Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 33 APA RAYYAN?


__ADS_3

dalam perjalanan yang tadinya berisik tiba tiba hening, agus sibuk nyetir sedangkan zayden sibuk dengan ponsel nya


"lu fokus amat sama ponsel lu" tegur agus


"maaf Pak saya sedang menyelidiki kasus tuan izam" ucap zayden tanpa mengalihkan pandangan nya ke pada agus


"serius lu zay" ucap agus yang sendaritadi kesepian tak ada yang bisa di ajak ngobrol


"iya pak, tadi saya dapat info soal kecelakaan tuan izam, bahwa apa yang menimpa tuan izam bukan lah kecelakaan namun memang di rencanakan, kar--"


shitt


belum selesai zayden menyelesaikan ucapan nya tiba tiba agus mengerem mendadak, hal itu membuat nisa dan alzena kaget dan terkejut


"kak agus bisa nyetir ngga sih, prasaan dari tadi kalian berdua itu ngerem mendadak terus, kalo kandungan kak alzena kenapa napa gimana!" ucap nisa kesel


"maaf dek kaka ngga sengaja, tadi kaka reflek"ucap agus sambil menangkup kedua tangan nya di dada

__ADS_1


"kamu serius zay?"tanya alzena penasaran


"iya nona, bahkan sang pelaku, beraksi saat tuan izam sedang mengunjungi kediaman nyonya Rania"jawab agus yakin


""apa mungkin Rayyan? tadi sebelum izam kecelakaan kan, izam telfon gue duluan, buat ngabarin kalo Rayyan dia pecat, karna dia mau ngelecehin nisa, apa karna gue ngga kasih dia pesangon, makanya dia berbuat kayak gini? kalo terbukti lo pelakunya, gue sendiri yang bakal ngebunuh lo ray, gue ngga perduli dengan resiko yang bakal gue Terima kedepan nya" batin agus


"oh ya nona, saya hanya ingin mengingatkan bahwa nyonya dari tadi siang belum makan nasi, apa kita mau mampir ke restoran? " tanya zayden


"tidak usah kita langsung pulang saja" jawab alzena


agus pun mengikuti perintah alzena, mereka pulang ke kediaman ibu rania, namun saat sudah sampai di rumah ibu rania, beliau tidak ada


"apa ibu masih di rumah bunda ya" gumam nisa namun masih terdengar oleh mereka bertiga


"kita mau turun atau mau ke rumah izam dek? " tanya agus


"kalo kamu mau kesana ngga papa dee, kaka mau di sini aja" ucap alzena, dengan cepat zayden langsung turun dan membuka kan pintu mobil

__ADS_1


"mau ngapain lo" cetus alzena padahal matanya sudah bengkak


"maafkan saya nona, jika saya kurang ajar, saya hanya ingin membantu nona" ucap zayden lalu menuntun alzena, meskipun alzena sempat menolak, tapi tak di hiraukan oleh zayden hingga sampai di ruang tamu dan di ikuti oleh agus, nisa


"udah thanks, buat bantuan lo, lo boleh pergi" ucap alzena tidak nyaman jika harus di buntuti oleh zayden


"maaf nona, mulai saat ini saya yang akan menjaga nona" ucap zayden


"kenapa sekarang lo yang ngatur, gue ngga mau mending lo keluar sana" ucap alzena ketus


"tapi non--"


"udah zay, mending kita keluar aja, mereka berdua pasti butuh waktu buat nenangin diri mereka" ucap agus lalu menarik zayden agar keluar bersama nya


"nona saya tunggu di luar ya, jika ada apa apa silahkan panggil saya, atau telfon saya nona" ucap zayden sambil menunjukkan kartu namanya


saat agus dan zayden keluar tangis alzena pecah, begitu pula dengan nisa

__ADS_1


"izam dee hiks hiks" tangis alzena


"iya kak, kita harus sabar dan menerima dengan lapang dada, bang izam pasti sedih ngeliat kita, kalau nangis terus kak" ucap nisa lalu memeluk alzena


__ADS_2