Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 35 KEMATIAN FAHMI


__ADS_3

"fahmi di mana kamu!!"teriak papi fikri saat sampai di kediaman fahmi


"kenapa pih, kok papih teriak teriak"ucap gina merasa terganggu dengan teriak an papa mertua nya (istri fahmi)


"dimana anak kurang ajar itu!!"ucap papi fikri tanpa memperdulikan pertanyaan menantunya


"welcome dear papi" ucap fahmi yang seakan menunggu kedatangan orang tua angkat nya itu, tanpa aba aba papi fikri ingin menonjok fahmi namun di tepis oleh pria itu


"what happened ded" ucap fahmi pura pura tak tau


"emang anak setan kamu fahmi sudah saya besar kan, dan saya sekolah kan, tapi ini balasan kamu kepada saya!!"teriak papi fikri


"this is comparable to what you did to my parents" ucap fahmi dengan tatapan tajam nya


"apa maksud kamu!"ucap papi fikri pura pura tak mengerti maksud fahmi


"jangan anda kira saya tidak tahu dengan apa yang anda lakukan terhadap orang tua saya, anda telah merencanakan pembunuh an terhadap orang tua saya"bentak fahmi


"jangan asal bicara kamu anak brengsek "hardik papi fikri


"saya tidak asal bicara, tuan fikri Iskandar, anda lah di balik kecelakaan yang menimpa orang tua saya!!"hardik fahmi balik


"meskipun kecelakaan itu sudah 24 tahun yang lalu,jangan anda kira saya bodoh tidak menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa orang tua saya!" hardik fahmi, papi fikri seketika menegang saat mengetahui bahwa fahmi menyelidiki kasus kecelakaan sang adik


FLASHBACK


"fikri, fina kalian berdua adalah anak anak papi, mungkin umur papi tidak akan lama lagi nak, namun sebelum papi pergi, papi ingin membagikan warisan kepada kalian berdua selaku perawis keluarga Iskandar" ucap papi sean


"papih jangan berbicara seperti itu papi pasti akan sehat dan bisa berkumpul lagi sama anak cucu papi" ucap fina ibunda fahmi


"pak akbar ini adalah pengacara papi, silahkan di baca kan pak" ucap papi sean


"baik Pak sean, untuk anak perempuan saya yang bernama fina Amora Iskandar, beliau mendapatkan 45 persen harta milik tuan sean Iskandar termasuk perusahaan MTP, sedangkan untuk anak lelaki saya yang bernama fikri Iskandar, beliau mendapatkan 40 persen harta kekayaan tuan sean dan 15 persen lagi saya berikan kepada cucu saya fahmi putra Iskandar anak dari saudari fina Amora Iskandar,"ucap pak akbar papi fikri yang mendengar surat wasiat yang di bacakan oleh pak akbar pun tak Terima karna dia mereka seharusnya dia lah yang mendapatkan lebih banyak dari sang adik


"maaf Pak sebelumnya apa anda tidak salah baca" tanya papi fikri


"tidak pak, ini jika anda tidak percaya" ucap pak akbar sambil menyerah kan surat wasiat tersebut, papi fikri pun langsung membaca surat itu dan betul dengan apa yang dtelah di bacakan oleh pak akbar


"maaf pih ini kenapa jatah fikri hanya 40 persen sedangkan fina 45, terus juga kenapa anak fina dapat anak fikri ngga dapat" protes papi fikri

__ADS_1


"karna kamu anak laki-laki fikri, kamu Harus berjuang demi keluarga kamu" ucap papi sean


"tapi pih ini ngga adil buat saya" ucap papi fikri sedikit meninggi, hal itu mengejutkan semua orang yang ada di sana termasuk papi sean,


"koh, kenapa harus tinggi tinggi si suaranya" tegur mami fina


"lah lu, enak dapat 60 lah gue cuma 40 minimal 50 50 lah" protes papi fikri


"ya udah jatah aku 35 persen, koko 50 persen" ucap mami fina


"tidak bisa seperti itu fina, kamu hanya boleh membagi harta mu kepada keturunan mu, atau jika kamu benar benar tidak mau maka, harta itu akan di seraoke panti asuhan" ucap papi sean, hal itu membuat kedua kakak beradik itu terdiam, papi fikri tidak terima jika harta sang ayah jatuh di tangan orang lain


"iya pih, oh ya pak akbar saya bisa mengalihkan harta yang di berikan oleh orang tua saya kan pak? tanya mami sarah


" bisa bu" ucap pak akbar


"jika suatu saat nanti saya kembali kepada Tuhan, seluruh harta saya, saya ingin serahkan kepada anak semata wayang saya, yakni fahmi putra Iskandar, dia hanya boleh mengambil saat usia 23 tahun, namun jika dia belum ada usia 23 sudah kembali kepada Tuhan tolong serahkan harta yang saya tinggalkan ke panti " ucap mami fina mengejutkan papi fikri, tapi tidak dengan papi sean, karna dia tau watak sang putri, itu sebabnya dia memberi lebih kepada sang putri karna sang putri akan menggunakannya sebaik mungkin tidak dengan anak putra nya, yang cuma menghambur hambur kan uang


