
"izam tidak sedang bercanda bu, dia memang istri Izam"ucap izam langsung menunduk, semuanya benar benar terkejut mendengar ucapan izam
" Kapan kalian menikah, dan mengapa kamu tidak memberitahu bunda dan keluarga yang lain zam"tanya bunda shanum mencoba sabar dengan kelakuan sang anak
"izam tidak bisa menjelaskan mengapa nya bun, karna ini semua salah dia, dan kamu silahkan sejelas kan, kepada semuanya" Ucap izam sambil menghela nafas, dan bersandar di sandaran kursi, sungguh dia merasa ingin marah, karna dirinya yang masih dalam pemulihan malah di landa masalah terus menerus
"Perkenalan saya adiba Athabiya, sebelum saya memohon maaf kepada semua yang ada disini, terutama kepada kamu bang" Adiba menjeda ucapan nya untuk melihat respon izam, namun pria itu tidak merespon apapun dia hanya menampilkan wajah datar nya, karna izam sungguh merasa lelah dan sakit
"πΊπππππ ππππ πππ πππππ π’π, πππ πππππ πππππππ ππ£ππ πππππ'πππππ πππ£πππ
"sebenarnya tadi saya tidak sengaja bertemu dengan bang di restoran pempek, saya ingin di jodohkan oleh ayah saya, namun saya menolak karna pria itu pernah melecehkan teman saya hingga dia hamil, dan tidak mau bertanggung jawab, dia malah membunuh teman saya, karna teman saya meminta pertanggungjawaban nya"adiba menjeda lagi ucapan nya, dia menangis mengingat Khansa sahabat satu satunya, yang telah di bunuh oleh pria yang akan di jodohkan nya, para wanita pun ikut merasakan sakit yang adiba rasakan terutama bunda shanum, ibu rania, dan juga alzena, apalagi hormon ibu hamil suka naik turun
"Saat saya melihat bang izam sendirian di restoran itu, saya malah memfitnahnya, bahwa kami memiliki hubungan, dan telah melakukan hubungan suami istri, hingga membuat ayah saya murka dan mencambuk bang izam dan juga saya" Ucapan adiba lagi dan lagi membuat mereka terkejut, mereka sampai menutup mulutnya karna saking tidak percaya,
__ADS_1
"ayah saya mencambuk bang izam, ayah meminta bang izam agar mau menikahi saya, karna ayah saya tidak ingin saya membuat keluarga malu suatu saat nanti, bang izam yang sudah tidak berdaya pun tidak bisa menolak permintaan ayah saya, karna saat bang izam menjelaskan ayah saya mencambuk nya" Ucap adiba sambil menunduk, sungguh dia merasa tidak enak, telah menyeret izam ke dalam masalah nya
spontan bisa langsung melirik ke arah abang tersayang nya itu, mereka melirik kearah izam, merasa tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja mereka tau, alzena merasa tidak enak hati kepada izam, karna gara gara dia mengidam malah membuat izam kesusahan hingga saat ini
"Saya tidak apa apa" Ucap izam yang seolah tau bahwa mereka melihat nya dengan rasa iba
"Maafkan saya telah menyeret bang izam ke dalam masalah ini, saya rela jika sekarang bang izam ingin menalak saya" Ucap adiba sambil menunduk, keadaan tiba-tiba hening mereka semua menunggu jawaban dari izam, namun tidak ada satu kata pun yang terucap dari mulut izam, pria itu hanya diam, tidak merespon apapun,
"Ibu juga tidak rela jika kamu menalak nya zam, karna ibu memiliki anak perempuan seumur adiba, kamu tau bukan? Bagaimana nasib pernikahan alzena, dan kamu juga sudah berkorban sejauh ini, kamu rela sakit demi gadis yang tidak kamu kenali bahkan memfitnah kamu, ibu tidak ingin apa yang menimpa adiba akan berbalik ke saudara ataupun anak kamu nanti nya zam"ucap Ibu rania mencoba memberi pendapat juga
izam melirik ke arah alzena dan juga nisa, sedangkan shaila hanya diam karna dia tak begitu fasih dalam bahasa indonesia
"Gue juga ngga setuju kalo lo menalak dia zam, apalagi pernikahan kalian belum ada 24 jam, dan lo pasti tau apa yang gue rasain saat mas farhan menalak gue" Ucap alzena menahan rasa sesak di dada nya, meskipun dia tidak rela izam bersama adiba, namun dia tidak ingin egois, karna dia sudah di wanti wanti oleh ibu rania agar tidak menyimpan rasa cinta untuk izam, bagaimana pun izam, alzena dan nisa adalah saudara sepersusuan, dan hal itu di haramkan dalam islam jika mereka menikah
__ADS_1
"Nisa juga ngga setuju, karna nisa perempuan yang ingin menikah sekali seumur hidup" Ucap nisa tanpa dia sadari dia telah menyinggung perasaan bunda shanum, dan itu membuat izam tersenyum, dia juga tidak ingin menikah 2 kali atau lebih,
"Kamu tenang saja, saya tidak mungkin menalak kamu secepat ini, karna kamu telah menyeret saya dalam permasalahan kamu" Ucap izam lalu meninggalkan mereka semua, dan berjalan menuju kamar nya untuk beristirahat, badannya sakit, fikiran nya juga pusing, dia butuh istirahat agar bisa pulih secepatnya
"Kamu susul suami kamu nak" Ucap Ibu rania lembut dan adiba terharu akan itu, karna dia sudah kehilangan sosok ibu saat berumur 9 tahun, adiba pun spontan langsung memeluk ibu rania
"Selamat datang di keluarga al fauzi nak" Ucap bunda shanum lalu memeluk adiba, saat pelukan ibu rania terlepas
"Terima kasih tan, sudah menerima adiba sebagai menantu di keluarga ini" Ucap adiba
"Jangan panggil tante dong, panggil bunda, saya ibu kandung nya suami mu, dan yang sebelah saya ibu susu nya suami kamu, mereka sepupu serta adik suami kamu dan ini suami saya" Ucap bunda shanum, adiba hanya mengangguk
Adiba pun langsung menyusul izam di kamar nya, dan alzena duduk di gazebo belakang sambil menikmati pempek yang isan bawakan, namun belum selesai pempek nya habis tiba tiba ada yang menghampiri nya
__ADS_1