Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 16 TES DNA


__ADS_3

makan malam pun berjalan dengan lancar, setelah selesai makan, bisa membantu ibu nya membersihkan cucian piring nya, alzena pun membantu nisa, meskipun sudah di larang karna kondisi alzena tengah hamil muda, takut nya terjadi apa apa dengan kandungan nya, sedangkan izam setelah selesai makan entah pergi kemana,


setelah selesai membereskan bekas makan, mereka bertiga termasuk ibu rania mengobrol di ruang TV sambil canda tawa, hingga tak terasa pukul 21:34 malam mereka kembali ke kamar masing masing


"hmm... kak?" panggil nisa saat alzena akan masuk ke dalam kamar nya


"iya nis? kenapa?" jawab alzena


"malam ini nisa boleh tidur bareng kaka? "tanya nisa ragu, alzena tersenyum me dengar permintaan nisa, dia pun dengan senang hati mengajak nisa tidur bersama nya, karna sejujurnya alzena juga takut, mau bagaimana pun di rumah ini ada izam, dan bagaimana pun dia pasti laki laki normal bukan? yang pasti nya mempunyai nafsu birahi bukan?


dengan senang hati, nis yok kekamar" ucap alzena menggandeng tangan nisa dan berjalan menuju kamar alzena


mereka berdua melanjutkan obrolan di kamar karna kedua belum mengantuk, hingga akhirnya nisa memilih untuk tidur lebih dulu karna besok dia ada jadwal pagi, dan alzena? dia sudah berusaha untuk tidur akan tetapi matanya tidak mau di ajak kerja sama,


karna haus dia pun pergi ke dapur untuk mengambil air minum, setelah mengambil air, dia tak sengaja melihat izam yang fokus dengan laptop nya di taman belakang, memang taman itu adalah tempat favorit izam untuk mengerjakan pekerjaan kantor nya, saat alzena Mendekat dia di kaget kan dengan suara izam


"kenapa belum tidur al"suara izam mengagetkan alzena yang sedang mendekati nya, padahal izam tidak menoleh ke belakang, dan tetap fokus pada layar laptop nya


"kok diem al, kaget ya dengar suara ku"ucap izam menggantikan kata kata gue menjadi aku, hal itu mengejutkan alzena lagi dan lagi, tiba tiba dia merasa merinding karna teringat bahwa nisa pernah kesurupan, apakah izam sekarang juga lagi kesurupan? batin alzena


"gitu aja kaget" ucap izam lalu menutup leptop nya, dan menghampiri alzena yang di belakang dirinya, alzena yang melihat izam mendekati nya perlahan mundur, dia takut, jika izam benar benar lagi kesurupan dan akan menyelakai dirinya dan kandungan nya hingga akhirnya dia pun tak sengaja menabrak tembok


"kenapa al, ini gue izam, gue bukan kesurupan al" ucap izam


"lo.. lo serius ga kesurupan?" tanya alzena khawatir


"lo laper ga? "ucap izam mengalihkan pembicaraan, seperti izam mempunyai hobi untuk mengalihkan pembicaraan"batin alzena


"engga gue mau balik tidur, "ucap alzena buru buru meninggalkan izam, namun tangan nya di cegah oleh izam


"yakin mau tidur, ngga mau nemenin gue kerja? " tanya izam modus


"en... engga gue ngantuk, emm gue balik ke kamar dulu ya zam bay" ucap alzena lalu berlari pelan meninggalkan izam, izam yang melihat tingkah alzena pun hanya tersenyum senang bisa mengerjai alzena


di dalam kamar alzena buru buru mengunci pintu kamar nya, karna dia takut izam akan menyusul diri nya,dan memegang dadanya yang terasa dag dig dug

__ADS_1


"duh gue kenapa ya, padahal kemarin kemarin gue deket sama izam ga pernah ngerasain jantung yang dag dig dug kek gini" batin alzena


"udah lah dari pada mikir yang aneh aneh mending gue tidur aja, dari pada besok gue kesiangan bangun nya" guman alzena lalu berbaring di samping nisa


pukul 07:19 alzena terbangun karna mendengar ketukan pintu, dia pun terkejut melihat jam sudah menunjukkan 7 pagi lebih, dan saat membuka pintu dia nambah terkejut karna melihat izam yang mengetuk pintu nya


" udah pagi Al, Sorry kalau gue bangunin lo pagi-pagi," ucap Izam


" sorry sorry zam gue telat bangunnya" ucap Alzena Tidak enak hati


" mau mandi dulu atau mau sarapan dulu?" tanya Izam mencairkan suasana


" Gue mandi dulu boleh?" tanya Alzena


" tentu, Gue tunggu di meja makan ya jangan lama-lama mandinya nanti masuk angin" ucap Izam


