun ikut semangat mereka berdua pergi ke salah satu supermarket dan membeli bahan bahan untuk membuat bakso, cukup lama mereka berdua di supermarket tersebut karena sebelum nya izam belum pernah membuat bakso,
setelah membeli bahan bahan buat bakso izam dan alzena pun langsung pulang ke rumah tak lupa, izam juga membeli beberapa cemilan, karna dia tau nisa dan juga alzena suka nyemil
"assalamu'alaikum bu"ucap izam saat masuk ke dalam rumah
"waalaikumsalam zam" jawab ibu, lalu izam mencium tangan sang ibu di ikuti oleh alzena
"bu, izam pinjam dapur nya ya bu"ucap izam
"tumben untuk apa zam?" tanya ibu
"izam mau buat bakso coklat bu, alzena pengen makan bakso coklat, dari tadi izam udah muter muter ga ketemu sama yang jual bakso coklat"ucap izam menjelaskan, sedangkan alzena hanya tersenyum mendengar ucapan izam
"kamu sudah beli bahan nya zam? "tanya ibu
"alhamdulillah udah bu, tadi sebelum pulang kita udah belanja" jawab ibu
"biar ibu aja zam, yang bikin bakso nya, kamu temenin alzena saja" ucap ibu
"tapi bu-" belum selesai izam melanjutkan omongan nya sudah di potong lebih dulu oleh ibu
"memang nya tidak merepotkan bu? alzena sendiri tidak bisa masak bu" ucap alzena jujur, izam dan ibu rania tersenyum mendengar ucapan alzena yang menurut mereka sangat jujur
"ngga papa nak, masa sama anak sendiri ngerepotin. zam bahan bahan nya taro di dapur aja,biar nanti ibu yang buatkan"ucap ibu, izam pun terpaksa menurut
"makasih ya bu, sudah berniat buat kan untuk alzena"ucap alzena dan ibu rania hanya mengangguk,
"ibu mau izam bantuin ngga bu? "tanya Izam
"kamu temenin alzena aja zam, biar dia ada teman ngobrol"tolak ibu
"iya bu"ucap izam, izam pun kembali lagi ke alzena
*
*
*
"oh ya al kapan persidang perceraian lo ?"tanya izam
"gue ga tau zam, itu masalah mas farhan, dia bilang sama gue katanya semua dia yang urus, dan gue di larang hadir di persidangan" jawab alzena sambil menikmati cemilan nya
"yakin lo ga mau hadir al? "tanya izam
__ADS_1
"iya yakin, lagian gue juga udah cape, cape batin, ngadepin mertua yang banyak nuntut, padahal gue ga nuntut apa apa dari mas farhan" jawab alzena
"terus soal kandungan lo?" tanya izam lagi
"udah gue putusin gue bakalan gedein anak ini sendiri, dan gue juga ga akan ngomong sama dia, sesuai waktu di rumah sakit"jawab alzena
izam pun hanya mengangguk, keadaan hening tiba tiba,.
"lo kapan nikah nya zam?"tanya alzena
"nungguin lo jadi janda"jawab izam
"gue serius zam"ucap alzena
"gue juga serius, kan calon istri gue lo" ucap izam
tanpa izam ketahui jantung alzena sudah dag dig dug mendengar ucapan izam, tak lama nisa pun pulang
"assalamu'alaikum "ucap nisa saat masuk kedalam rumah
"waalaikumsalam, udah pulang dek?"tanya izam basa basi
"kalo nisa belum pulang nisa ga mungkin di sini lah bang"ucap nisa kesel
"abang kan cuma basa basi, masa kesel si"ucap izam tanpa bersalah
"udah ah aku mau mandi, males ngomong sama abang" ucap nisa lalu pergi meninggalkan izam dan juga alzena, mereka berdua pun melanjutkan obrolan nya hingga tak terasa bakso yang dibuat oleh ibu rania pun sudah jadi.
"nisa tolong panggil kan kaka mu, ini bakso nya sudah jadi" ucap Ibu kepada nisa, karna izam masih di ruang TV bersama alzena
nisa pun dengan senang hati memanggil alzena dan juga izam
"kak di panggil ibu katanya bakso pesanan kaka sudah jadi" ucap nisa
"iya nis terimakasih, nanti kaka kesana"jawab alzena, nisa pun hanya mengangguk lalu pergi kedapur lagi
"yok al ibu udah selesai loh"ucap izam lalu menarik tangan alzena agar mengikuti nya, karna tangan nya di tarik oleh Izam, terpaksa alzena menurut
"ini nak, cobain bakso nya, kalo ada yang kurang ngomong aja ke ibu, lain kali biar ibu bisa perbaiki"ucap ibu rania,
"iya bu terimakasih udah mau repot repot buat kan alzena bakso"ucap alzena tidak enak
"masa sama anak sendiri repot" bukan ibu rania yang menjawab melainkan nisa, izam ingin menegur sang adik namun dia urungkan karna mendengar suara ibu rania
"mending kalian cobain bakso bikinan ibu"ucap Ibu rania
mereka pun mencoba bakso coklat yang di inginkan alzena, sebenernya bukan mereka, melainkan hanya nisa dan juga alzena, karna izam tidak begitu suka dengan coklat, perpaduan antara coklat dan bakso, menurut nya sangat lah aneh, biasanya makan bakso pedas ini tiba tiba jadi manis. ga kebayang aneh nya batin izam
.
__ADS_1