Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 24 KAGET


__ADS_3

ke esokan harinya benar apa yang diucapkan oleh Izam bahwa Bunda-nya akan pulang ke tanah air, begitu sampai di tanah air beliau langsung menuju ke rumah Ibu Rania, Bunda shanum datang ke Indonesia tanpa memberitahu siapapun termasuk izam dan juga Ibu Rania, kedatangannya sungguh membuat Ibu Rania terkejut karena ya tadi Pasalnya tidak ada kabar bahwa beliau akan pulang


" Assalamualaikum" ucap Bunda shanum dan juga Papa Irsyad


" Waalaikumsalam Masya Allah mbak" ucap Ibu Rania kaget


Mereka pun langsung berpelukan Meskipun mereka berdua bukanlah saudara kandung namun mereka sudah seperti saudara kandung


" Mbak Kok nggak ngabarin Rania kalau mau datang?" ucap Ibu Rania saat melepaskan pelukan mereka


" surprise, sengaja Mbak nggak ngasih tahu kamu mau kasih kejutan buat Izam" ucap Bunda shanum sambil tersenyum namun senyum itu lenyap seketika saat melihat raut wajah Ibu Rania yang langsung bersedih


" loh Ran kamu kenapa? apa terjadi sesuatu sama Izam?" tanya bunda shanum khawatir


" Izam dari kemarin nggak pulang Mbak. Maafkan Rania yang tidak bisa menjaga Izam dengan baik" ucap Ibu Rania sambil menunduk


" Memangnya Izam ada masalah apa Ran?" tanya bunda shanum


" Rania juga nggak tahu mbak soalnya Izam nggak mau cerita sama Rania terakhir Rania lihat saat dia pulang dari rumah sakit terus mukanya pada babak belur" ucap Ibu Rania sambil berkaca-kaca


" Astaghfirullahaladzim Pah!" ucap Bunda shanum dan hampir terjatuh ke belakang karena mendengar Putra semata wayangnya terluka


" sudah mah Izam pasti tidak apa-apa, Izam anak yang kuat" ucap apa Irsyad mencoba menenangkan Bunda shanum


" pantas saja dari kemarin Mama pengen pulang ke Indonesia ternyata ini penyebabnya" ucap Bunda shanum sambil meneteskan air mata


" Assalamualaikum" ucap Nisa Saat memasuki rumah dia pun terkejut dengan kedatangan Bunda shanum dan juga Bapak Irsyad


" Bunda!" teriak masa lalu berhamburmu memeluk Bunda shanum, Bunda Sanum pun membalas pelukan Anisa


" Gimana kabar kamu Sayang" tanya bunda shanum lalu menghapus air matanya


" Alhamdulillah Nisa baik Bunda, bunda pasti mau ketemu sama Abang ya?" tebak Nisa saat sudah melepaskan pelukannya


" Nisa tahu Abang di mana?" tanya bunda shanum


" kemarin Nisa nelpon Abang katanya Abang mau nenangin diri ke suatu tempat dan tidak ada yang boleh tahu" ucap Nisa


" Nisa tau kenapa Abang lakuin itu?" tanya bunda shanum lagi


" biasa Bun Abang lagi putus cinta hehehe" jawab Bisa sambil tersenyum


" loh kok Nisa nggak cerita sama ibu?" tanya ibu Rania

__ADS_1


" ya kan kemarin ibu cuma nanya Abang di mana Anisa udah jawab ke suatu tempat, Terus ibu juga nggak nanya Abang kenapa jadi ya Nisa nggak ngomong" ucap Nisa tanpa rasa bersalah


"apa nisa tahu siapa orang yang bikin Abang Patah Hati?" tanya bunda shanum


" tahu Bun tapi kata Abang Nisa nggak boleh ngasih tau ke siapapun, Kalau Nisa kasih tahu nanti uang jajan Nisa bisa dipotong jadi mohon maaf ya Bunda Ibu bisa nggak bisa ngasih tahu" ucapin saya sambil mendekapkan tangannya di dada


" nanti uang jajan kamu Bunda ganti dua kali lipat asalkan kamu kasih tahu bunda siapa cewek yang udah bikin Abang kamu sakit hati gimana?" tawar Bunda shanum


" tawaran yang menarik sih Bun, tapi bisa nggak mau bikin Abang kecewa, udah cukup Abang dikecewain sama wanita itu, misalkan wanita Takutnya nanti abang malah nggak mau deket lagi sama wanita" ucap Nisa secara tidak langsung menyindir Bunda shanum dan juga Papa Irsyad


Bunda shanum dan juga Bapak Irsyad, dan ibu Rania langsung diam mendengar ucapan Nisa karena mereka sadar bahwa apa yang diucapkan Nisa adalah memang benar apa adanya


" hehehe maaf ya Bun, Bu, Nisa cuma nggak mau ngecewain Abang maaf kalau dari kata-kata Nisa menyakiti hati kalian" ucap Nisa sambil menunduk


" tidak apa-apa Nis Maafkan bunda ya karena Bunda udah maksa kamu buat cerita" ucap Bunda shanum merasa bersalah


" Iya Bun Tidak apa-apa bisa juga tahu kalau Bunda khawatir sama Abang, Oh ya Bun Kita udah punya kejutan buat bunda!" ucap Nisa sambil tersenyum


