Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Will You Marry Me


__ADS_3

Lidya membanting angin dengan tangan karena geram dengan Sean yang tak kunjung mengangkat telpon nya.


"Bagaimana dokter Lidya" Tanya Qausar penasaran.


Shit damn!. Dengus Lidya kesal.


"Will tidak menjawaba panggilan ku, bahkan ponsel nya mati" Balas Lidya kesal.


"Sekarang bagimana ini?" Tanya Qausar menatap sembarang arah.


"Bagaimana kalau kirim pesan singkat saja, siapa tahu jika nanti ponsel tuan Sean aktif beliau akan membaca isi pesan dokter Lidya" Tutur Firaly.


"Nah begitu saja dok" Timpal Qausar setuju.


"Good idea doctor Firaly" Balas Lidya mengetik isi pesan nya.


Apa kau masih di London brother, pulang lah kesini Akia hamil. Isi pesan yang di kirim Lidya pada Sean.


"Sudah aku kirim" Tutur Lidya tenang.


"Good" Balas Qausar.


"Keadaan Akia bagaimana?" Tanya Lidya.


"Lidya masih dalam pingsan nya" Balas Qausar.


"Baiklah biar kan Akia istrihat saja, kita kembali pada tugas masing-masing" Tutur Lidya berlalu di ikuti Qausar dan Firaly.


-----


Sean keluar dari ruangan meeting nya karena sudah selesai, Sean berlalu memasuki ruangan nya di ikuti Satya yang setia memani nya.


"Tuan ini ponsel anda" Tutur Satya menyodorkan ponsel Sean.


"Thank's Satya" Balas Sean.


"Your welcome" Tutur Satya.


"Ah iya siapkan halipad ku sekarang, aku ingin terbang ke Korea lalu pulang ke rumah mommy di Indonesia" Tutur Sean.


"Baiklah tuan saya permisi" Balas Satya keluar dari ruangan Sean.


Sean menatap ke arah depan pandangan nya, Sean membayangkan raut wajah dan raut wajah manis Akia.


Apa aku telah jatuh hati padamu gadis lugu. Batin Sean tersenyum.


Sean menepis jauh pikiran dan bayangan Akia dalam benak nya. Pandangan Sean kini beralih pada ponsel tipis milik nya yang di non-aktifkan oleh Satya, Sean mengaktif kan ponsel nya, tertera notifikasi panggilan terlewat kan dari Lidya sebanyak 5 kali dan satu notifikasi berupa pesan singkat.

__ADS_1


Sean membuka pesan singkat dari Lidya, wajah tampan Sean tidak percaya dengan pesan yang di kirim Lidya.


Dengan sigap Sean menyusul Satya menuju bandara London.


----


*Denpasar, Bali.


Tuan Chan dan Nyonya Aiza sudah mendapatkan kabar bahwa Akia sedang hamil, Tuan Chan memerintah kan anak buah nya untuk senantiasa memberitahu kan kabar mengenai Akia. Tuan Chan takut jika putra satu-satu nya itu tidak akan bertanggung jawab.


Dengan sigap Tuan Chan beserta Nyonya Aiza menerbangakan jets prinadi nya menuju bandara Jakarta.


---


*Jakarta, Indonesia


Tuan Chan dan Nyonya Aiza tiba di badara Soekarno-Hatta, Tuan Chan di sambut oleh beberapa anak buah nya yang berjaga disetiap daerah yang di mana perusahaan nya berdiri.


"Wellcome Mrs. Harson" Sapa salah satu anak buah Tuan Chan.


Tuan Chan hanya menganggup dengan sapaan anak buah nya.


Tuan Chan beserta Nyonya Aiza melajukan mobil yang di kendarai supir nya menuju rumah sakit.


Selang beberapa menit akhir nya Tuan Chan beserta Nyonya Aiza tiba di rumah sakit, Qausar, Lidya beserta dokter yang lain nya menyambut kedatangan pemilik rumah sakit ini.


"Selamat datang Tuan Chan?" Sapa Qausar selaku kepala rumah sakit.


"Ikuti Lidya aunty" Balas Lidya menuntun Nyonya Aiza di ikuti Tuan Chan dan Qausar.


Kini Nyonya Aiza menatap wajah Akia yang pucat pasti, Nyonya Aiza mengelus perut datar Akia.


Tuan Chan memegang pundak istri nya yang duduk di sampaing Akia.


"Momm.." Tutur Tuan Chan lembut.


