
izam pun langsung pergi mencari anak ayam yang di inginkan alzena, namun di tengah perjalanan, dia kepikiran dengan 3 sahabat nya, dia pun langsung ke bengkel
"akhirnya yang di tunggu tunggu dateng juga, kemana aja lu" ucap zidan
"biasa aja misi penting, gimana bengkel?" tanya izam
"alhamdulillah rame seperti biasa" jawab zidan
"kemana yang lain, tumben cuma lu sama anak anak?"tanya izam
"rian lagi cari tanah yang lu minta, sedangkan agus lagi di ruang bawah" jawab
zidan
tak lama zidan mengucapkan hal itu, agus pun keluar, karna dia sudah melihat kedatangan izam dari CCTV
"tumben tumben lu kesini jam segini?"tanya agus
"karna ada perlu sama lu berdua, ini penting"jawab izam
"ya udah yok, ngobrol nya di bawah aja" ucap agus
"ga usah mending lu berdua ikut gue" ucap izam
agus dan zidan pun saling pandang, tumben tumben nan izam mengajak keluar tanpa diskusi terlebih dahulu dengan dirinya? batin mereka berdua, terpaksa mereka pun masuk ke dalam mobil izam
"jadi kita mau kemana nih?" tanya agus saat sudah di dalam mobil
"gue mau minta tolong cariin anak ayam, tapi yang bulunya warna warni"jawab izam,
" apa ayam warna warni!? lu serius nyuruh kita buat cari ayam?" tanya zidan dan agus bersama an
"iya gue serius, mending lu berdua cari tau di mana yang menjual ayam warna warni"jawab Izam
agus dan zidan mereka saling tatap, mengapa izam bertingkah aneh seperti ini? batin nya, tanpa menunggu lama, zidan dan agus langsung mencari toko yang menjual ayam warna warni di internet.
"nih ada, tapi di jakarta timur" ucap agus
"oke kita ke sana sekarang" ucap Izam
izam pun langsung, menuju tempat yang menjual ayam warna warni, sekitar setengah jam berlalu akhirnya mereka bertiga sampai di tempat tersebut
"tolong lo berdua yang beliin tu ayam ya"ucap Izam
__ADS_1
"lah kok kita yang beli?" tanya agus dan zidan berbarengan
"gue takut sama ayam egee" jawab Izam
"whatt? gue ga salah dengar nih? seorang Izam al fauzi, takut sama ayam?" mereka berdua pun mentertawakan izam, karna menurut mereka sikap izam ini lucu sekali
" ketawain gue aja terus, gua rentes akun lo berdua baru tau!"ancam izam, dan seketika agus dan zidan langsung berhenti tertawa
"yaelah lu baperan amat jadi orang" ucap agus
" udah cepetan, turun beliin tuh ayam" ucap izam
" Mau ayamnya berapa biji?" tanya agus
"2 dua aja, satu warna dua" jawab izam
mereka berdua pun langsung turun dan membeli beberapa anak ayam, karena mereka berdua takut dengan ancaman izam, 15 menit berlalu akhirnya mereka berdua pun kembali,
" lu nyari ayam buat apaan sih zam, katanya takut sama ayam tapi beli ayam aneh lu" ucap Agus saat mereka berdua sudah di dalam mobil
" Alzena hamil dan dia pengen lihat ayam warna-warni" jawab Izam santai
" buset udah kayak suaminya aja lu, tunggu apa jangan-jangan Alzena yang kemarin lu beliin rumah?" tanya zidan
"assalamu'alaikum"ucap izam saat berjalan ke arah nisa dan juga alzena
"waalaikumsalam, gimana ayam nya bang ketemu?" tanya Nisa antusias
" tuh" jawab izam dan benar saja anak ayam tersebut sedang dibawa oleh Agus dan juga Zidan
" tumben kak pada ke sini?" tanya nisa heran
"abang kamu kan takut sama ayam nis,jadi dia minta tolong buat bantu bawain anak ayam ini" jawab agus
nisa sampai menepuk jidat nya sendiri, dia baru inget kalo izam dulu pernah di kejar induk ayam, karna dia ngambil anak nya, alhasil di kejar kejar sampai nangis, mungkin sekarang dia masih trauma sama ayam hidup, nisa jika ingat kejadian itu dia pasti senyum senyum sendiri
"ngapain kamu senyum senyum gitu dek" ucap izam datar
"ga bang, lucu aja kalo ke ingat kejadian dulu"ucap nisa sambil senyam senyum, tanpa izam sadari alzena sudah mengambil 1 anak ayam, lalu dia mendekati izam
"zam makasih ya udah nurutin keinginan aku" ucap alzena lembut
"mimpi apaan gue semalem, sikap alzena manis bener" batin izam
__ADS_1
izam yang mendengar suara alzena yang lembut, dia malah bengong, serasa tidak percaya
"zam, izam" panggil alzena
"haa.. iya?" jawab izam
"kok bengong si" ucap alzena kesal
"ga cuma cape aja"alibi izam
"aku boleh minta tolong lagi?"
"boleh mau minta tolong apa hmm? " ucap izam sambil memperlihatkan senyuman manis di bibir nya
"tolong pegangin ini zam: ucap alzena sambil menyerah kan anak ayam yang sudah dia ambil terlebih dulu, izam yang masih fokus memandangi wajah alzena, dia tidak sadar bahwa dia sedang memegang anak ayam, nisa yang melihat kejadian itu pun langsung menyadarkan izam
"bang, abang ga sadar lagi pegang apa?" tanya nisa sambil menahan senyum
"emang abang lagi megang ap-"belum selesai izam menyelesaikan ucapan nya dia kaget karna megang anak ayam, spontan izam langsung melepaskan anak ayam itu lalu dia langsung lari ke dalam rumah
"Allahuakbarrr bunda tolong izam bun" ucap izam sambil berlari, dan itu membuat alzena dan yang lain nya tertawa terbahak bahak
"kasian loh kak, bang izam " ucap nisa merasa tidak tega melihat sang abang ketakutan
"ga papa nis, izam perlu di kerjain sekali kali" ucap alzena di sela tawanya
"nis kita berdua balik ke bengkel dulu ya, salam buat ibu"ucap zidan
"iya kak, hati hati"ucap nisa
kemudian nisa dan juga alzena masuk ke dalam, di dalam izam lagi di omelin, karna dia teriak teriak
"kamu kenapa si zam, teriak teriak kaya anak kecil" omel ibu rania
"ma... maaf Bu, "hanya itu yang keluar dari mulut izam
"bang izam kaget pegang anak ayam bu" ucap nisa saat masuk ke dalam, sang ibu merasa bersalah, telah Mengomeli izam tanpa mengetahui yang sebenarnya
"zam, tatap ibu zam"ucap ibu lembut, perlahan tapi pasti izam pun menatap wajah sang ibu
"semua akan baik baik saja zam, kamu tenang ya ada ibu di sini"ucap ibu sambil memeluk izam, karna sang ibu tau pasti trauma nya izam belum sembuh total,
"izam takut bu" ucap izam lirih, mungkin hanya sang ibu yang mendengar ucapan izam, alzena yang melihat kejadian itu, merasa bersalah karna sudah mengerjai izam, sampai ketakutan seperti itu
__ADS_1