
" Maaf Bun sebelumnya, tapi saya tidak mau dijodohkan, lagi pula usia saya baru mau 25 tahun, dan saya juga belum terpikir untuk menikah" tolak Izam secara halus
" Sudah Bunda duga kamu pasti tidak mau dijodohkan zam" ucap Bunda shanum
" mohon maaf sebelumnya Bun" ucap Izam
" Ya sudahlah kalau kamu tidak mau" ucap Bunda shanum pasrah, mereka bertiga pun berbincang hangat,
*
*
*
" Bang Izam ke mana Kak?" tanya Nisa
" Izam pulang katanya orang tuanya di rumah, makanya dia pulang dek kenapa memangnya?" tanya Alzena
" nggak papa kok, cuman belum terbiasa aja, Biasanya kan kalau bangun tidur udah ada abang ini malah nggak ada jadinya dicariin" ucap Nisa
" Oh ya Dek Katanya kamu udah punya pacar jadi nggak ngenalin ke kakak?" tanya Alzena penasaran
" yang itu udah putus Kak kemarin" jawab Nisa
" Loh kenapa?" tanya Alzena
" Masa Dia ngajak Nisa buat kayak begitu, ya Nisa nggak mau lah kak, kalau abang tahu bisa dibunuh Nisa" canda Nisa
" maksudnya begituan?" tanya Alzena
" berhubungan suami istri Kak, Nisa udah ngajak dia buat ketemu Bang Izam tapi nggak mau Malah ngajak kayak begitu" ucap Nisa
" siapa yang ngajak kayak gitu Dek" ucap Izam tiba-tiba
" loh kok Abang di sini, Bukannya tadi kata Kak Alzena Abang Pulang?" tanya Nisa heran
" kamu aja yang bangunnya telat Udah jam berapa ini" ucap Izam
" Oh ya tadi siapa yang ngajak kamu kayak begitu dan maksudnya apa?" tanya Izam
" em itu... itu bang cowok aku ngajak begituan Tapi aku nggak mau" ucap Nisa lirih namun masih bisa didengar oleh Izam
__ADS_1
" maksudnya?" tanya Izam bingungk
" Abang sama kak Alzena pura-pura nggak ngerti deh" ucap Nisa
" Ya kamu ngomongnya yang jelas lah dek" ucap Izam
" masa cowok Aku ngajak berhubungan suami istri ya Aku nggak mau lah abang" ucap Nisa mengagetkan Izam
" apa!!!" Ucup Izam spontan
" biasa aja kali Bang" ucap Nissa sambil mengusap telinganya
" temen kamu kerja di bengsmart kan? " tanya Izam
" ya bang dia kerja di sana" jawab Nisa
Izam pun langsung menghubungi Agus untuk segera memecat Rayyan, setelah melakukan panggilan Itu izam pun kembali
" Oh ya al gue ke sini ada yang mau gue omongin" ucap Izam
" Ya udah yuk kita ngomong di Gazebo belakang aja" ajak Alzena
mereka butuh pun berjalan menuju ke Gazebo belakang
" Gue cuman mau nunjukin ini video" ucap Izam lalu menunjukkan sebuah video, di mana Di video itu terdapat Papa Fikri dan juga Melisa sedang mengobrol dan bercumbu mesra
Alzena terkejut melihatnya, karena setahu dia Papi Fikri tidak pernah berselingkuh di belakang Mami Sarah
" lu dapet video ini dari mana Zam?" tanya Alzena
" apapun tentang lu gue tahu Al, termasuk kelakuan mertua lu ke lu" ucap Izam
" maksud lo?" tanya Alzena
" art yang di rumah mertua lu dan juga yang di rumah lu itu, adalah orang suruhan gue buat ngawasin lu dan jagain lu takutnya Farhan atau keluarganya nyakitin lu" ucap Izam mengagetkan Alzena lagi
" lo jangan bercanda zam" ucap Alzena yang mengira bahwa Izam sedang bercanda
" gue serius alzena azkayra" Alzena pun langsung terdiam mendengar ucapan Izam.
"sorry bukan nya gue mau ikut campur urusan lu, tapi gue khawatir sama lu al"ucap izam, akan tetapi alzena masih diam
__ADS_1
tanpa aba aba lagi alzena langsung menampar pipi izam
plak
plak
"lo keterlaluan zam, jadi selama ini lo selalu ngawasin gue?"ucap alzena tidak Terima orang lain mengganggu privasi nya
"gue cuma mau jagain lo aja al, gue ngga ada niatan lain"ucap izam
"tapi lo keterlaluan zam, gue pikir lo adalah sahabat sekaligus abang buat gue, tapi nyatanya lo ngga lebih dari bajingan zam, gue benci dan gue ngga mau liat lo lagi di hidup gue zam!!"teriak alzena sambil pergi meninggalkan izam
"sebenci itukan? gue ngelakuin ini juga demi lu al, mungkin cara gue buat ngelindungin lu salah, tapi gue juga sadar diri bahwa lu udah punya suami al kalo bukan cara ini, terus gue harus ngelindungin dengan cara apa lagi al"gumam izam
"lo keterlaluan zam, gue pikir lo sahabat gue, ternyata lo ngga lebih dari bajingan zam, dengan cara lo mata matain keluarga gue, itu sama aja lo ngehina mereka zam, gue benci bahkan bener bener benci sama lo zam"ucap alzena lalu mengunci diri di kamar
Izam pun tak mendekati Alzena, dia kembali menaiki mobilnya dan entah pergi ke mana, sekitar pukul 12.30 ponsel Alzena berdering
" selamat siang"
" Iya siang Maaf Dari mana ya Mbak?" tanya Alzena
" Kami ingin mengabarkan bahwa saudara ilzami Putra Al Fauzi Pratama mengalami kecelakaan, di jalan x, saya menghubungi Ibu karena Ibu adalah terakhir yang menelponnya"
" di rumah sakit mana Mbak" tanya Alzena dengan suara gemetar
" Rumah Sakit internasional"
" baik sus Terima kasih atas informasinya saya akan segera ke sana" ucap alzena lalu menutup teleponnya dan menghampiri Ibu Rani dan juga Nisa
" Kamu kenapa Al? kau lari-lari begitu" tanya ibu Rani
" Izam Bu Izam" ucap alzena sambil meneteskan air matanya
" Iya tadi ibu lihat kalian bertengkar? Apa kalian lagi ada masalah? tanya ibu Rani
" izzam kecelakaan Bu, Ki sekarang ada di rumah sakit internasional" ucap Alzena mengejutkan
" Innalillahi" ucap Ibu Rani dan juga Nisa
" Izam belum mati Bu dia cuma kecelakaan" ucap Alzena
__ADS_1
" kita ke rumah sakit sekarang" ucap Ibu Rania dan diangguki oleh Nisa, mereka bertiga pun langsung menuju ke rumah sakit, Nisa tidak lupa untuk menghubungi orang tua Izam