
izam terkejut melihat alzena yang sudah tak sadar kan diri, dia pun menghampiri alzena
"al bangun al, jangan bikin khawatir"
izam terus mencoba membangunkan alzena hingga tak terasa air matanya jatuh membasahi pipi nya
"alzena kenapa zam?" tanya sang ibu
"izam ga tau bu tiba tiba alzena sudah tak sadar kan diri" jawab izam panik
"ya sudah kita bawa ke rumah sakit aja zam, ibu khawatir dengan alzena" ucap sang ibu tak kalah panik nya
izam pun mengangguk, namun dia melarang sang ibu untuk ikut kerumah sakit, takutnya anisa pulang, sang ibu pun terpaksa menuruti kemauan sang anak
di perjalanan menuju rumah sakit, izam tak berhenti henti nya berdoa supaya, alzena baik baik saja, hingga tak terasa dia sudah sampai di rumah sakit, suster yang melihat izam menggendong alzena pun dengan cepat menghampiri izam
lalu alzena di bawa ke UGD, dan izam disuruh menunggu di luar, 20 menit berlalu dokter pun keluar dari UGD, dan izam langsung menghampiri sang dokter
"bagaimana keadaan nya dok" tanya uzam
"ibu alzena tidak apa apa pak, mungkin karna kecapean dan stres, di tambah beliau sedang hamil muda, dan cukup lemah dengan kandungan nya, mungkin itu sebab nya beliau tidak sadar kan diri" ucap dokter,
"ha-hamil? " tanya izam terkejut
"iya Pak ibu alzena sedang hamil, usia kandungan memasuki 5 minggu, tolong di jaga kandungan nya, dan jangan membuat dia stres ya pak, karna jika itu terjadi terus menerus,kemungkinan beliau akan keguguran" saran sang dokter
__ADS_1
"baik dok, Terima kasih" ucap izam
"kalau gitu saya permisi dulu pak sebentar lagi istri bapa akan kami pindahkan ke ruang rawat, dan harus di rawat 1 sampai 2 Hari agar kami bisa memantau ke adaan nya"
"baik dok Terima kasih"
dokter pun hanya menganggukkan kepala lalu meninggalkan Izam, 15 menit kemudian alzena sudah
ke ruang rawat inap,
Izam pun dengan sabar menunggu Alzena, kan saat adzan Ashar Izam pun meninggalkan Alzena dan menuju ke mushola rumah sakit, setelah selesai sholat, Izam kembali ke kamar alzena dan ternyata alzena sudah sadar,
" gimana keadaan kamu"
"aku dimana zam? "
"aku pingsan? "
"iya kata dokter, kamu terlalu banyak pikiran, dan di tambah kandungan kamu lemah, jadi itu yang menyebabkan kamu pingsan al"
"kan-kandungan? "
"iya alzena azkayra, kamu hamil"
"kamu serius zam"
__ADS_1
"iya al"
Alzena yang mendengar ucap izam pun langsung menangis, dan itu yang membuat izam bingung, antara nangis bahagia atau menangis karna tidak ingin mempunyai anak?
"hey kenapa nangis hm?"
"aku sedih zam, di saat dia sudah hadir, orang tua nya malah berpisah"
"jangan nangis al, masih ada aku al, aku siap jadi ayah dari anak kamu al"
"sekarang kamu makan dulu ya, aku suapin"ucap izam mengalihkan pembicaraan,
dan alzena pun hanya menganggukkan kepala, namun saat suapan ke empat alzena sudah tidak mau makan lagi, alhazil izam menyuapi buah, dan alzena mau memakan buah dari izam
"sekarang kamu istirahat ya, biar cepet pulih"
"kamu mau kemana zam? "
"ga kemana mana al, aku bakalan ada terus di samping kamu"
alzena pun hanya menganggukkan kepala lagi, mereka berdua pun sama sama diam, sibuk dengan pikiran masing masing, sedangkan di rumah anisa baru pulang
"nisa kamu udah pulang nak?"
"alhamdulillah udah bu, bang izam kemana buk?"
__ADS_1
"abang kamu di rumah sakit nis"
"astaghfirullah buk, kenapa ga bilang sama nisa