
Izam bangun hampir subuh, dia kemudian mengerjakan sholat subuh, dan alzena masih di dalam mimpi, setelah selesai sholat izam pergi keluar untuk membeli sarapan karna dari kemarin dia belum makan,
terakhir makan saat bersama alzena, setelah selesai makan izam kembali ke kamar alzena, dan ternyata dia sudah bangun
"sorry al lu bangun, gue malah ga ada, tadi gue beli makan dulu" ucap izam
"iya ga papa zam, sorry gue udah ngerepotin lo" ucap alzena
"lu udah laper? " tanya izam mengalihkan pembicaraan
" gue belum laper Zam, Gue kapan sih boleh pulangnya zam" jawab Alzena
" kalau kondisi lo udah mendingan, hari ini juga udah boleh pulang"
Mereka pun bercanda tawa hingga akhirnya seorang dokter mengecek keadaan Alzena, dan betapa terkejutnya Alzena melihat dokter tersebut, begitu pula dengan sang dokter terkejut melihat Alzena dengan pria lain
dokter itu tak lain dan tak bukan adalah alana kaka alzena
" Maaf dok, dokter mau ngapain Kok diem aja" ucap Izam heran karena sang suster Dia mematung melihat mereka berdua,
" tidak ada Pak maaf, saya ke sini ingin mengecek keadaan ibu Alzena Pak" ucap alana sopan
" Oh ya Tolong dicek ya, teman saya sudah bosan Soalnya di rumah sakit"
" zam gue boleh minta tolong ga?"
__ADS_1
" lu butuh apa hm? "jawab izam
"gue laper, tapi pengen makan roti bakal, lu beliin ya"
"oke, demi buat sahabat gue yang paling cantik gue beliin, gue pergi dulu kalo gitu"
"thanks zam"
"dok saya titip teman saya ya, kalo ada apa apa hubungi nomor saya, dan satu kalo lagi sakit istirahat dok, jadi ngga kebanyakan ngelamun, takut kesurupan" canda izam lalu dia pun meninggalkan alzena dan juga alana
"kak, dengerin penjelasan alzena kak" ucap alzena karna dari tadi dia khawatir takut kaka nya salah paham
"coba jelaskan sama kaka, dia siapa al, dan di mana suami kamu?"
alana kaget, prasaan pernikahan sang adik baik baik saja, tapi mengapa mereka cerai? batin nya
"apa karna pria tadi kamu memilih menceraikan farhan al? "
alzena pun menceritakan kejadian kemarin, dan perlakuan sang mertua, sekarang alana tambah kaget karna setau nya mertua alzena sangat baik di depan dirinya, tapi ternyata ada udang di balik batu
alzena sampai menagis menceritakan kelakuan ibu mertua nya itu, begitu pula dengan alana di menangis sambil berpelukan,
mereka tak sadar jika seseorang mendengar cerita alzena, dan mendengar tangis nya, siapa lagi jika bukan izam, setelah mereka tenang izam pun masuk ke dalam
"lo kenapa al, kok mata lo sembab"tanya izam pura pura tak tau
__ADS_1
"dokter kok juga ikutan sembab, kalian berantem ya?" canda izam
"jahat banget lo, bilangin kita berantem ini kaka gue,mana sini roti pesanan gue" ucap alzena
izam pun menyerah kan kantong plastik yang di tangan nya
"maaf ya kak saya tidak tau" ucap izam tak enak
"iya ga papa, trimakasih sudah perhatian dengan adik saya-"
"astaga zam lu kebanyakan duit apa gimana sih" ucap alzena mengagetkan alana dan juga izam
"kenapa al" tanya alana
"nih kaka liat sendiri"ucap alzena sambil menunjukkan berbagai rasa, sang kaka hanya menggeleng kan kepala, kenapa ni anak perhatian banget sama alzena, sampai sampai membelikan roti bakar dengan semua varian rasa
"kaka temenin aku makan pokoknya"
"tapi kaka harus kerja al"
"udah kak, temenin aja nanti ponakan nya ileran loh kak, kalo ga di turuti, biar nanti saya yang ngomong dengan pihak rumah sakit" ucap izam
alana pun menuruti permintaan sang adik, mereka berdua pun bercanda ria, izam yang melihat alzena tertawa lepas pun ikut tersenyum,di saat mereka berdua fokus bercanda izam langsung mengacaukan perusahaan milik keluarga farhan,dan seketika perusahaan nya,langsung mendapatkan kerugian yang lumayan cukup besar
"ini baru permulaan tuan fikri Iskandar yang terhormat, tunggu kejutan selanjutnya" batin izam
__ADS_1