
"zam ini beneran lu?"tanya agus, sedangkan rian dan zidan sudah tertawa terbahak bahak sampai menjadi pusat perhatian, begitu mereka melihat penampilan izam, yang lain nya pun ikut tertawa
"ayo zam, kita cari tempat duduk"ajak alzena
" argghhh asli gemes banget gue sama lu al, rasa nya pengen tak tarik, tangan lu dan bawa pergi, ini lagi tiga semprul, bukan nya nolongin malah ngetawain, gue kerjain mapus dah lu" batin izam
"zam kok lo diam aja? Kamu malu ya zam?" tanya alzena
" nggak biasa aja" jawab izam
" Terus kenapa dari tadi Diem aja?" tanya Alzena
" nggak apa-apa Al, lu mau ambil makanan sendiri atau mau gue ambilin?" tanya Izam
" kita makan di rumah aja deh zam" ucap Alzena
" lho Katanya lo pengen makan di angkringan?" tanya Izam bingung
"elo aja dari tadi nyuekin gueterus, gue kan jadi ngerasa bersalah" ucap Alzena sambil menunduk
" nggak ada yang nyalahin lu, kita makan di sini aja nggak papa kan?" tanya Izam
"Emangnya lo ngga malu dan gak marah sama gue?" tanya Alzena dan spontan mendongak ke arah Izam
" kalau orang-orang nanya tinggal jawab aja kalau Adek gue yang paling cantik lagi ngidam, orang-orang pasti bisa maklumin" ujar izam berusaha memaklumi padahal di dalam hati nya sudah dongkol ingin memaki dirinya, jika bukan karena rasa sayang yang izam punya kepada alzena, mungkin saja pria itu sudah mengamuk
"sekarang kita makan ya, lo mau makan apa"tanya izam
"gue ambil sendiri aja dan lo tunggu disini biar gue yang ambilin ga ada penolakan"ucap alzena dengan cepat dan tidak ingin di bantah sedikit pun
izam sebenarnya lega, karna alzena mau mengambilkan nya, namun sesaat kemudian dia menyusul alzena, karna takut terjadi apa apa dengan alzena
"kok lo malah ikut kesini? "tanya alzena
"masa iya gue biarin bidadari jalan sendiri, harus di kawal dong"ucap izam menggoda alzena
"kalo sifat lo kayak gini terus bisa bisa gue baper zam"ucap alzena jujur
"ya kalo baper tinggal makan lah"jawab izam
"itu laper zam!"ucap alzena agak ketus, namun tangan nya tak berhenti memilih beberapa menu yang ada di sana
__ADS_1
"astaghfirullah al, lu yakin mau makan sebanyak ini?" tanya izam terkejut, karna hampir semua menu yang ada, di pilih oleh alzena
"kalo gue ngga abis ya kita makan berdua lah"ucap alzena tanpa melihat wajah izam, namun karna izam lagi dan lagi tak ingin menyakiti hati alzena, dia pun hanya menurut dengan apa yang alzena lakukan.
