
"nis, tolong ambilkan obat abang mu di lemari" ujar sang ibu
nisa pun pergi mengambil obat izam, dan dua tidak lupa untuk membawa air minum nya,
"nih bu, obat sama minum nya"ucap nisa, sang ibu pun langsung memberikan obat serta air minum ke izam, tak lama kemudian izam kembali tenang, dia di biar kan rebahan di sofa, hingga akhir dia pun terlelap
"alhamdulillah"ucap Ibu dan nisa bersama an saat melihat izam terlelap
"izam ga papa bu?" tanya alzena khawatir
"alhamdulillah zena, izam ga papa dia hanya sedikit takut saja dengan ayam"ucap ibu
"maaf kan nisa bu, nisa lupa ngasih tau kak zena, jadi seperti ini" ucap nisa sambil menundukkan kepala
"udah ga papa nis, mendingan kamu ajak kaka mu istirahat, pasti cape kan, baru pulang dari rumah sakit, apalagi lagi hamil muda, ibu mau ke dapur dulu" ucap ibu, lalu pergi meninggalkan nisa dan juga alzena
"kak, istirahat yuk, kaka tidur di kamar nisa aja" ajak nisa
"ta... tapi izam gimana nis" tanya alzena khawatir
"ga papa kak, nanti abang juga pulih lagi, oh ya kaka ngidam nya udah? "tanya nisa
"maafin kaka, gara gara kaka izam jadi keya gini"ucap nya sambil menunduk
"iya kak, lagian ini juga bukan salah kaka, kaka kan ga tau kalo abang punya trauma, mending kita istirahat dulu, kasian debay nya"ucap nisa, alzena pun terpaksa mengikuti saran dari nisa
*
*
*
"sayang kamu sudah makan siang? "tanya melisa
"belum" ucap nya cuek
"kamu kenapa si, kok cuek banget sama aku"tanya melisa
"aku lagi banyak kerjaan sayang, ini perusahaan lagi ada sedikit masalah"ucap farhan tanpa melirik kearah melisa
"kan ada fahmi sayang, mending kita makan siang aja yuk, tenaga aku abis, gara gara kamu minta tanpa henti" ucap melisa manja sambil mengalungkan tangan nya ke leher farhan dan duduk tepat di atas pangkuan farhan
"iya, salah kamu sendiri terlalu nikmat sayang"ucap farhan sambil mencium pipi melisa
melisa pun tak tinggal diam, dia membalas ciuman farhan
"aku pengen makan kamu sayangg" ucap farhan parau, melisa pun tersenyum, ternyata gampang sekali menggoda farhan batinnya, terjadi lah hubungan suami istri, namun mereka belum menikah ya, mereka melakukan nya di ruangan farhan
sedangkan di kediaman orang tua alzena mereka berdua lagi ribut
"papah gimana sih, papah lupa wasiat yang udah di tulis oleh orang tua ku, jika kita kehilangan alzena maka itu artinya kita juga kehilangan semua harta orang tua ku pah!!" teriak diana
"papah lupa mah, maafkan papah" ucap samuel
__ADS_1
"sekarang kita harus cari anak itu kemana coba, setidaknya kita harus mendapatkan tanda tangan nya terlebih dahulu baru kita buang itu anak, harta kamu itu ga ada apa apa nya dengan yang orang tuaku kasih buat alzena, sedangkan aku sebagai anak nya cuma dapat 20%" bentak diana
"iya papah salah papah minta maaf mah" ucap samuel memelas
"sekarang papah harus cari alzena sampai dapat, setelah itu kalo kamu mau buat anak itu buang lah"ucap diana lalu meninggalkan samuel di ruang tamu sendirian
"sial sial sial kenapa aku bego banget coba, mana sekarang harus cari anak sialan itu lagi, aku harus cari di mana tu anak" gerutunya
di saat samuel berfikir keras, dia baru ingat dengan alana putri semata wayang nya, dia pun langsung menghubungi alana
"iya pah kenapa"ucap alana
"alzena sama kamu lan? "tanya samuel lembut
"alzena lagi di rumah teman nya pah, katanya dia mau tinggal bersama teman nya"ucap alana jujur
"boleh kah, papah minta alamat teman alzena, papah ada perlu dengan alzena" ucap nya lagi
"oke pah nanti aku kirim, nanti aku kabarin lagi ya pah sebentar lagi aku ada oprasi" ucap alana lalu memutuskan panggilan secara sepihak
samuel menyeringai senang, jika dia sudah mendapatkan tanda tangan alzena, maka artinya dia tak perlu takut lagi terhadap mantan besan nya, dia pun bergegas menyiapkan semua berkas berkas untuk di bawa ke alzena
pukul 14:27 izam pun bangun dari tidur nya, dia pun langsung melihat jam dan betapa terkejut nya ini sudah jam setengah 3 dia pun bergegas ke kamar mandi lalu sholat dzuhur, setelah sholat, izam menghampiri sang ibu di kamar,
betapa terkejut nya izam melihat ibu rania menangis, di kamar tanpa seorang pun tau
"bu izam masuk ya" ucap izam lembut, mendengar suara izam ibu rania pun bergegas mengelap air matanya, namun usahanya sia sia karna izam sudah mengetahui nya
"ibu kepikiran lagi ya sama anak ibu?" tanya izam sambil berjongkok di depan ibu rania
