
setelah mendapatkan izin izam langsung membereskan barang barang alzena, dan juga mengurus administrasi, setengah jam berlalu, mereka pun keluar dari rumah sakit dan Pulang menuju rumah izam
"zam, sorry gue ngerepotin lu lagi" ucap alzena tidak enak
"lu ngomong apa sih al, lu sama sekali ga ngerepotin gue al"ujar izam mencoba menyakinkan alzena
"harus nya di saat gue lagi kaya gini, keluarga gue dukung gue, tapi ini malah-"alzena sudah tak sanggup melanjutkan kata kata nya, setelah mendengar cerita sang kaka, sebenarnya alzena ingin menangis namun dia tahan
izam yang melihat alzena menangis, langsung menghentikan mobil nya, dan langsung memeluk alzena, karna dia tau perasaan alzena pasti sedang tidak Baik baik saja
"udah al ga usah di lanjut omongan lu, gue tau perasaan lu, tanpa lu ngomong"ucap izam menenangkan alzena
"tapi kenapa harus gue zam, seburuk itu kah diri gue ini?"
"lu udah sempurna al, mereka sayang sama lu al, mereka perduli, terkadang seseorang jika sudah menyangkut duniawi mereka rela melakukan apa saja, demi mendapatkan apa yang ada di dunia ini, termasuk membenci, atau membunuh"
alzena diam mendengar ucapan izam, dia mencoba mencerna apa yang di katakan izam
"jangan terlalu bersedih al, gue tau ini ga mudah buat lu, tapi gue yakin lu bisa bikin mereka semua menyesal dengan perbuatan nya ke lu al, dari pada lu mikirin yang ga penting mending lu mikirin gue aja al" ujar izam mencoba menghibur alzena
alzena yang mendengar candaan izam langsung melepaskan pelukan mereka
"cari kesempatan banget lu, peluk peluk gue" alzena balik bercanda
"ya elah lagi enak enak juga, lu nyaman kan di pelukan gue, Hari ini pundak gue free buat lu, tapi besok bayar"
"nih minum dulu biar otak lo lancar" canda izam, alzena pun menerima minuman dari izam
"lu udah tenang kan al? " tanya izam lembut
alzena hanya menganggukkan kepala, setelah melihat alzena mengangguk kan kepala izam langsung melanjutkan perjalanan, di tempat lain fahmi sedang merencanakan sesuatu
"saya ingin kamu mendekati farhan, buat dia mencintai kamu setelah dirasa dia mencintai kamu, saya ingin kamu hamil saat bersama farhan, akan tetapi bukan dari benih farhan"ucap fahmi
"maksud tuan seperti apa? "tanya sang wanita
"saya tau, kamu pasti paham akan maksud saya, dari sini kita bisa mendapatkan keuntungan bersama, jika kamu berhasil mendekati farhan, dan berhasil hamil, mereka pasti akan sangat bahagia, dan pasti nya seluruh harta kekayaan nya akan mereka wariskan ke pada keturunan nya kelak," jawab fahmi
"maksud tuan saya harus berpura-pura mendekati nya, lalu berpura-pura hamil anak nya? "
__ADS_1
"iya itu maksud saya, nanti akan saya bantu untuk pendekatan kalian"
"baik tuan saya akan memenuhi perintah anda"
"ini buat pegangan kamu, nanti saya kasih tau rencana berikutnya"
"baik tuan terimakasih, kalo begitu saya permisi dulu tuan"ucap sang wanita, sedangkan kan fahmi hanya mengangguk
..." saya bersumpah akan menghancurkan keluarga kamu farhan, kamu harus merasakan apa yang saya rasakan "batin fahmi...