"Mommy takut Will tidak ingin menikahi Akia dadd" Tutut Nyonya Aiza.


"Yang ada dalam perut Akia cucuk kita momm, kita harus bisa membuat Will menikahi Akia" Balas Tuan Chan.


--


Sean tiba di rumah sakit sebelum nya Sean ingin pergi ke tanah kelahitan Korea namun saat mendapat pesan dari Lidya, Sean buru-buru pulang menuju Indonesia.


Sean melangkah kaki nya menuju ruangan Akia, di depan koridor ruangan Akia nampak Qausar dan Lidya.


"Mana Akia?" Tanya Sean.

__ADS_1


"Ada di dalam, dalam pula ada tuan dan nyomya besar" Tutur Qausar.


Sean mendengar percakapan orang tua nya, dengan sigap Sean masuk ke dalam ruangan.


"Will" Tutur Tuan Chan dan Nyonya Aiza serentak.


Sean menghiraukan orang tua nya yang kaget dengan kedatangan nya, Sean berlalu menghampiri Akia yang terbaring lemah dengan wajah pucat pasi nya.


Sean duduk di tempat mommy nya tadi, Sean menggeman tangan Akia. Akia seketika sadar dar dari pingsan setelah tangan nya di genggam Sean.


Akia bangun dari pingsan nya setelah Sean menggenggam tangan, Akia beranjak dari rebahan nya menatap tampilan Sean yang memakai kaos polos melar warna coklat, begitupun Sean yang menatap tampilan Akia yang memakai jas kebesarannya.


Akia menatap wajah pria yang membuat nya kacau dengan senyuman palsu, Sean membalas senyuman Akia dengan tulus.


Perlahan Sean menggenggam tangan Akia dengan lembut.


"Maafkan aku saat itu aku tak bisa menahan nafsu ku" Tutur Sean mencium punggung tangan Akia.


"Aku hanyalah sampah bagi mu tuan Sean, tak perlu di sesali. Aku tahu sekarang aku sedang hamil, aku seorang dokter kini walaupun aku bukan dokter kadungan tapi aku tahu ciri-ciri nya. Dan aku ikhlas pada semua nya tuan Sean anggap saja aku sedang mendapatkan musibah" Balas Akia dengan air mata yang telah menghujani pipi nya.


Nyonya Aiza tak kuasa mendengar ucapan Akia yang ikhlas jika anak nya tidak bertanggung jawab.


Nyonya Aiza memeluk tubuh suami nya dengan tangisan haru perkataan Akia yang mengiris hati.


"Hari ini aku Sean Will Harson ingin memgatakan sesuatu padamu" Tutur Sean.


"Aku sudah menebak pertkataan yang akan kamu lontarkan tuan Sean" Balas Akia beranjak keluar ruangan.


"Will you marry me" Tutur Sean.


Langkah Akia akan membuka pintu terhenti, Tuan Chan dan Nyonya Aiza tidak percaya bahwa putra nya, bagaimana bisa pria yang anti dengan wanita itu bisa berkata begitu.


"Hentikan lah tuan Sean, aku tak apa dengan keadaan ku sekarang" Tutur Akia menoleh ke arah Sean.


Sean menghampiri Akia menatap lekat wajah Akia, Sean berlutut mencium punggung tangan Akia lalu mengelus perut yang yang masih datar.


"Aku serius Akia sangat serius" Balas Sean dengan wajah serius nya.


"Tuan, kau hanya kasihan dengan ku, karena aku mengandung anakmu dan tuan hanya ingin membersihkan nama keluarga Harson agar bersih kembali bukan?" Tutur Akia dengan pertanyaan yang memojokan.


"Kau salah! Aku mencintaimu ada atau tak ada anak ku dalam kandungan mu, dan jika ingin membersihkan nama keluargaku, daddy bisa mengadakan konfersi fers namun itu tidak lakukan Akia karena akau telah mencintai mu" Balas Sean serius.


"Aku tak tahu tuan Sean" Tutur Akia memelas.


"Menikahlah dengan ku, aku akan menjaga mu" Balas Sean menyakinkan.


Dengan tatapan dari kedua orang tua Sean dan tatapan Sean yang menunggu jawaban nya.

__ADS_1


"Baiklah" Tutur Akia tersenyum.


Sean senang dengan jawaban Akia, dengan spontan Sean memeluk tubuh Akia di ikuti tuan Chan dan nyonya Aiza memeluk putra nya karena bangga dengan perbuatan nya yang di pertanggung jawabkan.


__ADS_2