Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil

Ditalak Saat Aku Berhasil Hamil
BAB 41 ISTRI?


__ADS_3

izam dan Adiba sama-sama meneteskan air mata, Izam menangis Bukan Tanpa Alasan dia hanya tidak menyangka bahwa dia menikah secara tiba-tiba seperti ini, begitu pula dengan Adiba dia tidak menyangka bahwa pria yang ia seret dalam dramanya kini telah menjadi suaminya.


"sekarang Kalian berdua sudah menjadi suami istri Ayah minta kamu bereskan barang-barang kamu dan ikut dengan suami kamu sekarang juga" ucap Umar


Adiba pun langsung membereskan bajunya sedangkan sang ayah langsung menghantarkan Ustadz serta saksi untuk pulang, Izam hanya diam di tempat sambil memikirkan Bagaimana caranya menjelaskan kepada Bunda shanum serta yang lainnya. setelah membereskan bajunya,


Adiba pun langsung menghampiri Izam, sedangkan Alvin pria itu hanya berdiri menunggu di pintu gerbang rumah Umar karena rumah Umar di jaga ketat oleh beberapa anak buah umar,


sedangkan Alvin tidak bisa melawan semuanya Karena dia sudah melawan beberapa penjaga atau bodyguardnya Umar di resto pempek, alhasil dia pun hanya menunggu bala bantuan dari zayden, priaitu mengabari bahwa dia sedang mengirimkan beberapa anak buahnya untuk membantu menyelamatkan Izam


"kalau kamu sudah selesai ayo kita keluar" ucap Izam dingin namun masih dengan wajah pucat nya Adiba pun hanya menurut tanpa protes, dia membawa kopernya sendiri karena dia tidak mungkin menyuruh Izam untuk membawakan kopernya meskipun Izam adalah suaminya sekarang


sebelum keluar dari rumah Umar Izam menyempatkan diri untuk berpamitan dengan Umar


" om kalau gitu saya pamit pulang dulu"ucap Izam sopan, meskipun orang yang di hadapan nya telah memukuli nya, namun izam tetap menghargai umar sebagai mertua nya,


"Sebenarnya saya tidak rela menikahkan kamu dengan anak saya namun karena kamu telah merenggut keperawanannya terpaksa saya menikahkan kalian karena saya tidak mau menanggung malu suatu saat nanti, dan saya minta jangan pernah kalian menginjakkan kaki kalian di rumah ini lagi sebelum kalian berhasil dan bisa membangun rumah tangga dengan baik, ini adalah keputusan kalian yang sudah kalian berdua ambil jadi resikonya harus Kalian juga yang tanggung dan untuk kamu tidak mulai sekarang ayah tidak akan memberikan uang jajan untukmu ataupun keperluan lainnya Silahkan kamu meminta kepada pria yang sudah menjadi suamimu di sini kamu juga salah sebagai wanita tidak bisa menjaga diri dengan baik, padahal Ayah sudah mewanti-wanti kamu agar kamu tidak terjun ke dunia seperti sekarang yang sedang kamu hadapi Tapi semua balik lagi kepada kamu yang memiliki badan ayah bisa menasehati kamu dan memberikan yang terbaik Namun sepertinya kamu tidak pernah mendengarkan ucapan ayah, dan satu lagi kalian urus sendiri jika kalian ingin mengajukan pernikahan secara negara "ucap Umar lalu pergi meninggalkan Izam dan juga adiba.


"Sudahlah nangisnya nanti saja sekarang kita keluar Saya mau pulang. dan kamu juga perlu jelaskan maksud kamu telah memfitnah saya sampai saya terjebak di dalam pernikahan ini" ucap Izam lalu keluar dari rumah Umar


izam tak terkejut saat melihat Alvin di luar pagar,sedangkan anak buah zayden yang sudah diutus untuk menyusul mereka belum sampai di tempat,


"tuan maafkan saya tidak bisa melindungi tuan" ucap Alvin lalu menghampiri Izam


"sudahlah vin bahas itunya nanti saja, lebih baik kita pulang sekarang,Kamu sudah membeli pempek-pempeknya bukan" ucap Izam


sempat-sempatnya Izam malah memikirkan pesanan Alzena, disaat kondisinya sedang tidak baik baik saja' batin Alvin

__ADS_1


"sudah Tuan Saya sudah membelikan pesanan Nona Alzena" ucap Alvin sambil membantu izam menuju tempat parkir mobilnya


"Ya sudah sekarang kita pulang" ucap izam


namun belum ssempat izam asuk ke dalam mobil, Alvin lebih dulu menahannya


" Mohon maaf tuan Kenapa perempuan itu ikut bersama kita" tanya Alvin heran karena wanita yang sudah memfitnah tuannya malah ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah izam padahal setahu Alvin belum pernah ada satu perempuan pun yang berani duduk di samping izam tanpa disuruh,


"sudah lah vin nanti saya jelaskan, sekarang kita pulang terlebih dulu" ucap izam yang enggan menjelaskan pertanyaan Alvin,adiba pun tidak ingin menjelaskan Kenapa dirinya masuk ke dalam mobil milik izam, dia hanya mengikuti sang suami ke mana pun suami pergi dan di manapun ,


"Jadi kita mau langsung pulang ke Jakarta atau ke hotel dulu tuan" Tanya Alvin saat mereka sudah masuk ke dalam mobil


"kita langsung pulang saja lah ke Jakarta Saya takut Alzena sedang menunggu pempek nya"ucap Izam, sebenarnya pria itu ingin sekali beristirahat namun dia urungkan karena ngidamnya Alzena, yang ingin segera makan pempek karena dia tak mau keponakannya nanti ileran.


