
Setelah menunggu cukup lama akhirnya Nisa dan Ibu Pun sampai di ruangan Alzena
" Assalamualaikum" ucap Nisa dan ibu saat masuk ke ruang Alzena
" Waalaikumsalam" jawab Izam lalu mencium tangan sang ibu
" Oh ya Kak nih kita bawain buah" ucap Nisa
" baik banget adik Abang ini" ucap Izam Lalu ingin mengambil buah yang di tangan Nisa
" ini bukan buat Bang Izam tapi buat kakaknya yang lagi sakit" ucap Nisa terkekeh setelah melihat wajah cemberut dari Izam
" terus buat Abang mana"
" Abang kan nggak sakit Abang beli sendiri lah"
" gitu banget kamu sama Abang"
" udah udah kalian berdua ini kalau ketemu selalu aja ribut, Zena gimana keadaan kamu?" tanya ibu
" puji tuhan Zena nggak papa Bu"
"jadi sebenarnya alzena sakit apa zam? "tanya ibu rania
" alzena hamil Bu makanya dia pingsan" ucap izam mengagetkan ibu dan juga Nisa
" Astaghfirullahaladzim Abang, Abang hamilin anak orang" ucap Nisa sedikit meninggi
" Astagfirullah hal adzim Dek Abang masih waras ya! alzena udah nikah dek, enak aja nuduh Abang," ucap izam tidak Terima
" Alhamdulillah terima kasih ya Allah, ternyata Abang Nisa masih punya iman" ucap Nisa dramatis
" Dikira Abang mau apa nyakitin anak orang, kalau abang rusak anak orang gimana nasib kamu dek, kamu kan adik perempuan Abang yang paling Abang sayang" ucap Izam
__ADS_1
" Iya deh iya deh percaya Abang Izam yang paling ganteng, tapi sayang nggak punya cewek" ledek Nisa
" kamu kayak punya cowok aja dek, ngatain Abang jomblo kualat Lo ntar"
" enak aja Abang ngatain aku jomblo, aku udah punya cowok tahu upss" ucap Nisa keceplosan, dan itu berhasil membuat Izam dan ibu melotot mendengar ucapan Nisa
" kamu Pa-" sebelum Izam melanjutkan kata-katanya, sang Ibu langsung memotong ucapannya
" udah zam bahas nya nanti nggak enak sama nak zena"
" kok Bang Izam sih yang nungguin Kak Alzena Suaminya ke mana Bang"
disaat Alzena ingin menjawab pertanyaan Nisa sudah lebih dulu Islam yang menjawab
" suaminya sibuk ngurusin kerjaan" ucap Izam dengan cepat karena jika tidak segera disudahi maka sang adik akan menanyakan macam-macam
" Terus kenapa Abang yang nungguin" ucap Nisa masih penasaran
" dek kalau kamu masih nanya-nanya Abang potong uang jajan kamu"
"udah kalian ini ribut terus nggak enak sama nak zena"
" Nggak apa-apa kok Bu zena malah seneng, jadi di sini nggak sepi"
" Tuh kan bu Kak Zena aja nggak keberatan"
" Dek Bu Izam keluar dulu ada urusan, boleh titip Zena?"
" Kamu mau ke mana Zam?" tanya sang ibu
" Izam ada sedikit kerjaan Bu secepatnya Izam bakalan cepat balik ke sini supaya ibu dan juga Nisa bisa cepat istirahat"
" Emang Abang mau ke mana sih malam-malam gini" ucap nisa penasaran
__ADS_1
" biasa ada masalah pria, kamu ga akan ngerti"
" tapi ini udah mau Isya lho bang" ucap Nisa mencoba menahan Izam
" Ya sudahlah Izam nggak jadi pergi"
" ih merajuk Jelek tahu tuh muka,"
Mereka pun bercanda tawa hingga pukul 08.30 malam Nisa dan juga Ibu pamit untuk pulang karena besok bisa harus kuliah, sedangkan Izam masih setia menemani Alzena
" Oh ya Al kata dokter kamu ndak boleh pulang"
" Oke thanks zam"
" Oh ya Hampir aja Gue lupa gue udah siapin tempat tinggal buat lo"
" lu serius zam"
" Emang muka gue kelihatan lagi bercanda apa"
" tapi gue kan lagi hamil nih Masa Gue tinggal sendiri"
" Cie yang gak mau jauh-jauh dari gue lu udah mulai suka ya ama gue"
" geer banget jadi cowok,"
" Nggak papa kok kalau lu suka sama gue, Gue malah nerima lu" ucap Izam sambil menampilkan senyum termanisnya
" udah kalau kayaknya lu butuh istirahat deh lu dari tadi ngomongnya ngelantur mulu"
" Oke deh gue tidur lu juga jangan begadang ingat sekarang lu udah nggak sendiri lagi ada nyawa di dalam perut lo"
" Iya Izam Al Fauzi"
__ADS_1
" kalau ada apa-apa bangunin gue, jangan lakuin sendiri Good night"
alzena hanya menganggukkan kepala lalu dia pun terlelap