Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 9 JUJUR


__ADS_3

farhan terkejut mendengar bahwa perusahaan mengalami kerugian 35%, begitu pula dengan Fikri mereka berdua sama-sama bingung Mengapa perusahaan bisa mengalami kerugian sebesar itu,


" kalian cari tahu mengapa perusahaan bisa mengalami kerugian sebesar ini, selama ini perusahaan hanya mengalami kerugian 3%. Mengapa sekarang bisa menjadi 35%!!" bentak Farhan saat berada di ruang meeting


" maaf tuan dan ini masih kami selidiki" ucap manajer keuangan


" Pokoknya saya tidak mau tahu kalian harus mencari tahu siapa penyebab dari kerugian ini Bila perlu menyewa orang untuk mengungkapnya, dan berapa pun bayaran nya saya tidak perduli asal kan perusahaan bisa kembali normal" ucap Farhan


" baik Tuan kami akan segera mencari tahu"


" Sekarang pergilah kalian semua"


Mereka pun bergegas keluar dari ruang meeting karena tidak ingin menjadi sasaran amarah Farhan, dan Farhan merenungi Mengapa perusahaan bisa merugikan seperti ini


" Pih gimana ini Pih, tidak biasanya perusahaan mengalami kerugian yang sebesar ini"


" papi juga nggak tahu Farhan, ini adalah tugas baru kamu untuk mencari tahu siapa yang ingin bermain-main dengan keluarga kita"


" baik pih farhan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari pelaku dari masalah ini" ucapan lalu memikirkan ke mana larinya 35% itu" batinnya


berbeda dengan Izam yang di rumah sakit pria itu senyum-senyum, karena berhasil membuat perusahaan Farhan mendapatkan kerugian 35%, jika Izam tidak punya hati mungkin saja sekarang perusahaan Farhan sudah bangkrut


akan tetapi dia masih memikirkan nasib kedua orang tuanya Alzena, Alzena dan juga Alana bingung melihat izam senyum-senyum sendiri


" lu kenapa ketawa-tawa sendiri zam" tanya Alzena bingung


" nggak apa-apa bentar lagi mau dapat rezeki soalnya makanya ketawa-tawa" canda Izam


" sok tahu udah kayak dukun aja" cibir Alzena


" nggak percaya? 2 menit lagi pasti ada panggilan masuk"


dan bener aja belum sampai 2 menit sudah ada yang menelpon Izam


" selamat siang tuan, kami dari perusahaan MTP tuan" ucap aldi (manager keuangan)


"siang" ucap izam datar


"maaf mengganggu waktu tuan, kami ingin meminta bantuan dari tuan"


"bantuan? bantuan untuk apa?" tanya izam pura-pura polos


"perusahaan kami, tiba tiba mengalami yang cukup besar tuan, tujuan kami menelfon tuan, kami ingin tuan bantu kami untuk menyelidiki kasus ini tuan" jawab aldi sopan


" Maaf pak sebelumnya saya tidak bisa karena saya sedang sibuk!"

__ADS_1


" tapi kami mohon tuan Tolong bantu kami, jika kami tidak bisa menyelesaikan masalah ini, bisa bisa saya di pecat tuan," ucapnya memelas


"Baiklah saya akan membantu kalian, akan tetapi bayaran saya tidak murah" ucap izam menyeringai


"berapapun yang tuan minta, kami akan usahakan"


"saya minta bayaran 1 M, apa kalian sanggup?"


"baik tuan, kami sanggup, tolong di usahakan Hari ini tuan"


"baik lah, jika kalian coba coba menipu saya, saya pastikan perusahaan mu, akan gulung tikar!" ucap izam mengancam,


"ba... baik tuan"


panggilan pun terputus, lalu izam langsung mengembalikan apa yang sudah dia ambil, akan tetapi dia hanya menyisakan 5%, tak butuh waktu lama kira kira hanya 30 menit, tugas izam selesai lalu dia menghubungi rian


"ri, coba kamu cek ada uang masuk apa tidak, kira kira 1 m"


"bentar gue cek dulu" rian pun langsung mengecek, dan betapa terkejut nya dia melihat tranfer an tersebut


"et dah lu abis ngelakuin apaan lagi"


"cuma bermain main dengan anak ayam, lu bagiin ke anak anak, tranfer 100 juta ke akun biasanya"


"tapi zam baru minggu lalu kita kasih ke mereka, apa ga sayang sama duit itu"


"tuh tanah mau buat apaan zam, prasaan lu beli tanah mulu"


"ikutin aja perintah gue rian!"