"papi setuju sama pemikiran kamu nak" ucap papi sean*


'Sial baru juga mau tak bunuh malah mewarisi kepada anak sialan itu, jika aku ingin menguasai seluruh harta Iskandar maka aku harus mengurus anak sialan itu, tapi tak apa lah dari pada harta Iskandar di nikmati orang lain'batin papi fikri


mereka (fina dan suami) di perjalanan menuju kediaman sang mertua tiba tiba jalan yang di lewati nya rusak alhasil mereka pun putar jalan, namun saat putar jalan, mereka malah melewati jalanan yang cukup sepi dan baru pertama kalinya mereka melewati jalan itu, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti mobil mereka, dan menabrakkan nya dari belakang, hingga papi nya fahmi hilang kendali dan masuk ke jurang, sejak saat itu papi fikri mengurus fahmi hingga sekarang, dan soal harta waris dia tidak pernah ngomong apapun kepada fahmi, hingga dimana mami sarah keceplosan sebut bahwa fahmi bukan lah anak kandung nya, mulai saat itu fahmi mencari kebenarannya


FLASHBACK OFF


"kenapa kok tegang gitu pih, benar kan apa yang saya ucapkan? "ucap fahmi mengejek


"jangan ngomong sembarangan kamu fahmi"ucap papi fikri lagi dan akan menampar fahmi, namun kaki ini bukan fahmi yang menahan melainkan suara polisi yang menahan tangan papi fikri


"angkat tangan"ucap sang polisi sambil mengarahkan pistol nya ke arah papi fikri


"saudara fikri Iskandar anda kami tangkap atas tuduhan pembunuhan" ucap salah satu polisi lalu mendekat, di saat ingin mendekati papi fikri, papi fikri segera mengeluarkan pistol nya dan menembak fahmi


dor


dor


papi fikri menembak 2 kali kearah dada fahmi, teriakan gina pun terdengar, seisi rumah,

__ADS_1


"mas fahmiii"teriak gina sambil mendekati sang suami, dan di saat papi fikri ingin kabur, dia lebih dulu di lumpuh kan oleh polisi


" akh... "teriak papi fikri saat kaki kirinya tertembak, para polisi yang berjaga di luar langsung masuk saat mendengar suara tembakan 3 kali, dan sebagian menolong fahmi, sebagian menolong papi fikri


" mas kamu harus kuat demi aku dan anak kita mas"ucap gina saat mereka sudah di dalam mobil


"sa-sayang maaf-kan aku.. maaf-kan aku jika aku belum berhasil membahagiakan kamu dan anak kita"ucap fahmi terbata bata


"engga mas, kamu udah ngebahagiain kita, kamu harus kuat ya mas"ucap gina sambil memegang tangan sang suami dengan derasan air mata


"jangan menangis sayang, tangisan mu, adalah kelemahan ku"ucap fahmi sambil menghapus air mata sang istri


"kamu harus kuat mas" ucap gina lirih, di saat fahmi ingin menutup mata nya di goyang goyang kan badan nya oleh gina agar sang suami tetap sadar, namun takdir berkata lain, fahmi menghembuskan nafas terakhir nya, saat di perjalanan


*


*


*


"astaghfirullah"ucap alzena tiba-tiba saat sedang duduk bersama Nisa


" kenapa kak? "tanya nisa heran


"engga papa dee"ucap alzena bohong, dia terkejut melihat video yang pernah izam tunjukkan kini tersebar di mana mana, dan yang lebih mengejutkan adalah kematian fahmi


"kak liat deh, ini ada anak bapa suka sama satu wanita tersebut wanita nya hamil, dia bilang sama inisial f anak nya terus sama bapak nya f anak nya juga, dan ternyata yang nyebarin vidio itu berisial FPI di duga anak angkat nya F. I, yang lebih parah nya,saat inisial FI ke kediaman fpi malah di tembak di duga, karna fi telah membunuh orang tua fpi" ucap nisa sambil menyerah kan ponsel nya, tangan alzena bergetar mendengar ucapan nisa, dan tak terasa air mata nya menetes


"loh kaka kenapa? "tanya nisa panik saat melihat sang kaka menangis


"mereka keluarga mantan suami kaka dee"ucap alzena sambil menangis


" innalillahi wainalilahi rojiun" ucap Nisa sambil memegang dadanya


"kita kesana yu de, kaka ngga tega sama gina dan juga anak nya"ucap alzena mengajak nisa


" yuk kak, sebentar aku ambil tas dulu"ucap nisa mengiyakan ajakan sang kaka, karna tidak mungkin dia membiarkan sang kaka pergi sendiri, apalagi di posisi sekarang, mereka juga masih berduka dengan kepergian izam


"yuk kak"ajak nisa, mereka pun bersiap untuk pergi ke kediaman rumah gina, namun terhenti karna mendengar suara seseorang yang sangat mereka rindukan

__ADS_1


__ADS_2