Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 6 RUMAH SAKIT


__ADS_3

Nisa pun langsung bangkit dari tempat duduknya, dan berniat untuk pergi ke rumah sakit namun dicegah oleh sang ibu


" Kamu mau ke mana Nis?" tanya sang ibu


" Nisa mau lihat keadaan Abang Bu" jawab nisa


" Abangmu baik-baik saja Nis, dia hanya menemani temannya di rumah sakit"


"huff, Kenapa Ibu baru bilang, Nisa panik banget takut Abang kenapa-kenapa" ujar nisa bernafas lega


" Lagian kamu Ibu belum selesai ngomong udah mau berangkat aja, mending kamu mandi sana udah sore habis magrib kita susul Abangmu, kebetulan teman Abangmu yang di rumah sakit Sebelumnya dia menginap di rumah kita" ucap sang ibu


" Iya Bu, Nisa pamit ke kamar dulu"


bisa pun pergi menuju kamarnya dan sang Ibu hanya menganggukkan kepala lalu melanjutkan masaknya, di sisi lain Farhan lagi dibujuk oleh teman-temannya untuk kembali ke dunia kelam


" Ayo lah han Lu jangan kayak cewek gini lah" ucap Wilson

__ADS_1


" cewek masih banyak bro, Lagian apa istimewanya mantan istri lo itu, Bisanya cuman ngabisin duit lu aja" ucap alwin


" mending kita ke gelap aja lah ya senang-senang kayak dulu, Lagian semenjak lu udah nikah sama Alzena lu kan nggak pernah gabung sama kita kita" ucap Ezra


" Ya udah yok jalan gue juga udah bosen" ucap farhan


jika tidak dituruti maka teman-teman Farhan akan terus mempengaruhi perubahan sehingga akhirnya Farhan pun terbawa, Farhan pun kembali kepada jati dirinya dulu yang sudah 2 tahun Ia pendam saat bersama Alzena, dia kembali menjadi Farhan yang brengsek, dan juga kasar,


sedangkan di rumah sakit Alzena tidak henti-hentinya tersenyum, bagaimana ia tidak terus-terusan tersenyum impian dia selama ini akhirnya terwujud, ya Izam memang sudah menceritakan Mengapa dirinya berada di rumah sakit


" jangan senyum-senyum terus nanti giginya kering" canda izam


" Jadi apa lu bakalan ngomong sama mantan suami lu?"tanya izam


" Gue nggak tahu Gue takut zam" jawab alzena


" apa yang lu takutin Al,?" tanya izam

__ADS_1


" Kalau boleh jujur gue pengen ngomong sama dia tapi gue udah sakit hati banget sama keluarganya dia" jawab alzena


" tapi setidaknya lu kasih tahu aja mungkin dengan adanya dia di rahim lu rumah tangga lupa kalian baik-baik aja" saran Izam


" gue nggak mau zam cukup Lu aja yang tahu bahwa gue lagi hamil gue takut kalau gue kasih tahu mereka bakal misahin gue sama anak gue nantinya, karena keturunan Iskandar cuma Mas Farhan, Fahmi itu cuma anak mereka, otomatis kalau mereka tahu gue hamil mereka bakalan pura-pura baik sama gue zam, gue-" belum sempat Alzena melanjutkan omongannya sudah dipotong lebih dulu oleh Izam


" udah cukup al, gue tahu maksud lo maafin gue kalau omongan gue udah nyakitin hati lu udah jangan nangis gue nggak mau lo nangisin orang yang nggak pantes lu tangisin" ucap Izam sambil menghapus air mata alzena, dan Alzena hanya menganggukkan kepala, keadaan Hening tiba-tiba hingga dengan ponsel izam berdering


"assalamu'alaikum nis, kenapa dek"


"waalaikumsalam bang, ini Nisa sama ibu lagi di rumah sakit, mau n jengukin teman abang, abang di mana?


"di kamar VIP"


"oke Nisa sama ibu kesana sekarang, assalamu'alaikum bang"


"waalaikumsalam"panggilan pun terputus

__ADS_1


"ibu mau kesini"ucap izam saat berada di samping alzena


alzena hanya menganggukkan kepala saja


__ADS_2