Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 2 DIUSIR


__ADS_3

" maksud mami Fahmi bukan anak kandung kalian" ucap Fahmi


mami sarah yang mendengar pertanyaan fahmi pun diam mematung, mau tidak mau dia pun harus jujur


" Maafkan Mami dan juga Papi, Fahmi kita tidak bermaksud menyembunyikan identitas asli kamu" ucap mami Sarah merasa bersalah kepada sang anak


" jadi kalau aku bukan anak kandung mami dan juga papi lalu siapa orang tua ku"tanya fahmiv


" sebenarnya kamu adalah ponakan papi fahmi, orang tua mu sudah meninggal karna kecelakaan sejak kamu umur satu tahun"ucap papi fikri berbohong, bukan karna apa dia belum siap menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya


"papi tidak lagi membohongi ku kan!"tanya fahmi penuh penyelidik


" papi tidak membohongi kamu Fahmi, kita bahas itunya Nanti dulu, sekarang Papi Mau ngomongin masalah kakak kamu" ucapnya mencoba mengalihkan pembicaraan


Fahmi pun terpaksa setuju, karena memang sejatinya mereka ingin membicarakan soal Farhan dan juga Alzena, setelah keadaan Hening beberapa saat, papi fikri membuka suara


" papi ingin kamu menikah lagi Farhan!" ucapnya lagi penuh penegasan


" harus berapa kali Farhan bilang pih, kalau Farhan tidak akan menikah lagi" ucap farhan tak kalah tegasnya


" baiklah jika kamu tidak ingin menuruti kemauan papi maka Ceraikan istri kamu yang tidak berguna ini!"bentak nya


"sampai kapan pun farhan tidak akan menceraikannya!" ucap farhan agak meninggi


"jika kamu masih tetap dengan keputusan kamu ini, jangan salahkan papi, jika papi mencoret kamu dari kartu keluarga farhan!, papi tidak akan memberikan kamu sepersen pun, dan juga papi akan menyulitkan kamu untuk mencari kerja!, papi juga akan memutuskan kerjasama dengan perusahaan mertua kamu farhan, dan papi akan menuntut nya! jadi fikir kan baik baik" ucap nya lalu pergi meninggalkan semua yang di ruang keluarga


"mami harap kamu tidak mengambil keputusan salah farhan, kamu tau betul dengan apa yang di ucapan oleh papi mu itu, jika kamu tetap memilih istri kamu yang tidak berguna ini, jangan pernah menganggap mami, sebagai orang tua kamu lagi farhan!"


setelah melihat kedua orang tuanya pergi meninggalkan ruang keluarga, Farhan pun menggenggam tangan sang istri, mencoba menguatkannya, Karena sejujurnya dirinya pun bingung harus memilih yang mana, di sisi lain dia mencintai sang istri,


namun di sisi lain juga dia tidak ingin mengecewakan orang tua tuanya, karena bagaimana pun mereka adalah tanggung jawab Farhan sendiri, dan Farhan juga belum siap hidup menderita


"mas aku mau ngomong sama kamu" ucap alzena yang mencoba menguatkan diri


Fahmi dan juga gina yang mendengar ucapan Alzena pun pergi meninggalkan mereka berdua,


" Mas lebih baik kita cerai"ucap alzena, alzena merasa lebih baik dirinya mengalah


" Kenapa kamu ngomong seperti itu sayang?"

__ADS_1


" Aku tidak mau kamu menjadi anak durhaka Mas, udah cukup kita membuat Mami dan juga Papi menderita, Mungkin ini memang jalan dari Tuhan untuk kita berdua"


" sayang kamu tahu kan aku sangat mencintai kamu, dan aku tidak ingin melepaskan kamu"


" mas aku tahu kamu belum siap hidup susah denganku, ini terlalu beresiko untuk kita berdua mas, Aku tidak ingin keluargaku di penjara, dan aku juga tidak ingin kamu menjadi anak durhaka"mungkin terdengar egois tapi mau bagaimana lagi dari pada orang tua nya di penjara demi pernikahan nya


" Jika kamu tidak ingin menceraikan ku, maka aku yang akan menggugat kamu mas" tambah nya


farhan diam sejenak,


" Baiklah mulai hari ini kamu aku talak!" ucap Farhan lalu meninggalkan Alzena sendirian di ruang keluarga


setelah kepergian Farhan Alzena menangis, sejujurnya dia tidak ingin bercerai dengan Farhan, tapi jika Apa yang diucapkan sang mertua itu benar adanya, maka bukan hanya hidup Farhan yang susah, melainkan keluarganya juga


setelah dirasa cukup tenang, Alzena kembali ke kamarnya, Sesampainya di kamar dia tidak melihat batang hidungnya Farhan, mungkin Farhan sedang menemui orang tuanya