"oke oke,bakal gue lakuin, ngomong ngomong kapan lu mau ke bengkel"


"gue belum sempet, nanti secepatnya gue ke sana" lalu panggilan pun terputus, apa yang izam lakukan dari tadi tak lepas dari perhatian alzena


"lu ngapain liatin gue kaya gitu"tanya izam heran


"lu kerjain apaan zam, lu jual narkoba ya, "


"enak aja lu ngomong nya, gue masih punya iman, ya kali jual begituan, nyentuh aja gue ga pernah"


"lah terus tadi lu ngapain" tanya alzena penasaran


"udah bahas nya nanti aja, jadi gimana dok, alzena sudah boleh pulang kan" jawab izam mengalihkan pembicaraan


"puji Tuhan alzena tidak ada masalah yang serius, dan hari ini juga sudah boleh pulang"

__ADS_1


"al, kamu mau pulang kemana al?"tanya alena


"tenang kak, alzena sudah punya rumah, jadi kaka tidak usah khawatir dengan alzena " namun bukan alzena yang menjawab melainkan izam yang menjawab


" tapi adik saya kan tidak mungkin tinggal sama kamu"


" kebetulan tetangga saya rumahnya lagi di kontrakin, Insya Allah bisalah buat tempat tinggal alzena, daripada Alzena mencari apartemen, mending Alzena ngontrak saja di dekat rumah saya, dan saya juga bisa menjaga Alzena, lagi pula Alzena kan tidak mungkin tinggal bersama kakak" Maaf sebelumnya Kak bukannya meremehkan, saya tahu suami kakak tidak suka dengan Alzena makanya setiap Alzena yang mengunjungi ke rumah kalian, Pasti kalian ribut setelah kepulangan Alzena" ucap Izam


Alzena terkejut mendengar ucapan izam, begitu pula dengan Alana, perasaan tidak ada yang mengetahui tentang rumah tangga mereka, dan alamat juga tidak pernah menceritakan tentang rumah tangganya, tapi mengapa Islam seolah tahu tentang rumah tangganya? Batinnya


" Benar kak apa yang di ucapin izam?" tanya Alzena


" nggak dek itu nggak bener, Izam paling cuman bercanda" jawab Alena


" Apa perlu saya perlihatkan rekaman CCTV rumah kalian saat kalian ribut karena Alzena?" ucap izam menyeringai


Alana pun panik mendengar ucapan izam, mau tak mau Alana pun sedikit menceritakan tentang rumah tangganya, ternyata selama ini rumah tangga Alena tidak seindah yang selama ini mereka Perlihatkan, sebenarnya masalahnya bukan apa-apa,


hanya saja suami Alena tidak suka dengan Alzena, dan setiap Alzena datang ke rumahnya suami Alana langsung marah, karena Alana sebelumnya tidak meminta izin kepadanya bahwa sang adik akan mengunjunginya, dan itu selalu yang menjadi pertengkaran mereka


Alzena yang mendengar cerita dari sang Kakak pun merasa, bahwa dirinya adalah pembuat masalah, bahwa dirinya adalah pembawa sial, saat bersama dengan Farhan rumah tangga mereka berjalan dengan lancar. dan Farhan perhatian dengannya namun Farhan dibenci oleh orang tuanya karena selalu membela Alzena,


begitu pula dengan orang tuanya sendiri, saat dirinya mendatangi rumah kediaman orang tuanya, Alzena langsung ditolak mentah-mentah tanpa mendengarkan penjelasan dari Alzena,


dan sekarang permasalahannya dengan sang kakak, dia tidak menyangka bahwa dirinyalah yang menjadi penyebab pertengkaran di dalam rumah tangga sang kakak, sekarang Alzena takut, Jika dia ikut bersama Izam dia takut akan menjadi pembawa sial untuk Izam,


perubahan wajah Alzena pun tak lepas dari perhatian izam, Izam tahu pasti perasaan Alzena tidak sedang baik-baik saja, apalagi dia pernah mendengar bahwa mood seorang wanita hamil, pasti mood-nya berubah-berubah


" udah al lu nggak usah mikirin yang aneh aneh, nggak baik buat kandungan lo" ucap Izam


" Maafin aku ya Kak, gara-gara aku rumah tangga kalian jadi sering berantem" ucap Alzena


" ini bukan gara-gara kamu dek, ini memang Mas firdausnya aja yang emosian," ucap sang kakak, karena dia pun tak ingin membebani pikiran Alzena


" Oh ya Kak kira-kira alzena boleh pulang sekarang nggak?, Soalnya Ibu saya sedang menunggu alzena di rumah" ucap izam mengalihkan pembicaraan


" apa kamu mau pulang sekarang Al?"


" kalau bisa Iya kak soalnya aku udah bosen di sini"


" Kakak izinin kamu pulang, tapi kalau ada apa-apa Segera hubungi kakak"


" Iya Kak"


" saya titip adik saya sama kamu, Al Maafin Kakak, karena kakak tidak bisa membantu kamu di saat kamu sedang susah seperti ini" ucap Alena tidak enak

__ADS_1


" nggak papa Kak kan ada Izam yang mau nolongin Alzena, ya kan zam" ucap Alzena mencoba meyakinkan sang kakak, dan dibalas anggukan oleh izam


__ADS_2