Alvin pun melanjutkan perjalanannya menuju ke bandara namun saat sudah di bandara mereka baru bertemu dengan anak buah zayden


"maaf tuan kami baru bisa sampai" ucap salah satu anak buah zayden kepada Izam


"Maafkan kami tuan, kami hanya disuruh tuan zayden, karena beliau mengkhawatirkan keadaan Tuan" ucapnya mencoba menjelaskan


"suruh mereka agar pulang bersama kita, dan salah satu dari kalian Tolong bawakan koper istri saya" ucap izam membuat mereka terkejut karena setahu mereka Tuan mereka itu belum menikah, apalagi dengan Alvin dia tidak menyangka bahwa apa yang diucapkan oleh tuannya


"maaf tuan Apa anda tidak salah berbicara" tanya Alvin Takutnya izam salah ngomong atau kurang fokus


"memang saya kurang jelas ngomongnya" tanya izam dingin dan itu langsung membuat Alvin terdiam di tempatnya karena dia seketika menjadi es mendengar ucapan izam. sedangkan Adiba pun menyerahkan kopernya karena yang menyuruh adalah suaminya


'sebenarnya siapa yang aku nikahin' batin Adiba

__ADS_1


" cepat naik kalau tidak saya tinggal kamu" ucap izam saat melihat adib terdiam di tempatnya. mendengar suara sang suami adiba pun langsung bergegas naik ke jat pribadi dan duduk di samping izam, meskipun dia nggak tahu bahwa itu milik suaminya.


"Jadi kapan saya boleh menjelaskan semuanya Bang" tanya Adiba mulai memberikan memanggil dengan sebuah 'bang', karna dari tadi izin tidak menyuruh untuk menjelaskan.


apa maksud dan Apa tujuan Adiba memfitnah dirinya, yang dipikirkan izam itu adalah Percuma saja adiba yang menjelaskan tentang dirinya.


karena nanti izam akan memperkenalkannya kepada seluruh anggota keluarga Izam. dan dia hanya ingin mendengarkan penjelasan nya di hadapan orang lain, karena dia malas menjelaskannya lagi kepada seluruh anggota keluarganya,


"nanti saja kamu jelaskan saat kita sudah di Jakarta, karena saya malas mendengar penjelasan berkali-kali, agar mereka bisa menilai bahwa kamu berbicara bohong atau tidak karena jika hanya saya yang menilai, menurut saya tidak adil" ucap izam, berhasil membuat adiba terdiam, di dalam perjalanan menuju Jakarta mereka semua pun hanya diam tidak ada yang berani mengeluarkan suara karena mereka semua tahu bahwa Tuan mereka sedang dalam emosi. jika kita emosi lebih baik diam agar kita bisa mengambil keputusan yang tepat itu si Kata seseorang yang pasti bukan kata outdoor)


1 jam 10 menit akhirnya izam sampai di Bandara Soekarno Hatta Mereka pun langsung turun dan izam langsung dijemput oleh zaydenn beserta sopir untuk menjemput mereka semua karena sebelumnya, zayden mendapatkan kabar dari anak buahnya bahwa Izam langsung pulang ke Jakarta. Mereka pun langsung menuju ke kediaman Ibu Rania dan izam juga tidak lupa menghubungi Bunda shanum agar mereka berkumpul di kediaman Ibu Rania karena ada yang ingin izam bicarakan.


46 menit akhirnya mereka berempat sampai di kediaman Ibu Rani di dalam perjalanan pun hanya diam membisu tidak ada yang berani mengucapkan satu kata patah termasuk zayden dan juga Alvin, padahal jika mereka berdua bertemu selalu beradu argumen. tapi kali ini mereka berdua terdiam karena tidak ingin terkena omelan izam


"Assalamualaikum" ucap izam saat baru memasuki kediaman rumah ibu Rania, kira kira mereka sampai pukul 19:39 menit malam


"Waalaikumsalam" ucap semua orang yang ada di dalam hal pertama yang menghampiri Izam adalah Nisa,Nisa langsung menghampiri dan memeluknya karena dia khawatir dengan keadaan abangnya karena ini pergi dari pagi hingga malam tanpa mengabari dirinya Tidak seperti biasanya.


izam pun melepaskan pelukan sang adik dan mencium tangan orang tuanya


diikuti oleh Adiba, semua penasaran siapa yang datang bersama Izam.


Setelah semuanya berkumpul termasuk Alzena, izam pun langsung diintrogasi oleh keluarganya termasuk Bunda shanum,


"Kamu dari mana saja zam" tanya bunda Sanum yang melihat wajah sang anak penuh dengan luka


"dari Palembang bun, dan yang ikut bersamaku,dia adalah istri ku bun" Jawab Izam, membuat semua terkejut termasuk Alzena

__ADS_1


"kamu jangan bercanda zam"ucap Ibu Rania


"izam tidak sedang bercanda bu, dia memang istri Izam"ucap izam langsung menunduk


__ADS_2