" *tuh bang liat, suaminya aja nurut sama istrinya, bahkan di dandan in kaya gitu juga mau, lah kamu di suruh berenang pake bikini yang aku punya malah ngga mau "omel sang istri
" ya ngga mau lah, masa orang genteng kaya aliando, di suruh berenang pake bikini, bisa hancur sudah harga diri abang" jawab sang suami
"kamu tuh jadi suami harus kaya mas nya yang itu lah, itu pasti istri juga ngidam, tapi dia ga ada malu malu nya tuh" protes sang istri
"mungkin aja urat malu nya udah putus yank" jawab sang suami*
izam yang mendengar ucapan pria itu langsung menatap tajam ke arah ria yang ngomong bahwa dirinya sudah putus urat malu hingga yang di tatap langsung menunduk
"ngapalin si zam?"tanya alzena, heran karna izam tak lekas memakan makanan nya
"ngga papa al, yuk makan, terus pulang takut nya lu malah masuk angin, inget tadi pesan dokter" ucap izam
"iya Pak dokter"ucap alzena
sedangkan trio semprul masih menertawakan izam, namun saat mereka melihat pesan masuk langsung terdiam dan menghampiri izam
"kalian yang waktu itu beliin anak ayam yang warna warni kan? "tanya alzena merasa wajah ketiga nya tidak asing,
"iya mbak, itu kita"jawab Rian
"udah puas lu pada ngetawain gue?" tanya Izam dengan wajah datar plus aura dingin nya keluar sampai menusuk diri mereka bertiga
"sorry zam, masa iya lu tega ama kita kita" ucap agus memelas
"gue juga cuma bercanda, mending lu pada lanjut makan sebelum gue berubah pikiran" ucap izam
mereka bertiga pun langsung berlari dan meninggalkan Alzena bersama Izam
" temen-temen lu pada Kenapa sih Zam?" tanya Alzena heran,karna saat mereka datang Izam tak pernah jauh dari diri Alzena, Oleh sebab itu Alzena penasaran dengan apa yang Izam lakukan
"nggak papa di cepetan dimakan udah malam" ucap Izam
"
Alzena pun mengangguk patuh, hingga tak terasa pukul 2346 Mereka pun memutuskan untuk pulang ke kediaman Ibu Rani
__ADS_1
" Makasih ya zam udah nurutin permintaan gue" ucap Alzena saat sudah berada di teras rumah Ibu Rania
" yoi sama-sama, gue mau ganti baju dulu bentar" ucap Izam lalu masuk ke dalam rumah
" lo Yakin nggak mau nginep aja zam?"tanya alzena
"gue pulang aja ya, soalnya ada yang mau gue omongin besok sama orang tua gue"jawab izam saat sudah selesai berganti pakaian
"ya udah lo hati hati, kabarin gue kalo udah sampai rumah"ucap alzena
"siap kanjeng ratu, kalo gitu gue pamit ya, inget lu jangan begadang dan banyak pikiran, gue ga mau calon anak lu kenapa napa karna mommy nya bandel"ucap izam lalu mengacak-acak rambut alzena
" ih Izam jangan diacak acak rambut gue, jadi jelek kan" ucap arzena tidak terima izam mengacak-acak rambutnya
"cantik kok"ucap Izam menahan tawa, karna melihat wajah alzena yang sudah merah padam
"udah sana lo pulang, inget pulang ke rumah bukan ke kuburan"ucap alzena
"tega bener lu jadi sepupu, ngedoain gue mati" ucap izam
"bukan ngedoain, tapi ngingetin, supaya lo hati hati pulang nya izammm"ucap alzena tidak Terima karna di tuduh mendoakan izam agar cepet mati
"ya elah tinggal ngomong ati ati aja pake bahasa kek gitu segala, lu sebenernya perduli kan sama gue cuma lu gengsi kan" ucap izam sambil menaikan salah satu alisnya
" gue baru tau ternyata lo bisa genit juga zam"ledek alzena
"udah lo masuk aja, jangan lupa kunci pintunya"ucap izam, dan alzena mengangguk patuh, setelah melihat alzena masuk rumah izam pun langsung pulang ke kediaman utama
"kenapa ya gue kalo deket deket sama izam, jantung gue kadang berdebar kek gini, tapi gue ngga boleh rasa itu muncul di antara kita, karna jika ada rasa itu maka semuanya akan tersakiti"gumam alzena saat masuk ke kamar nya
*
*
*
pukul 07:00 seperti biasa di kediaman ALFAUZI mereka bertiga sedang sarapan bersama, namun di tengah-tengah sarapan mereka sering ponsel izam berbunyi
"tuan kita sudah sampai di kediaman rumah tuan"ucap zayden ( asisten pribadi izam)
tanpa menjawab satu patah kata pun Izam langsung berdiri dari tempat duduk nya dan melangkah menuju pintu masuk, saat izam masuk ke ruang makan, bunda shanum dan juga papa irsyad terkejut melihat izam membawa seseorang
__ADS_1