" kejutan apa sayang" tanya bunda shanum


" Coba Bunda tanya sama ibu" ucap Nisa sambil menunjuk Rania, Rania yang ditunjuk oleh Nisa pun terkejut


" kejutan apa Ran? kamu mau menikah lagi?" tanya bunda shanum


" coba ngomong sama mbak kejutan apa yang kalian maksud?" tanya bunda shanum


" kita udah berhasil Mbak" Ibu Rania menjeda ucapannya


" berhasil? berhasil Apa maksud kamu Ran?" tanya bunda shanum heran


" kita udah berhasil nemuin Aisyah Mbak" ucap Ibu Rania sambil meneteskan air matanya dia masih tidak menyangka bahwa dia bisa bertemu kembali dengan anaknya, Bunda Sanum yang mendengar ucapan Rania langsung shock terkejut senang sedih campur aduk pokoknya deh


"ka-kamu serius ran?" tanya bunda shanum sambil bergetar bibirnya


" Iya mbak akhirnya kita berhasil nemuin Aisyah" ucap Ibu Rania Bunda Sanu yang mendengar ucapan Ibu Rania pun langsung memeluk hiburan yang merasa bahagia


" Alhamdulillah akhirnya usaha kita nggak sia-sia ran" ucap Bunda shanum saat melepas pelukan mereka


" Bagaimana ceritanya Ran kalian bisa bertemu?" tanya bunda shanum


Ibu Rania pun perlahan menceritakan semua yang dialami Alzena dan bagaimana dirinya bertemu dengan Alzena, Bunda shanum yang mendengar cerita ibu Rania pun ada rasa marah kecewa sedih dan bahagia, cukup lama mereka bercerita hingga tak sadar hari sudah semakin malam


" lalu sekarang Alzena di mana? Mbak udah nggak sabar pengen ketemu sama Alzena" ucap Bunda shanum

__ADS_1


" Oh ya Bu Kok dari tadi Nisa nggak ketemu sama Kak Alzena?" tanya Nisa


" Iya Nis Bunda juga belum lihat kakakmu dari tadi pagi" ucap Bunda Rania khawatir


" loh Memangnya Alzena ke mana?" tanya bunda shanum


" Alzena nggak mau tinggal sama kita Mbak, dia milih tinggal di rumah sebelah yang dibelikan oleh Izam" ucap Ibu Rania mengejutkan Bunda shanum pasalnya isem tidak pernah menerima uang darinya Dan juga tidak minta uang darinya


" Izam bisa beli rumah? Memangnya dia kerja apa di sini?" tanya bunda shanum


" Izam semenjak SMA dia orangnya tertutup Mbak, dia udah nggak mau cerita lagi sama Rania, Rania juga kurang tahu Izam dapat mendapatkan uangnya dari mana" ucap Ibu Rania


" mendingan kita ke rumah Kak Alzena aja ya Bu aku khawatir sama Kak Alzena" ucap Nisa dan diangguki oleh ibu Rania dan juga bunda shanum


" Assalamualaikum Kak" ucap Nisa Saat memasuki kamar Alzena, mungkin dari kalian Mengapa Nisa tidak sopan masuk ke kamar Alzena tanpa izin, Bukan karena apa dari tadi Nisa sudah mencari Alzena namun tidak ketemu dan sudah mengetuk pintunya juga tidak dibuka-buka alhasil dia pun nekat untuk membuka pintu kamar Alzena,


Ibu Rania, Bunda shanum, Nisa dan juga Papa Irsyad terkejut melihat keadaan Alzena, dia menggigil sambil Memanggil nama Izam


" maafin gue zam, tolong maafin gue, lo jangan tinggalin gue zam gue takut, cuma lo yang mau nolongin gue Zam" ucap Alzena sambil meneteskan air mata


" Alzena bangun sayang," ucap Ibu Rani sambil menggolongkan badan Alzena, namun saat menyentuh tangan Alzena beliau terkejut karena badan Alzena panas


" Astaghfirullahaladzim gimana Ini Mbak, Alzena badannya panas banget" ucap Ibu Rania panik


" tenang ran, jangan panik kita langsung bawa Alzena ke rumah sakit" ucap Bunda shanum


" papa tolong bantu bawa Alzena" ucap Bunda shanum


" Iya Mah" ucap Papa Irsyad selalu menggendong Alzena, mereka berdua pun menuju ke rumah sakit, di perjalanan Nisa mencoba menghubungi Izam


" Ayo dong Bang Angkat penting ini" gerutu Nisa karena dari tadi panggilannya tidak dijawab oleh Izam, karena terganggu Izam pun terpaksa, mengangkat telepon dari Nisa


" Assalamualaikum Dek" ucap Izam saat sudah mengangkat panggilannya


" Waalaikumsalam Bang buruan ke rumah sakit" ucap Nisa mengagetkan Izam, spontan izam pun langsung berdiri


" Siapa yang masuk rumah sakit Dek?" tanya Izam khawatir dan langsung mengambil jaketnya beserta kunci motornya


" kak Alzena Bang, Cepetan ya bang Ke rumah sakit, Ini dari tadi Kak Alzena manggilin Abang terus" ucap Nisa


" iya ya Ini abang lagi ke sana kamu ke rumah sakit mana?" tanya Izam


" International bang" ucap Nisa, tanpa menunggu lagi izzam pun langsung pergi ke rumah sakit internasional sesuai dengan yang diucapkan oleh Nisa

__ADS_1


__ADS_2