
setelah makan bakso seperti biasa Nisa dan juga Ibu Rania membereskan piringnya dan setelah selesai mengerjakan pekerjaan mereka, mereka berempat pun lanjut mengobrol di ruang keluarga, sebelum mengobrol Nisa Ibu Rania dan juga Izam sudah menyelesaikan salat zuhur
" bang Keluar Yo aku bosen di rumah" ucap Nisa
" Emang mau ke mana sih dek" tanya Izam
" ke taman depan yuk, jam segini biasanya rame sama penjual makanan kita kulineran" jawab Nisa
" emang ada ya Nis?" tanya Alzena
" ada kak" jawab Nisa
" mau ikut boleh nggak?" tanya Alzena
" Boleh dong ya kan bang" jawab Nisa,
" Kalau Abang nggak mau nganterin kita ya udah kita aja yang jalan berdua ya kan kak" tambah Nisa, karena Izam takut terjadi apa-apa dengan Alzena dia pun terpaksa mengikuti permintaan sang adik yaitu kulineran
Di tempat lain ada seseorang yang telah mengawasi Alzena, Semenjak dia keluar dari kediaman Iskandar, tak lain dan tak bukan adalah Marco orang suruhan Fahmi
Fahmi takut kehilangan jejak Alzena, dia tidak ingin Alzena hidup bahagia, dan dia juga tidak ingin Farhan kembali rujuk dengan Alzena, karena itu Dia menyuruh orang untuk mengikuti Alzena
dia sudah mengikuti Alzena semenjak Alzena keluar dari rumah Farhan, kurang lebih Marko sudah mendapatkan informasi tentang Alzena.
" Lapor Bos" ucap pria berambut gondrong(marco)
"informasi apa yang kamu dapat kan" ucap fahmi
"beberapa hari yang lalu saya melihat alzena bareng pria lain bos, tak lama kemudian mereka berdua masuk ke dalam kafe-"belum selesai Marco melaporkan apa yang dia tau fahmi sudah memotong ucapan nya
"intinya apa yang kamu laporkan marco!!!"ucap fahmi geram
__ADS_1
" Alzena sekarang lagi tinggal bersama pria lain Bos dan tadi saya tidak sengaja melihat mereka keluar dari rumah sakit Bos," ucap Marco
" apa kamu mengikutinya?"
" Iya Bos saya, ngikuti mereka sampai ke rumah pria itu. dan Kalau saya tidak salah dengar Alzena lagi hamil Bos" ucap Marco
" ini informasi betul atau tidak! Jangan pernah membohongi saya Marco"
" ini Saya jamin informasinya benar Bos, Pria itu sendiri yang ngomong bahwa Alzena lagi ngidam" ucap Marco
" jika benar informasi yang kamu dapatkan, usahakan gugurkan kandungan pada wanita itu. Saya tidak ingin dia mengandung anak keluarga Iskandar. Bagaimana pun caranya saya tidak peduli!"
" baik bos. saya lakukan" ucap Marco, panggilan pun terputus secara sepihak
" Bagaimana mungkin Alzena hamil, ini tidak bisa dibiarkan, Kalau Mas Farhan tahu Alzena hamil pasti mereka tidak jadi bercerai, Bagaimanapun caranya aku harus bisa menggugurkan janin yang ada di kandungan Alzena Bila perlu kau mati sekalian Alzena!!" ucap Fahmi
di sisi lain Izam dan juga Alzena lagi mereka berdua masih di taman, sedangkan nisa dia sudah pulang lebih dulu
" al lo dari tadi udah makan es krim loh, jangan terlalu banyak makan es takutnya lo sakit" ucap Izam
" Iya lu jangan doain gue sakit lah" ucap Alzena Ketus
" Ya udah gue beliin, lo mau rasa apa?" tanya Izam
" nggak mau gue mau ikut" ucap Alzena maksa
" lo di sini aja biar gue aja yang beli," ucap Izam
" nggak mau pokoknya gue mau ikut" ucap Alzena maksa lagi
" please Al dengerin gue, lo di sini aja tungguin gue" ucap Izam
__ADS_1
" masa lu tega banget sih sama gue Zam lu tega ninggalin gue di sini sendirian?" tanya Alzena sambil mata berkaca-kaca
" Ya udahlah terserah lu, tapi kalau lu ada apa-apa gue nggak mau tanggung jawab ya Ini udah keputusan lo" ucap Izam memperingati
" Ya udah yuk kita cari es krimnya" ucap Alzena
Izam pun terpaksa mengizinkan Alzena untuk ikut dengan dirinya, namun hal yang tak terduga pun akhirnya terjadi, Izam menggandeng tangan Alzena, agar tak jauh dari dirinya, tiba-tiba tautan tangan mereka terlepas, karena Alzena ingin memperbaiki Tali sepatunya, dan saat Alzena sudah berdiri tiba-tiba ada sebuah motor dari kanan Alzena dan sengaja menabrak Alzena.