Alzena pun bergegas membereskan barang pribadinya, setelah membereskan semua barang pribadinya Alzena pun turun ke bawah, dan ternyata kedatangan dirinya sudah ditunggu oleh sang mertua


" mi,pi Alzena pamit" saat dia ingin mencium ke tangan kedua mertuanya, malah ditolak oleh keduanya juga


" Kenapa tidak dari dulu kamu pergi dari sini alzena, diancam dulu baru kamu mau bercerai dengan anak saya!" bentak mami sarah


" Maafkan alzena jika alzena tidak bisa menjadi menantu idaman Mami dan juga Papi"


" kalau begitu Alzena pamit"


" Mas Terima kasih selama ini kamu sudah menjadi suami yang sangat pengertian dengan keadaanku, Maafkan aku jika selama ini aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu Mas"


" Pergilah sekarang kamu bukan Istriku lagi, Aku akan segera mengurus perceraian dan kembalikan benda hartamu alzena" ucapnya dingin


Alzena yang mendengar ucapan sang suami, eh maksudnya mantan suami, merasa sedikit sakit hati, namun mau bagaimana lagi ini keputusan dirinya,


setelah Alzena mendengar ucapan Farhan, Alzena meninggalkan kediamannya, sejujurnya Farhan juga tidak ingin menceraikan Alzena,


namun jika dia tetap mempertahankan Alzena sebagai istrinya, dia tidak sanggup mengambil resiko yang akan terjadi di masa depan kelak, karena dia tahu ucapan sang ayah tidak pernah main-main


di jalan Alzena terus menangis, tanpa memperdulikan sang sopir taksi, setelah setengah jam perjalanan akhirnya Alzena sampai di kediaman sang orang tua


" Pah mah"

__ADS_1


" Kenapa kamu ke sini Alzena!"


" Kenapa Papa bilang seperti itu?"


" Papa tahu sekarang kamu bukan istri Farhan lagi, sejak awal papa sudah melarang kamu untuk menikahi Farhan, akan tetapi kamu tetap tidak mendengarkan ucapan papa, sekarang jadi begini kan, bagaimana jika keluarga Farhan memutuskan kerjasama yang selama ini papa buat,"


" Papa tidak ingin mengambil resiko lagi," nambahnya


" maksud Papa apa ngomong seperti itu dengan Alzena?"


" Papa tidak akan menerima kamu di sini Alzena silakan kamu pergi ke rumah Papa"


" Kenapa Papa tidak mengusir Alzena apa salah Alzena pah"


" Pak Fikri mengancam papa, jika Papa membiarkan kamu kembali ke rumah ini maka dia akan memutuskan kontrak ini, kamu tahu Resiko yang akan terjadi di depan, dan Papa tidak mau hidup miskin sebaiknya kamu pergi dari sini Alzena!" bentaknya


Alzena yang mendengar bentakan sang papa, pun langsung meninggalkan kediaman orang tuanya, dia menangis lagi bingung harus ke mana, dia sudah mengembalikan seluruh harta yang dia miliki kepada Farhan


Alzena terus berjalan tanpa arah, pikirannya kosong hatinya sakit, sakit karena orang tuanya tidak menerima dirinya, sakit karena keputusannya, namun mau bagaimana lagi dia maju kena mundur juga kena


Izam yang melihat Alzena berjalan kaki pun menghampirinya


" Buset udah kayak Gelandangan aja lu jalan bawa koper" ledek izam


Alzena yang mendengar suara itu pun langsung mencarinya, dan betapa terkejutnya melihat Izam


" Tega banget lu ngatain gue gelandangan, ya walaupun kenyataannya kayak gitu sih"


" mau ke mana sih udah kayak janda aja kelayapan nggak jelas, suami lu udah bangkrut ya" ledek izam lagi


" enak aja lu kalo ngomong, suami gue eh maksudnya mantan suamiku nggak bangkrut"


" tunggu-tunggu kok mantan suami?" tanya izam heran


" Lu kalau mau ngajak ngobrol gue sambil minum apa Zam, gue capek dari tadi jalan terus"keluh nya


" Buset dah galak amat lu jadi cewek, Ya udahlah Yuk kita cari Cafe sekitaran sini"


" ini lu nggak ada niatan buat bawain koper gue apa zam"

__ADS_1


" Yaelah tinggal ngomong aja buat bawain koper pakai nyindir segala lu, Ya udah sini gua bawain"


" Nah gitu dong jadi sahabat, masa disindir dulu baru mau bawain dasar nggak peka lu jadi cowok" ucap alzena sambil terseyum


__ADS_2