balik lagi ke alzena dan juga izam, setelah 20-25 menit lalu akhirnya mereka sampai di kediaman izam, dan mereka berdua langsung di sambut oleh ibu rania dan juga nisa
"assalamu'alaikum bu"ucap izam lalu mencium tangan sang ibu
"waalaikumsalam alhamdulillah akhirnya kalian sampai rumah juga"ucap sang ibu
"waalaikumsalam, eh abang udah pulang aja, kenapa ga ngomong sama nisa kalo abang mau pulang hari ini?" tanya nisa
"abang lupa kemarin ga kasih tau kamu"jawab izam
"yuk kak, kita masuk ke dalam, biar aja bang izam yang bawa barang barang kaka"ujar nisa, alzena hanya mengangguk pelan, dan izam pun membawa barang barang milik alzena
"kalo kakak duduk dulu boleh de? "
"ya udah yuk"mereka berdua pun duduk di ruang tamu
"enak nya duduk bareng kak alzena, ga bantuin abang" sindir izam kepada nisa
"abang kan cowok masa harus di bantuin sama cewek"
"iya deh iya" izam pun pergi meninggalkan nisa dan juga alzena, sedangkan ibu rania di masih di dapur
setelah membereskan barang-barang Alzena Izam pun menyusul sang ibu di dapur
"mau izam bantu bu?"tanya izam
"ga usah zam, kamu temenin adik kamu sana" Jawab sang ibu
"iya bu"ucap Izam ingin berbalik namun di cegah oleh ibu rania
__ADS_1
"zam ibu mau ngomong sama kamu zam"
"ibu mau ngomong apa bu?"tanya izam penasaran
"tadi pas kamu masih di rumah sakit, bunda mu telfon zam, dia kangen sama kamu zam, bukan nya ibu mengusir kamu zam, tapi bagaimana pun dia tetap orang tua kamu zam" jawab ibu rania
"iya bu izam paham maksud ibu, tapi maaf Bu sebelumnya, dari awal ayah meninggal, izam tidak setuju jika bunda menikah lagi, karna izam takut, bunda akan lebih fokus ke suaminya, dan apa yang izam takutkan terjadi" ucap izam
"yang namanya hidup Harus berjalan zam, mungkin menurut bunda, dia ingin kamu tidak kekurangan kasih sayang seorang ayah zam" ucap ibu
"kalo bunda emang pengen ketemu sama izam, seharusnya bunda yang kesini, bu, izam cape jika Izam, harus bolak-balik Turkey indo, lagi pula ayah meninggal di sini, dan izam lahir di sini, jika bunda ingin menetap di sana ini resiko yang harus bunda Terima,"
"maaf kalo izam tidak sopan dengan kata kata izam bu, izam hanya mengungkapkan isi hati izam, izam pamit ke depan bu" ucap izam
sang ibu hanya bisa menghembus kan nafas kasar, keras kepala sekali anak itu" batin nya
"kenapa bang, muka kusut banget kaya baju belum di setrika" ledek nisa
"abang lagi ga pengen bercanda nisa" ucap izam tegas, alzena dan juga nisa terkejut mendengar suara izam,
"tidak seperti biasa izam ngomong tegas kaya gini" batin alzena
"abang kenapa ya, apa ini ada sangkut paut nya sama tante shanum, makanya kek gini? udah lah dari pada nanti kena semprot mending aku diem aja" batin nisa
"zam lu sayang ga sama gue" tanya alzena tiba tiba
"kenapa lu tiba tiba ngomong kayak gitu?" tanya izam heran
"hmm gue ngidam zam" ucap alzena
"ngidam? ngidam apa hmm? "
"yakin lo mau nurutin apapun yang gue minta?"
"emang lu ngidam apa al? "
"gue.. gue pengen punya ayam warna warni zam" ucap alzena ragu
"oke gue cariin dulu, lu di sini aja jangan kemana-mana, kalo ada apa apa minta tolong sama nisa"
__ADS_1
"tenang kak nisa bakalan jagain kak alzena, kaka fokus aja nyari ayam warna warni nya" ucap izam tanpa memikirkan trauma nya