Izam awalnya tidak menyadari bahwa tautan tangan mereka terlepas, namun saat dia sudah berhasil menyeberangi jalanan tersebut dia baru sadar bahwa Alzena Tertinggal. namun sungguh sial dia terlambat. motor itu melaju sangat cepat
" Alzena awassss!!" teriak Izam sambil berlari ke arah Alzena. Alzena yang mendengar teriakan izin pun langsung mendongak ke arah Izam. Terlambat Sudah Alzena terguling-guling. saat motor itu berhasil menyerempet Alzena dari kanan Alzena
orang-orang yang mendengar teriakan Izam pun terkejut. dan syukur alhamdulillahnya Alzena masih sadarkan diri namun dia merasa perutnya terasa sakit
" al lu nggak papa kan" tanya Izam saat sudah di samping Alzena
" perut gue sakit banget" keluh Alzena, mendengar keluhan Alzena Izam spontan melihat ke bawah. dan Betapa terkejutnya Izam saat melihat darah menembus celana yang dipakai Alzena
" astaghfirullahaladzim darah" ucap Izam panik. Alzena yang mendengar ucapan Izam pun dia ikut panik
" Astaga anak gue. zam tolong cepat bawa ke rumah sakit zam, gue takut terjadi apa-apa sama anak gue Zam" ucap Alzena sedikit berteriak. karena Izam terlalu fokus melihat darah tersebut, Dia sedikit kaget mendengar teriakan Alzena, ih ampun langsung menggendong Alzena ke arah mobilnya Yang terparkir di seberang jalan
orang-orang yang melihat Izam menggendong Alzena ke arah mobilnya, ada yang membantu membukakan pintu mobil izam. dan saat sudah masuk ke dalam mobil Izam langsung membawa Alzena ke rumah sakit. dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Alzena dan juga Islam tak berhenti-hentinya mereka berdoa agar anak yang di dalam kandungan Alzena selamat
" Ya Allah Ya Robb, Tolong jangan engkau ambil anak yang baru saja hadir di kehidupan kami ya Allah Izinkan kami untuk membesarkan anak yang engkau kasih. hamba tidak tega jika alzina harus kehilangan anak yang telah ditunggu, Namun semua hamba pasrahkan kepadamu ya Allah jika memang ini yang terbaik tolong Lapangkanlah hati Alzena untuk menerima kenyataan" batin Izam namun dia tetap fokus mengendarai mobilnya
" Ya Tuhan tolong jangan engkau ambil lagi anak yang baru hadir di dalam rahimku, aku baru merasakan kehadirannya izinkan dia hidup Ya Tuhan" batin Alzena
izam mengendarai mobil seperti orang gila, tak perlu waktu lama 15 menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah sakit. dan Izam langsung menggendong Alzena ke IGD. namun saat Izam ingin menemani Alzena dilarang oleh dokter
dan Terlambat Sudah. kandungan Alzena tidak terselamatkan, karena pendarahan hebat yang dialami Alzena
__ADS_1