Alzena pun hanya menganggukkan kepala, setelah melihat Alzena mengangguk Izam pun pergi meninggalkan Alzena, dan Alzena melihat kepergian izam dia langsung bergegas ke kamar mandi, 20 menit kemudian akhirnya Alzena keluar dari kamarnya


Izam yang melihat Alzena lebih segar pun tersenyum ke arah Alzena begitu pula dengan ibu Rania, sedangkan Nisa dia sudah lebih dulu berangkat ke kampus karena dia ada jadwal kuliah pagi


" Sudah Bu" jawab Alzena


" ini Ibu sudah masak sayur sop, ayam goreng, dan telor balado, kata Izam ini makanan kesukaan kamu" ucap Ibu Rania, hal itu mengejutkan Alzena pasalnya Alzena tidak pernah mengatakan makanan kesukaannya pada siapapun, termasuk kepada Izam


" udah jangan kaget gitu, Apa sih yang nggak gue tahu tentang lo" ucap Izam yang seolah tahu dengan pikiran Alzena


" buruan sarapan, habis itu kita kan mau ke rumah sakit Katanya lu pengen tes DNA kata ibu" ucap Izam, Alzena yang mendengar ucapan Izam hanya menurut Karena sejujurnya dia ingin segera tahu bahwa dia benar-benar anak Ibu Rania atau bukan


" Nisa udah berangkat tadi pagi jadi nggak usah dicariin" ucap Izam tanpa melihat ke arah Alzena, dan Alzena pun merasa terheran-heran karena dari tadi Izam selalu benar menebak pikirannya, dia pun melanjutkan makannya bersama Izam dan juga Ibu Rania


Tak perlu memakan banyak waktu, mereka bertiga Akhirnya selesai sarapannya, dan Alzena pun membantu ibu Rania lagi untuk membereskan piring bekas makannya


Setelah sarapan dan beres-beres, mereka bertiga pun bergegas untuk ke rumah sakit, dan izin tidak lupa menyiapkan susu ibu hamil untuk Alzena


27 menit berlalu, akhirnya mereka bertiga sampai di rumah sakit dan izzam langsung ngomong dengan resepsionis bahwa dia ingin melakukan tes DNA

__ADS_1


mereka bertiga pun diajak suster untuk pengambilan darah, namun hanya Ibu Rania dan juga Alzena, setengah jam berlalu akhirnya mereka berdua selesai pengambilan darah,


" kira-kira Kapan hasilnya keluar ya sus?" tanya Izam yang sudah penasaran dengan hasilnya


" paling cepat dua minggu Pak" ucap sang suster


" katanya cepat Kok lama sih" tanya Izam heran


" karena jika ingin mengetahui hasil yang sempurna pengecekannya harus benar benar pak" ucap sang suster


Izam, Alzena dan ibu Rania pun mengangguk, seolah mengerti dengan yang diucapkan oleh sang suster,


" Jadi kita mau ke mana lagi?" tanya Izam saat mereka bertiga sudah di dalam mobil


" Ibu mau pulang saja zam, masih banyak pesanan kue yang belum Ibu kerjakan" ucap Ibu Rania


" Izam pun hanya mengangguk, sedangkan Alzena dia hanya diam karena dia tak tahu harus berbicara apa


setengah jam berlalu akhirnya mereka bertiga pun sampai di kediaman Ibu Rania, saat Alzena ingin keluar dari mobil tangannya ditahan oleh Izam


" tunggu sebentar Al" ucap Izam


" Kenapa Zam?" tanya Alzena


" lo nggak pengen jalan keluar?" tanya Izam


" Emang lu mau ngajak gue keluar?" bukannya menjawab Alzena malah tanya balik kepada Izam


" Emang lu mau ke mana gue siap jadi driver lu" ucap Izam


" Lu mau nggak temenin gue cari bakso, tapi lo yang bayarin ya" ucap Alzena sambil tersenyum


" tentu kan gue yang ngajak lu keluar, Emang lu mau makan bakso apa?" tanya Izam


" gue pengen makan bakso coklat" ucap Alzena dengan mata berbinar, Izam yang mendengar ucapan Alzena pun berusaha menelan salivanya, Di mana orang yang menjual bakso coklat? batin Izam

__ADS_1


" kok lo malah bengong sama lo nggak mau turutin permintaan gue?" tanya alzena murung, Izam yang melihat Alzena Murung pun tak tega menolak permintaannya, mau tidak mau dia pun mengikuti permintaan Alzena yang menurutnya aneh, Mungkin ini yang dinamakan ngidam batin Izam


__ADS_2