"iya bu, izam faham, izam juga sedih kehilangan sepupu izam bu, tapi izam yakin dia masih hidup bu, kita do'akan dia supaya bisa kembali lagi sama kita ya bu, ibu jangan kaya gini terus bu, kasian om Fauzan bu, beliau sudah tenang, tapi jika ibu terus menerus menangis om Fauzan pasti sedih bu" ucap izam lembut
"iya kamu bener zam, sekarang ibu harus fokus dengan masa depan nisa, karna cuma nisa yang ibu punya" ucap ibu rania
"ibu ngomong apa sih bu, ibu masih punya izam, izam adalah ponakan ibu yang paling ganteng dan yang paling manis, tidak ada dua nya bu" canda izam
ibu Rania yang mendengar candaan izam pun tertawa, namun tanpa mereka sadari nisa mendengar obrolan mereka, saat dia ingin ke kamar mandi, dia pun langsung masuk ke kamar sang ibu dan memeluk nya, izam dan ibu rania terkejut melihat kedatangan nisa
"kamu kenapa dek"tanya izam namun nisa tidak menjawab pertanyaan izam dia semakin memeluk erat sang ibu
"anisa khumairah, kenapa nak" tanya ibu rania
"ibu sama abang habis bahas kaka nisa kan, kenapa nisa ga di ajak"ucap nisa saat melepaskan pelukan nya
"nanti kalo abang ajak kamu nangis semua dong, masa bidadari abang pada nangis" canda izam
"dari pada ibu nangis sendiri, mending kita nangis sama sama lah bang" ucap nisa di sela tangisan nya
"oh ya dek, kamu beneran punya pacar?"tanya izam mengalihkan pembicaraan
"emm punya bang" ucap nisa menunduk
"satu kampus?" tanya izam
__ADS_1
"ga bang, dia lulusan SMA, dia sekarang kerja di bengsmart"ucap nisa
mendengar kata BENGSMART tentu izam terkejut, karna itu adalah bengkel milik nya, hanya saja keluarga nya tidak mengetahui nya saja,
"nama pacar kamu siapa?"tanya izam
"Rayyan bang" ucap nisa pelan
"besok suruh temuin abang, abang ga mau adik kesayangan abang ini pacaran sama orang yang ga bener" ucap izam lalu pergi meninggalkan nisa dan juga ibu rania, ternyata izan pergi ke dapur karna sejujurnya izam sudah lapar dari tadi, saat dia mau mengambil nasi tidak sengaja melihat alzena yang ingin ke kamar mandi, alzena yang melihat izam langsung menunduk karna malu
"tumben tumbenan lu nunduk di depan gue, kenapa lu" tanya izam heran
"ma... maaf" hanya itu yang keluar dari mulut alzena
izam yang mendengar ucapan alzena mengerut bingung, mengapa tiba tiba dia minta maaf, apakah Kepala abis terbentur makanya minta maaf batin izam
"maaf untuk apa hmm?" tanya izam menghampiri alzena, alzena yang melihat izam menghampiri dirinya perlahan memundurkan diri namun di cegah oleh izam
"maaf untuk apa al?" tanya Izam lagi
"maaf gara gara aku ngasih anak ayam ke kamu, trauma kamu malah kembali lagi"ucap alzena sambil menunduk kepala
"tatap gue al"perintah izam, namun alzena tidak mau menatap izam, karna dirinya bener bener malu, karna alzena tidak mau menatap dirinya terpaksa izam mengangkat dagu alzena, agar mau melihat wajah izam
"gue ga marah al, jadi jangan salahin diri lu sendiri, lu ngelakuin itu karna lu ga tau kalo gue punya trauma jadi ga masalah"ucap izam
alzena pun menatap izam, mencoba mencari kebohongan dari sorot matanya, namun tidak ada tanda tanda kebohongan di dalam sorot matanya, di saat mereka berdua lagi saling tatap tiba tiba bel rumah mengagetkan kedua nya, perlahan izam pun mundur, dia baru sadar jika jarak mereka berdua terlalu dekat, izam pun langsung pergi ke depan
" selamat sore"
"iya sore ada apa ya pak?" tanya izam bingung
"benar ini rumah izam? "tanya nya spontan
"iya dengan saya sendiri ada perlu apa ya pak?
"saya ingin bertemu dengan alzena" ucap samuel tegas
ibu rania dan juga nisa yang mendengar suara bel pun keluar, dan betapa terkejut nya dia melihat samuel Johnson yang sudah mengambil anak pertama nya, begini pula dengan samuel Johnson dia tak kalah terkejut nya melihat rania ibu dari anak yang sudah dia ambil paksa
"ka... kamu" tanpa aba aba ibu rania langsung menampar samuel tanpa ampun, alzena nisa, dan juga izam terkejut karena setau mereka berdua ibu Rania tidak pernah main tangan
"di mana anak ku brengsek!!"teriak ibu rania hal itu membuat izam dan juga nisa nambah terkejut dan di saat samuel ingin menampar ibu rania langsung di cegah oleh izam
"berani anda sentuh ibu saya, saya pastikan anda akan mati di tangan saya" ucap izam tegas, samuel pun mengurung kan niat nya
"saya kesini mau buat bertemu dengan alzena karna sya ada perlu dengan dia" ucap samuel
"papah mau bicara apa dengan alzena pah"tanya alzena datar
"saya ingin kamu menta datangi surat ini al, setelah kamu sudah tanda tangan surat ini kamu akan saya pertemuan dengan ibu kandung kamu alzena"ucap samuel ketus
izam mencoba mengartikan ucap samuel dan betapa terkejut izam saat mendengar ucapan samuel
__ADS_1
sedangkan alzena dia bingng