
tak terasa asam maghrib pun sudah berkumandang, dan saat mereka ingin salat Maghrib berjamaah, Nisa dan juga Ibu Rania terkejut melihat Alzena namun tidak dengan Izam,
" kakak kok-" ucap Nisa terpotong
" Alzena mau ikut salat Dek" ucap Izam memotong
" Maksud Abang?" tanya Nisa
" Alzena udah mualaf sekarang" jawab Izam
" kapan mualafnya?" tanya Nisa heran
" udah nanti lagi ceritanya, sekarang kita salat dulu keburu habis waktunya" ucap izam diangguki oleh Nisa. mereka berempat pun salat berjamaah, meskipun Alzena belum begitu ngerti akan doa dan gerakannya
setelah selesai salat Izam baru menceritakan tentang apa yang dialami oleh Alzena dan sungguh kabar Alzena yang menjadi muslimah benar-benar mengejutkan Ibu Rania, dia terkejut sekaligus juga senang, senang karena jika memang benar Alzena anaknya.
hingga tak terasa sekarang sudah waktunya pengambilan tes DNA, namun yang pergi ke rumah sakit hanyalah Alzena dan juga Izam, karena biar sekalian Alzena cek kandungan.
dan saat sudah di ruangan dokter, jantung Alzena dan juga Izam berdetak dengan cepat, Mereka takut jika hasilnya negatif. namun takdir berkata lain 99,9% Alzena terbukti anak kandung Ibu Rania,
setelah mengetahui bahwa Alzena adalah anak dari ibu Rania, mereka berdua pun pergi ke salah satu dokter kandungan, namun saat di depan ruangan dokter Silvi. Alzena langsung terdiam. Izam yang melihat Alzena terdiam pun ikut berhenti, dan saat ia mengikuti arah pandang Alzena dia terkejut, karena mereka berdua bertemu dengan Farhan bersama seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Melisa
__ADS_1
" Mas Farhan ngapain ya ke sini, dan siapa perempuan yang di samping Mas Farhan?" batin Alzena
" Apa alasannya masih cemburu dengan mantan suaminya atau Masih Mencintainya," batin Izam
tanpa ragu Izam pun langsung menggandeng tangan Alzena, dan melewati Farhan begitu saja, Farhan yang melihat Alzena pun tak kalah terkejutnya, melihat Alzena bersama pria lain, Meskipun mereka belum cerai secara hukum namun tetap saja Alzena masih istrinya secara hukum.
" Alzena tunggu" ucapan menghentikan langkah Alzena dan juga Izam, dengan berat hati Alzena pun berhenti karena dia tak sanggup mendengar kabar bahwa wanita yang bersama Farhan Tengah hamil anak Farhan
" dia siapa Al?" tanya Farhan to the point
" Kenalkan saya calon suaminya" ucap Izam mengejutkan Farhan dan juga Alzena, karena setahu Farhan Alzena tidak pernah dekat dengan pria manapun, dan Farhan juga tidak tahu bahwa Izam adalah sahabat Alzena, karena semenjak Alzena menikah izzam selalu menjaga jarak dengan Alzena, karena tidak ingin sahabat yang itu bertengkar dengan suaminya,
namun sebenarnya Izam tidak pernah meninggalkan Alzena, dia hanya menjaga jarak dan mengawasi dari belakang
" Iya Bahkan dia sedang mengandung anak saya" ucap Izam lagi-lagi mengejutkan Farhan
" Kamu ngapain ke sini Mas?" tanya Alzena mengalihkan pembicaraan
" seperti yang kamu tahu ini dokter kandungan, saya ke sini juga menghantarkan calon istri saya karena dia sedang mengandung anak saya" ucapan dengan bangga dan itu mengejutkan seorang Alzena, namun tidak dengan Izam, dia hanya tersenyum samar,
izzam sebenarnya tahu bahwa Farhan dan juga Papi Fikri mereka menjalani hubungan bersama satu wanita, dan Izam juga tahu bahwa Fahmi tidak menyukai Farhan dan ingin menghancurkan keluarganya, karena Izam tidak pernah ketinggalan informasi dari orang yang sudah disuruh untuk mengikuti seluruh anggota keluarga Iskandar
__ADS_1
dan dari beberapa art di rumah Farhan maupun di kediaman utama Iskandar, itu merupakan mata-mata dari Izam namun tidak disadari oleh mereka, itu sebabnya Mengapa saat Alzena diusir dari kediaman orang tuanya mereka bertemu, mereka berdua bertemu Bukan tak sengaja melainkan dari tadi izham sudah mengikuti Alzena,
" Selamat kalau gitu buat kamu Mas, karena kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah" ucap Alzena menang sesak di dadanya
" Iya Saya sangat bangga bisa berhubungan dengannya, karena tak perlu menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan anak darinya" ucapan yang tidak secara langsung menyinggung Alzena
" begitu pula dengan saya, bahkan saya merasa sangat sangat beruntung, karena saya mendapatkan berlian, Dan saya yakin suatu saat orang yang telah membuang sebuah berlian akan menyesal demi emas," ucap Izam tak kalah menyinggung Farhan
" Maksud Anda apa ngomong seperti itu!" tanya Farhan yang sudah mulai tersurat emosi
" Kenapa Anda marah? Apakah anda sekarang menyesal telah membuang berlian demi emas?" tanya Izam santai, tanpa babibu lagi Farhan langsung menghajar Izam habis-habisan, Izam yang tidak peka akan serangan dari Farhan pun langsung babak belur, Karna Farhan mengajarnya tanpa ampun,
Alzena yang melihatnya pun terkejut bukan main, begitu pula dengan Melisa, mereka berdua langsung menarik pasangan mereka masing-masing agar tidak membuat keributan di rumah sakit
" zam lu ngapain sih ribut di sini" tanya Alzena yang mulai melampiaskan rasa cemburunya karena Alzena melihat Farhan langsung dipeluk oleh Melisa, dan mereka berdua memperlihatkan kemesraannya di depan Alzena
" ya Maaf gue salah" ucap Izam, Izam tahu bahwa Alzena sedang cemburu, karena itu Alzena melampiaskannya ke Izam, padahal sudah jelas-jelas bahwa Farhan lah yang menghajar izzam lebih dulu dan izzam tidak menyerang balik dia terima dengan lapang dada serangan dari Farhan
" Sekarang kita mau pulang atau mau lanjut periksa kandungan kamu" tanya Izam sambil mengelap sudut bibirnya yang mulai mengeluarkan darah
" gue mau pulang aja, di sini panas" ucap Alzena baru pergi meninggalkan Izam yang masih merintih kesakitan, perlahan namun pasti izzam pun mengikuti langkah Alzena, meskipun dia harus menahan rasa sakit di wajahnya
__ADS_1
Sesampainya di mobil Alzena tidak duduk di depan melainkan di belakang, Izam yang melihat itu pun tak menegurnya sama sekali, lalu dia mengendarai mobilnya sampai ke kediamannya
.